Berita Jepang | Japanesestation.com

Fujiyoshida, Jepang , Pemerintah Kota Fujiyoshida, Prefektur Yamanashi, memutuskan untuk tidak menyelenggarakan Shinakurayama Sengen Park Sakura Festival pada musim semi 2026. Keputusan ini diumumkan pada 3 Februari 2026 sebagai langkah untuk mengatasi overtourism dan melindungi kehidupan masyarakat setempat. Setiap tahunnya, festival sakura di Shinakurayama Sengen Park menarik sekitar 200.000 pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun dalam beberapa tahun terakhir, lonjakan jumlah wisatawan, terutama akibat popularitas media sosial dan meningkatnya kunjungan turis asing dinilai telah melampaui kapasitas kota.

Overtourism Jadi Alasan, Festival Sakura Fujiyoshida Dibatalkan
sumber foto: https://soranews24.com/

Pemerintah kota menyebutkan sejumlah dampak serius yang muncul, seperti kemacetan lalu lintas parah, masalah kebersihan, pelanggaran privasi warga, hingga risiko keselamatan anak-anak akibat trotoar dan jalan yang dipadati pengunjung. Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Kota Fujiyoshida menegaskan bahwa pembatalan festival ini dilakukan demi mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan, tanpa mengorbankan kualitas hidup masyarakat lokal.

Overtourism Jadi Alasan, Festival Sakura Fujiyoshida Dibatalkan

Meski festival resmi ditiadakan, pemerintah kota memperkirakan wisatawan tetap akan berdatangan saat musim sakura. Oleh karena itu, langkah-langkah pengamanan tetap diberlakukan, termasuk penempatan petugas keamanan, pengaturan lalu lintas, serta penyediaan parkir darurat dan toilet sementara. Penguatan pengaturan ini akan berlangsung sekitar 1–17 April 2026, dengan pengaturan lalu lintas hingga 19 April 2026. Wali Kota Fujiyoshida menyatakan bahwa Gunung Fuji dan kawasan sekitarnya bukan sekadar objek wisata, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari warga. Keputusan ini disebut sebagai langkah awal menuju transformasi kota wisata yang lebih seimbang dan bertanggung jawab.

Sumber: city.fujiyoshida. via soranews24