<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#">
    <channel>
        <title>Japanese Station</title>
        <atom:link href="https://japanesestation.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <link>https://japanesestation.com</link>
        <description>Temukan informasi tentang berita wisata Jepang , cara ke Jepang, Tempat wisata di Tokyo, Hotel di Jepang dan informasi semua tentang liburan ke Jepang terlengkap disini.</description>
        <language>en-us</language>
        <copyright>Copyright 2026, Japanese Station</copyright>
        <lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2026 17:10:36 +0700</lastBuildDate>
        <image>
            <title>Japanese Station</title>
            <link>https://japanesestation.com</link>
            <url>https://media.japanesestation.com/site_settings/site_image_89906.jpg</url>
            <width>100</width>
            <height>100</height>
            <description>Berita Jepang Terkini Indonesia</description>
        </image>
                                                    <item>
                    <title><![CDATA[Desa-Desa di Jepang Perlahan Menghilang. Apa Penyebabnya?]]></title>
                    <link>https://japanesestation.com/lifestyle/life-relationship/desa-desa-di-jepang-perlahan-menghilang-apa-penyebabnya</link>
                    <pubDate>Tue, 30 Jun 2026 14:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator><![CDATA[Japanese Station]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
                    <category><![CDATA[Life Relationship]]></category>
                                    <category><![CDATA[populasi di jepang]]></category>
                                        <category><![CDATA[desa]]></category>
                                        <guid isPermaLink="true">https://japanesestation.com/lifestyle/life-relationship/desa-desa-di-jepang-perlahan-menghilang-apa-penyebabnya</guid>
                    <description>
                        <![CDATA[
                            <img title="Pedesaan Jepang" alt="Pedesaan Jepang" align="left" src="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2020/09/24/67302-pedesaan-jepang.jpg"/><br>
                            Di balik modern dan ramainya kota-kota besar di Jepang, ada area pedesaan dan kota-kota kecil yang perlahan menghilang dan terlupakan. 
                        ]]>
                    </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[
                            <p>Saat membayangkan Jepang, banyak orang mungkin langsung teringat pada perkotaan yang sibuk dan modern seperti Tokyo. Namun, di berbagai area pedesaan Jepang, tidak sulit menemukan rumah-rumah kosong, sekolah yang ditutup, atau jalanan yang sepi dan nyaris tak terlihat ada aktivitas. Sementara kota-kota besar terus berkembang, banyak tempat justru menghadapi kenyataan yang jauh berbeda. Lalu, apa yang sebenarnya menyebabkan desa-desa di Jepang perlahan menghilang?</p>
<h3>Anak Muda Meninggalkan Kampung Halaman</h3>
<p>Salah satu penyebab utamanya adalah perpindahan penduduk dari daerah pedesaan ke kota-kota besar. Bagi banyak anak muda Jepang, kota menawarkan peluang yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan maupun membangun karier.</p>
<figure class="image"><img title="Ujian Masuk Universitas" src="https://media.japanesestation.com/images/original/2021/01/18/33483-ujian-masuk-universitas.jpg" alt="Universitas di Jepang" />
<figcaption>Ilustrasi ujian masuk universitas di Jepang</figcaption>
</figure>
<p>Universitas terkenal, perusahaan besar, serta berbagai fasilitas modern umumnya berada di kawasan perkotaan seperti Tokyo, Osaka, dan Nagoya. Jadi, tak heran jika banyak anak muda memilih meninggalkan kampung halaman mereka setelah lulus sekolah.</p>
<p>Bagi sebagian orang, awalnya mereka hanya pindah untuk sementara. &nbsp;Namun, setelah mendapatkan pekerjaan dan membangun kehidupan di kota, banyak yang akhirnya memilih menetap dan tidak kembali ke daerah asal.</p>
<h3>Ketika Penduduk Berkurang, Kehidupan Komunitas Ikut Menyusut</h3>
<p>Dampak dari perpindahan penduduk ini terlihat jelas di berbagai wilayah Jepang. Salah satu yang paling mencolok adalah meningkatnya jumlah akiya (rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya).</p>
<figure class="image"><img title="Akiya" src="https://media.japanesestation.com/images/original/2026/06/25/34792-akiya.jpg" alt="akiya" />
<figcaption>Ilustrasi akiya atau rumah kosong di Jepang (Pakutaso)</figcaption>
