Share on

Subkomite Penanganan Virus Corona milik Pemerintah Jepang merepresentasikan 7 situasi yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada Jumat (25/9) lalu. Dari 7 situasi tersebut, salah satunya adalah gathering yang melibatkan konsumsi minuman beralkohol, salah satu situasi yang masih terlihat di Jepang kini.

Advertise With Us

Dilansir dari Mainichi, Pemerintah Jepang yang berencana untuk memulai campaignGo To Travel” pada 1 Oktober mendatang memang bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi dengan menghadirkan contoh konkret perilaku berisiko tinggi pada masyarakat. Karena itu, subkomite ini pun memperingatkan agar masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam pertemuan tatap muka yang melibatkan adanya konsumsi minuman beralkohol; makan atau minum di luar rumah pada malam hari atau di tempat ramai; berkumpul dalam kelompok besar dan tanpa mengenakan masker; waktu bersosialisasi setelah bekerja dan saat istirahat; kehidupan komunal; olahraga yang menyebabkan nafas berat; dan sebelum serta sesudah melakukan aktivitas di luar rumah. 

Namun, di antara hal-hal yang disebutkan di atas, pemerintah memberikan peringatan khusus bagi mereka yang berkumpul sambil minum-minum. Pasalnya, saat masyarakat minum-minum dalam sebuah kelompok, mereka biasanya akan berbicara dalam suara keras karena pendengaran mereka sedikit menurun akibat pengaruh alkohol. Risiko tertular virus akan meningkat jika banyak orang berada dalam suatu tempat tertutup untuk waktu yang panjang. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang makan dan minum dalam kelompok besar hingga larut malam.

Meski saat di kantor risiko tergolong rendah, orang-orang biasanya berkumpul setelah selesai bekerja atau saat waktu istirahat, menyebabkan adanya kontak jarak dekat. Di saat inilah, biasanya orang-orang melepas maskernya,

Selain kelompok yang menghabiskan waktu bersama-sama di tempat tertutup, tinggal dalam asrama dan berbagai bentuk lain dalam kehidupan komunal juga dapat meningkatkan risiko penularan. Risiko tertular pun bisa meningkat jika melakukan olahraga yang membuatmu mengeluarkan nafas berat dalam sebuah tempat tertutup dengan ventilasi buruk dan tak adanya social distancing. Sementara itu, sangat mudah rasanya berakhir di tempat ramai saat berada di luar rumah, misalnya saat menggunakan transportasi publik dan makan di luar rumah.

Terkait perilaku masyarakat pada campaign Go To nanti, subkomite mendesak agar orang-orang bepergian dalam kelompok kecil ke tujuan yang berbeda dengan jadwal yang tidak teratur. Mereka juga merekomendasikan agar campaign dihentikan jika pemerintah pusat atau daerah menaikkan status darurat empat tahap virus corona ke tahap-3, di mana kapasitas tempat tidur rumah sakit sangat terbatas.