</figure>
<p>Banyak rumah yang dulunya dihuni oleh keluarga kini tak berpenghuni selama bertahun-tahun. Sebagian diwariskan kepada anggota keluarga yang sudah tinggal di kota dan tidak berniat kembali. Sebagian lainnya dibiarkan kosong karena sulit dijual atau dimanfaatkan kembali.</p>
<p>Ketika jumlah penduduk terus berkurang, berbagai fasilitas publik juga ikut kehilangan fungsi. Di sejumlah daerah, sekolah terpaksa ditutup karena jumlah murid yang semakin sedikit. Toko-toko lokal kekurangan pelanggan. Bahkan, beberapa layanan publik harus dikurangi karena jumlah pengguna yang terus menurun.</p>
<h3>Desa yang Semakin Menua</h3>
<p>Di saat generasi muda pergi, penduduk yang tersisa umumnya adalah kelompok lanjut usia. Akibatnya, banyak desa di Jepang kini memiliki penduduk lansia yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perkotaan. Kondisi ini menghadirkan tantangan baru. Sektor pertanian, misalnya, semakin kehilangan tenaga kerja karena para petani sudah tua, sementara tidak ada yang mau menggantikan mereka.</p>
<figure class="image"><img title="Petani Jepang" src="https://media.japanesestation.com/images/original/2026/06/25/43233-petani-jepang.jpg" alt="petani Jepang" />
<figcaption>Ilustrasi petani di Jepang (Pakutaso)</figcaption>
</figure>
<p>Kemudian, muncul pertanyaan yang lebih besar: siapa yang akan melanjutkan kehidupan di sana pada masa depan?</p>
<h3>Bisakah Desa-Desa Ini Bertahan?</h3>
<p>Meskipun begitu, banyak daerah di Jepang terus mencari cara untuk bertahan. Beberapa pemerintah daerah menawarkan rumah kosong dengan harga terjangkau untuk menarik penduduk baru. Ada pula yang memberikan insentif bagi keluarga muda yang bersedia pindah ke daerah pedesaan. Sejumlah wilayah pun mencoba mengembangkan potensi wisata lokal dengan memanfaatkan kekayaan alam, budaya, dan kuliner khas daerah.</p>
<p>Perkembangan teknologi juga membuka peluang baru. Dengan semakin banyak pekerjaan yang dapat dilakukan secara jarak jauh, sebagian orang mulai mempertimbangkan untuk tinggal di luar kota besar tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka.</p>
<p>Meski hasilnya belum selalu berhasil, berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa banyak komunitas lokal berusaha mempertahankan kehidupan yang telah dibangun selama puluhan bahkan ratusan tahun.</p>
<figure class="image"><img title="Sakura" src="https://media.japanesestation.com/images/original/2026/06/25/37014-sakura.jpg" alt="sakura" />
<figcaption>Ilustrasi penduduk lokal (Pakutaso)</figcaption>
</figure>

<p>Di balik rumah-rumah kosong dan sekolah yang ditutup, terdapat kisah tentang orang-orang yang mencari peluang baru, juga komunitas yang berusaha mempertahankan identitasnya. Pada akhirnya, tantangan terbesar bukan hanya menjaga jumlah populasinya tetap stabil, tetapi memastikan bahwa komunitas dan kehidupan yang membentuk sebuah tempat tidak ikut menghilang bersama penduduk yang makin berkurang.</p>
                        ]]>
                    </content:encoded>
                                        <media:content url="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2020/09/24/67302-pedesaan-jepang.jpg" type="image/jpeg" medium="image"></media:content>
                </item>
                                            <item>
                    <title><![CDATA[Koto, Warisan Musik Jepang yang Bertahan Berabad-Abad]]></title>
                    <link>https://japanesestation.com/culture/tradition/koto-warisan-musik-jepang-yang-bertahan-berabad-abad</link>
                    <pubDate>Wed, 24 Jun 2026 10:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator><![CDATA[Chiastari]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Culture]]></category>
                    <category><![CDATA[Tradition]]></category>
                                    <guid isPermaLink="true">https://japanesestation.com/culture/tradition/koto-warisan-musik-jepang-yang-bertahan-berabad-abad</guid>
                    <description>
                        <![CDATA[
                            <img title="Koto, Warisan Musik Jepang yang Bertahan Berabad-Abad " alt="Koto, Warisan Musik Jepang yang Bertahan Berabad-Abad " align="left" src="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/06/17/13988-koto-warisan-musik-jepang-yang-bertahan-berabad-abad.jpg"/><br>
                            Mengenal Koto alat instrumen petik klasik dari Jepang yang perlu diketahui.
                        ]]>
                    </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[
                            <p>Bagi pencinta budaya Jepang, koto merupakan salah satu alat musik tradisional yang menarik untuk dikenal. Dengan suara yang lembut dan menenangkan, instrumen ini telah menjadi bagian penting dari seni musik Jepang selama lebih dari seribu tahun dan masih dimainkan hingga sekarang.</p>
<h3>Alat Musik Tradisional Berusia Ratusan Tahun</h3>
<p>Koto adalah alat musik petik tradisional Jepang yang memiliki bentuk panjang menyerupai kecapi. Instrumen ini umumnya memiliki 13 senar yang dimainkan menggunakan alat petik khusus yang dikenakan pada jari pemain.</p>
<figure class="image"><img title="Koto, Warisan Musik Jepang yang Bertahan Berabad-Abad " src="https://media.japanesestation.com/images/652x367/2026/06/17/88465-koto-warisan-musik-jepang-yang-bertahan-berabad-abad.jpg" alt="Koto, Warisan Musik Jepang yang Bertahan Berabad-Abad " />
<figcaption>(Pinterest)</figcaption>
</figure>
<p>Koto diyakini berasal dari Tiongkok dan mulai digunakan di Jepang sekitar abad ke-8. Awalnya alat musik ini dimainkan di lingkungan istana, tetapi seiring waktu semakin dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi bagian dari budaya Jepang.</p>
<h3>Suara yang Khas dan Menenangkan</h3>
<p>Koto menghasilkan suara yang lembut, jernih, dan penuh nuansa. Instrumen ini sering dimainkan secara solo maupun dipadukan dengan alat musik tradisional Jepang lainnya. Keindahan suaranya membuat koto kerap digunakan dalam pertunjukan budaya, upacara tradisional, hingga musik modern yang menggabungkan unsur tradisional dan kontemporer.</p>
<p>Hingga saat ini, koto tetap menjadi salah satu simbol penting seni musik Jepang. Selain melestarikan tradisi, alat musik ini juga terus diperkenalkan kepada generasi muda dan penikmat budaya Jepang di berbagai negara.</p>
                        ]]>
                    </content:encoded>
                                        <media:content url="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/06/17/13988-koto-warisan-musik-jepang-yang-bertahan-berabad-abad.jpg" type="image/jpeg" medium="image"></media:content>
                </item>
                                            <item>
                    <title><![CDATA[Mengapa Orang Jepang Menunda Punya Anak?]]></title>
                    <link>https://japanesestation.com/lifestyle/life-relationship/mengapa-orang-jepang-menunda-punya-anak</link>
                    <pubDate>Mon, 22 Jun 2026 12:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator><![CDATA[Japanese Station]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
                    <category><![CDATA[Life Relationship]]></category>
                                    <category><![CDATA[masyarakat jepang]]></category>
                                        <category><![CDATA[angka kelahiran]]></category>
                                        <category><![CDATA[pernikahan]]></category>
                                        <guid isPermaLink="true">https://japanesestation.com/lifestyle/life-relationship/mengapa-orang-jepang-menunda-punya-anak</guid>
                    <description>
                        <![CDATA[
                            <img title="Ilustrasi ayah yang menggendong bayinya " alt="sistem cuti orang tua Jepang japanesesatation.com" align="left" src="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2020/09/05/48358-ilustrasi-ayah-yang-menggendong-bayinya.jpg"/><br>
                            Banyak orang Jepang yang menunda berkeluarga dan memiliki anak, sehingga angka kelahiran negara tersebut terus menurun.
                        ]]>
                    </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[
                            <p>Meski Jepang memiliki kualitas hidup yang tinggi, negara ini justru menghadapi tantangan besar berupa menurunnya angka kelahiran. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, jumlah bayi yang lahir pada 2025 (termasuk dari warga negara asing) adalah 705.809 bayi. Jumlah ini merupakan angka terendah yang pernah tercatat sejak pencatatan modern (dimulai tahun 1899).</p>
<p>Jepang sedang menghadapi fakta bahwa anak mudanya menunda berkeluarga. Padahal, pemerintah Jepang sudah berupaya mendorong peningkatan angka kelahiran melalui berbagai kebijakan, seperti bantuan finansial bagi keluarga. Namun, hasilnya masih jauh dari harapan. Jadi, mengapa banyak orang Jepang tetap menunda pernikahan dan memiliki anak?</p>
<h3>Menikah di Usia Lebih Tua&mdash;Atau Tidak Sama Sekali</h3>
<p>Di Jepang, memiliki anak masih sangat erat kaitannya dengan institusi pernikahan. Ketika jumlah pernikahan menurun, angka kelahiran pun kena dampaknya. Dalam beberapa dekade terakhir, semakin banyak orang Jepang yang memilih menikah di usia yang lebih tua. Tidak sedikit pula yang memutuskan untuk tidak menikah sama sekali. Alasannya beragam, seperti fokus pada karier, sulitnya menemukan pasangan yang sesuai, ataupun keinginan untuk hidup bebas.</p>
<figure class="image"><img title="Pernikahan " src="https://media.japanesestation.com/images/original/2026/06/17/17737-pernikahan.jpg" alt="pernikahan Jepang " />
<figcaption>Ilustrasi pernikahan di Jepang (pakutaso.com)</figcaption>
</figure>
<p>Bagi sebagian generasi muda, pernikahan tidak lagi dianggap sebagai &ldquo;kewajiban hidup&rdquo;. Banyak orang merasa bahwa banyak cara untuk menjalani hidup baik dalam karier, pendidikan, maupun <em>self-growth</em>. Generasi muda tumbuh di zaman dengan lebih banyak pilihan hidup. Sehingga, keputusan untuk menikah tidak lagi didasarkan pada tekanan sosial, melainkan pada kesiapan pribadi dan kondisi yang dianggap tepat.</p>
<h3>Biaya Hidup yang Tinggi</h3>
<p>Di luar persoalan pernikahan, faktor ekonomi juga berperan besar. Jepang merupakan negara dengan biaya hidup yang tinggi, terutama di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka, tempat sebagian besar anak muda menjajaki karier.</p>
<p>Memiliki rumah, membesarkan anak, dan membiayai pendidikan membutuhkan pengeluaran yang banyak. Pasangan muda pun merasa harus mencapai kondisi finansial yang stabil sebelum memutuskan untuk memiliki anak. Namun, stabilitas tersebut semakin sulit dicapai di tengah meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi.</p>
<h3>Dunia Kerja yang Penuh Tuntutan dan Tak Pasti</h3>
<p>Meski berbagai usaha perubahan telah dilakukan, jam kerja yang panjang masih dihadapi banyak pekerja. Akibatnya, waktu untuk membangun keluarga dan mengasuh anak pun terbatas. Karena itu, menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dengan tanggung jawab sebagai orang tua terasa sangat berat bagi mereka.</p>
<figure class="image"><img title="Bekerja di Perusahaan Jepang" src="https://media.japanesestation.com/images/original/2021/02/01/62935-bekerja-di-perusahaan-jepang.jpg" alt="Bekerja di Perusahaan Jepang" />
<figcaption>Ilustrasi karyawan di Jepang menghadapi jam kerja yang panjang (pakutaso.com)</figcaption>
</figure>
<p>Banyak pekerja muda juga menghadapi realita pasar kerja yang berbeda dibandingkan dengan generasi orang tua mereka. Pekerjaan tetap dengan jaminan karier jangka panjang semakin berkurang, sementara pekerjaan kontrak atau <em>freelance</em> semakin umum. Kondisi ini membuat sebagian orang memilih menunda keputusan penting seperti menikah atau memiliki anak hingga mereka mencapai kesiapan finansial yang kuat.</p>
<h3>Berubahnya Aspirasi dan Arti Kesuksesan</h3>
<p>Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat Jepang juga turut membentuk keputusan generasi muda mengenai keluarga dan anak. Perempuan Jepang kini memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan karier daripada generasi ibu mereka. Peluang untuk mengembangkan diri secara profesional memberikan lebih banyak pilihan yang tidak selalu berpusat pada peran tradisional sebagai istri dan ibu. Sementara itu, laki-laki muda juga mulai mempertanyakan ekspektasi lama yang menuntut mereka menjadi pencari nafkah utama keluarga.</p>
<p>Di saat yang sama, generasi muda semakin menghargai kebebasan individu dan fleksibilitas . Banyak yang memilih mengalokasikan waktu dan sumber daya untuk melakukan hobi, <em>traveling</em>, meniti karier, atau menikmati gaya hidup yang lebih mandiri. Kesuksesan pun tidak lagi diukur dari status pernikahan atau jumlah anggota keluarga, tapi dari kemampuan menjalani hidup yang sesuai dengan nilai dan tujuan pribadi.</p>
<figure class="image"><img title="Ilustrasi keluarga Jepang" src="https://media.japanesestation.com/images/original/2020/07/10/90121-ilustrasi-keluarga-jepang.jpg" alt="jasa sewa keluarga Jepang japanesestation.com" />
<figcaption>Ilustrasi keluarga Jepang (hivelife.com)</figcaption>
</figure>
<p>Menurunnya angka kelahiran di Jepang bukan hanya persoalan demografi. Di balik statistik kelahiran yang terus menurun, terdapat generasi yang sedang mendefinisikan ulang prioritas hidup mereka di tengah berbagai badai tantangan sosial ekonomi. Mungkin, pertanyaan yang besar bukanlah mengapa orang-orang menunda pernikahan, melainkan bagaimana masyarakat beradaptasi dengan generasi muda yang memandang masa depan lewat cara berbeda.</p>
                        ]]>
                    </content:encoded>
                                        <media:content url="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2020/09/05/48358-ilustrasi-ayah-yang-menggendong-bayinya.jpg" type="image/jpeg" medium="image"></media:content>
                </item>
                                            <item>
                    <title><![CDATA[Tabi, Kaus Kaki Tradisional Jepang yang Praktis dan Elegan ]]></title>
                    <link>https://japanesestation.com/lifestyle/fashion/tabi-kaus-kaki-tradisional-jepang-yang-praktis-dan-elegan</link>
                    <pubDate>Fri, 19 Jun 2026 12:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator><![CDATA[Chiastari]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
                    <category><![CDATA[Fashion]]></category>
                                    <category><![CDATA[tabi]]></category>
                                        <category><![CDATA[kaos kaki jepang]]></category>
                                        <guid isPermaLink="true">https://japanesestation.com/lifestyle/fashion/tabi-kaus-kaki-tradisional-jepang-yang-praktis-dan-elegan</guid>
                    <description>
                        <![CDATA[
                            <img title="Tabi, Kaus Kaki Tradisional Jepang yang Praktis dan Elegan " alt="Tabi, Kaus Kaki Tradisional Jepang yang Praktis dan Elegan " align="left" src="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/06/16/57275-tabi-kaus-kaki-tradisional-jepang-yang-praktis-dan-elegan.jpg"/><br>
                            Kaus kaki belah khas Jepang yang tetap bertahan hingga kini.
                        ]]>
                    </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[
                            <p>Saat melihat pakaian tradisional Jepang, perhatian biasanya tertuju pada kimono atau sandal kayu. Namun, ada satu aksesori sederhana yang memiliki peran penting dalam budaya Jepang, yaitu tabi. Kaus kaki dengan desain unik ini telah digunakan selama berabad-abad dan masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jepang hingga sekarang.</p>
<h2>Kaus Kaki dengan Desain Khas</h2>
<p><br />Tabi adalah kaus kaki tradisional Jepang yang memiliki bagian terpisah antara ibu jari dan jari kaki lainnya. Desain ini dibuat agar nyaman digunakan bersama sandal tradisional Jepang seperti geta dan zori yang memiliki tali di antara jari kaki.</p>

<figure class="image"><img title="Tabi, Kaus Kaki Tradisional Jepang yang Praktis dan Elegan " src="https://media.japanesestation.com/images/652x367/2026/06/16/59126-tabi-kaus-kaki-tradisional-jepang-yang-praktis-dan-elegan.jpg" alt="Tabi, Kaus Kaki Tradisional Jepang yang Praktis dan Elegan " />
<figcaption>Digunakan bersama dengan geta atau zori alas kaki Jepang (Pinterest)</figcaption>
</figure>
<p>Awalnya, tabi dibuat dari kulit, tetapi sejak Zaman Edo penggunaan bahan katun menjadi lebih umum. Tabi tradisional biasanya dilengkapi dengan pengait kecil di bagian belakang dan paling sering berwarna putih, terutama untuk acara resmi atau saat mengenakan kimono.</p>
<h3>Digunakan dalam Berbagai Aktivitas</h3>
<p>Selain tabi untuk pakaian tradisional, terdapat juga jikatabi, yaitu versi yang memiliki sol karet sehingga bisa digunakan seperti sepatu. Jenis ini banyak dipakai oleh pekerja bangunan, tukang kebun, dan pekerja lapangan karena ringan, fleksibel, serta memberikan pijakan yang lebih kuat.</p>
<figure class="image"><img title="Tabi, Kaus Kaki Tradisional Jepang yang Praktis dan Elegan " src="https://media.japanesestation.com/images/652x367/2026/06/16/59921-tabi-kaus-kaki-tradisional-jepang-yang-praktis-dan-elegan.jpg" alt="Tabi, Kaus Kaki Tradisional Jepang yang Praktis dan Elegan " />
<figcaption>(Pinterest)</figcaption>
</figure>
<p>Hingga saat ini, tabi tidak hanya menjadi bagian dari budaya tradisional Jepang, tetapi juga terus berkembang dalam dunia mode modern. Bentuknya yang khas membuat tabi tetap mudah dikenali dan menjadi salah satu simbol unik dari budaya Jepang.</p>
                        ]]>
                    </content:encoded>
                                        <media:content url="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/06/16/57275-tabi-kaus-kaki-tradisional-jepang-yang-praktis-dan-elegan.jpg" type="image/jpeg" medium="image"></media:content>
                </item>
                                            <item>
                    <title><![CDATA[Mengenal Shoyu, Bumbu Andalan Kuliner Jepang]]></title>
                    <link>https://japanesestation.com/lifestyle/japan-fact/mengenal-shoyu-bumbu-andalan-kuliner-jepang</link>
                    <pubDate>Wed, 17 Jun 2026 10:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator><![CDATA[Chiastari]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
                    <category><![CDATA[Japan Fact]]></category>
                                    <category><![CDATA[shoyu]]></category>
                                        <category><![CDATA[bumbu jepang]]></category>
                                        <category><![CDATA[fakta sejarah jepang]]></category>
                                        <category><![CDATA[sejarah kuliner]]></category>
                                        <guid isPermaLink="true">https://japanesestation.com/lifestyle/japan-fact/mengenal-shoyu-bumbu-andalan-kuliner-jepang</guid>
                    <description>
                        <![CDATA[
                            <img title="Mengenal Shoyu, Bumbu Andalan Kuliner Jepang" alt="Mengenal Shoyu, Bumbu Andalan Kuliner Jepang" align="left" src="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/06/16/73476-mengenal-shoyu-bumbu-andalan-kuliner-jepang.jpg"/><br>
                            Shoyu merupakan salah satu bahan penting yang membentuk cita rasa khas kuliner Negeri Sakura. 
                        ]]>
                    </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[
                            <p>Jika kalian menyukai masakan Jepang, mengenal shoyu bisa membantu memahami rahasia di balik cita rasa khasnya. Bumbu yang sering disebut sebagai kecap Jepang ini telah menjadi bagian penting dari budaya kuliner Jepang selama ratusan tahun dan masih digunakan hingga saat ini.</p>
<h3>Bumbu Utama Masakan Jepang</h3>
<figure class="image"><img title="Mengenal Shoyu, Bumbu Andalan Kuliner Jepang" src="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/06/16/95118-mengenal-shoyu-bumbu-andalan-kuliner-jepang.jpg" alt="Mengenal Shoyu, Bumbu Andalan Kuliner Jepang" />
<figcaption>Shoyu cenderung memiliki rasa yang asin gurih (Pinterest)</figcaption>
</figure>
<p><br />Shoyu adalah kecap fermentasi yang dibuat dari kedelai, gandum, garam, dan koji. Bumbu ini memberikan rasa gurih atau umami yang menjadi ciri khas banyak hidangan Jepang, mulai dari ramen, sushi, hingga berbagai masakan rumahan.</p>
<p>Jenis shoyu yang paling banyak digunakan adalah koikuchi, yang memiliki warna lebih gelap dan rasa yang seimbang. Selain itu, ada beberapa jenis lain dengan karakter rasa dan warna yang berbeda untuk kebutuhan masakan tertentu.</p>
<h3>Memiliki Sejarah Panjang</h3>
<figure class="image"><img title="Mengenal Shoyu, Bumbu Andalan Kuliner Jepang" src="https://media.japanesestation.com/images/652x367/2026/06/16/77583-mengenal-shoyu-bumbu-andalan-kuliner-jepang.jpg" alt="Mengenal Shoyu, Bumbu Andalan Kuliner Jepang" />
<figcaption>Shoyu digunakan sebagai penambah rasa (Pinterest)</figcaption>
</figure>
<p><br />Shoyu berkembang di Jepang sejak ratusan tahun lalu dan terus disempurnakan &nbsp;hingga menjadi seperti sekarang. Saat ini, Prefektur Chiba dikenal sebagai daerah penghasil shoyu terbesar di Jepang dan menjadi pusat produksi sejumlah merek ternama.</p>
<h3>Populer di Seluruh Dunia</h3>
<p>Seiring meningkatnya popularitas makanan Jepang, penggunaan shoyu juga semakin meluas di berbagai negara. Tak hanya digunakan untuk masakan Jepang, shoyu kini sering dipakai sebagai penyedap dalam berbagai hidangan internasional.</p>
<p>Lebih dari sekadar kecap asin, shoyu merupakan salah satu elemen penting yang membentuk identitas kuliner Jepang dan membantu menghadirkan rasa umami yang disukai banyak orang di seluruh dunia.</p>
<figure class="image"><img title="Mengenal Shoyu, Bumbu Andalan Kuliner Jepang" src="https://media.japanesestation.com/images/652x367/2026/06/16/79478-mengenal-shoyu-bumbu-andalan-kuliner-jepang.jpg" alt="Mengenal Shoyu, Bumbu Andalan Kuliner Jepang" />
<figcaption>Shoyu tidak jarang menjadi pelengkap atau saus cocolan. (Pinterest)</figcaption>
</figure>
<p>Lebih dari sekadar kecap asin, shoyu merupakan salah satu elemen penting yang membentuk identitas kuliner Jepang dan membantu menghadirkan rasa umami yang disukai banyak orang di seluruh dunia.</p>
                        ]]>
                    </content:encoded>
                                        <media:content url="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/06/16/73476-mengenal-shoyu-bumbu-andalan-kuliner-jepang.jpg" type="image/jpeg" medium="image"></media:content>
                </item>
                                            <item>
                    <title><![CDATA[Bikin Bangga Indonesia: Hyakka Ryouran Akan Tampil di Kochi Jepang]]></title>
                    <link>https://japanesestation.com/events/unsorted/bikin-bangga-indonesia-hyakka-ryouran-tampil-akan-tampil-di-kochi-jepang</link>
                    <pubDate>Mon, 08 Jun 2026 20:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator><![CDATA[Japanese Station]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Events]]></category>
                    <category><![CDATA[Unsorted]]></category>
                                    <category><![CDATA[yosakou naruko odori]]></category>
                                        <category><![CDATA[hyakka ryouran]]></category>
                                        <category><![CDATA[festival yosakoi kochi]]></category>
                                        <category><![CDATA[kochi]]></category>
                                        <guid isPermaLink="true">https://japanesestation.com/events/unsorted/bikin-bangga-indonesia-hyakka-ryouran-tampil-akan-tampil-di-kochi-jepang</guid>
                    <description>
                        <![CDATA[
                            <img title="Yosakoi Naruko Odori “Hyakka Ryouran”" alt="Hyakka Ryouran" align="left" src="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/06/08/48854-yosakoi-naruko-odori-hyakka-ryouran.jpg"/><br>
                            Tim Yosakoi Naruko Odori “Hyakka Ryouran” akan resmi tampil di Festival Yosakoi ke-73 yang diadakan di Kochi, Jepang. 

                        ]]>
                    </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[
                            <p>Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tim asal Indonesia akan tampil secara resmi di Yosakoi Festival ke-73. Festival yosakoi terbesar dan paling bergengsi di Jepang yang akan berlangsung di Kochi, tanah kelahiran budaya yosakoi.</p>
<p>Tim <strong>Yosakoi Naruko Odori &ldquo;Hyakka Ryouran&rdquo;</strong> telah resmi terdaftar sebagai peserta Festival Yosakoi ke-73 yang akan berlangsung pada 9-12 Agustus 2026 di Kochi, Jepang. Kehadiran ini menjadi tonggak bersejarah bagi komunitas yosakoi di Indonesia sekaligus membuka babak baru hubungan budaya Indonesia dan Jepang melalui seni tari.</p>
<p>Festival Kochi Yosakoisen sendiri merupakan salah satu festival tari terbesar di Jepang. Setiap tahunnya, ratusan tim dan puluhan ribu penari akan memenuhi jalanan Kochi selama empat hari penuh untuk menampilkan pertunjukan yang spektakuler. Festival ini dikenal sebagai pusat dan asal mula budaya yosakoi yang kini telah menyebar ke berbagai negara di dunia.</p>
<figure class="image"><img title="Odori" src="https://media.japanesestation.com/images/original/2026/06/08/93617-odori.jpg" alt="Hyakka Ryouran" />
<figcaption>Source: Visit Kochi Japan (visitkochijapan.com)</figcaption>
</figure>
<p>Pada tahun 2026, Festival Yosakoi ke-73 tercatat menghadirkan hampir 200 tim peserta dari berbagai wilayah Jepang dan internasional. Namun, partisipasi dari <strong>"Hyakka Ryouran</strong>" dalam festival menjadi momen yang bersejarah karena tim ini akan menjadi tim Indonesia pertama yang secara resmi berpartisipasi dalam Festival Yosakoi Kochi.&nbsp;</p>
<p>Selain itu, <strong>"Hyakka Ryouran"</strong> juga memperoleh sebuah kesempatan istimewa untuk tampil pada salah satu rangkaian acara penting yang diselenggarakan pada tanggal spesial dalam <strong>73rd Kochi Yosakoi Festival</strong>. Kesempatan ini juga akan menjadi pencapaian yang bersejarah karena untuk pertama kalinya diberikan kepada tim yang berasal dari luar Jepang, yaitu tim asal Indonesia.&nbsp;</p>
<p>Partisipasi ini menjadi simbol bahwa semangat dan kualitas yosakoi Indonesia kini mulai mendapat perhatian di kancah panggung internasional.</p>
<h3>Didukung Komunitas Indonesia di Kochi</h3>
<p>Perjalanan bersejarah ini juga mendapat dukungan hangat dari komunitas Indonesia di Kochi, Jepang. Beberapa pihak yang turut mendukung antara lain <em>Kochi Happy Family</em> dan <em>Dewata Bali Cafe</em>, bersama para mahasiswa, pekerja, dan masyarakat Indonesia yang tinggal di Kochi. Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong diaspora Indonesia dalam&nbsp; membawa nama Indonesia ke salah satu panggung budaya terbesar di Jepang.</p>
<h3>Membuka Kesempatan untuk Bergabung ke Kochi</h3>
<p>Dalam rangka momen bersejarah ini, <strong>Yosakoi Naruko Odori &ldquo;Hyakka Ryouran&rdquo;</strong> juga membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia yang ingin ikut menjadi bagian dari perjalanan menuju Kochi. Kesempatan itu terbuka untuk:</p>
<p>- Penari Yosakoi (Odoriko).<br />- Support staff dan volunteer.<br />- Tim dokumentasi / media.<br />- Hingga penonton yang ingin merasakan langsung atmosfer Festival Yosakoi di Jepang.</p>
<p>Bagi para penari (odoriko), ini adalah kesempatan langka untuk:</p>
<p>- Menari langsung di tanah kelahiran yosakoi.<br />- Tampil di salah satu festival tari terbesar di Jepang.<br />- Bertemu komunitas yosakoi internasional.<br />- Membawa nama Indonesia di panggung dunia.<br />- Menjadi bagian dari sejarah pertama Indonesia di Festival Yosakoi Kochi.</p>
<figure class="image"><img title="Hyakka Ryouran" src="https://media.japanesestation.com/images/original/2026/06/08/79831-hyakka-ryouran.jpg" alt="Hyakka Ryouran" />
<figcaption>Poster YHR Goes to Kochi (source: www.instagram.com/hryosakoi)</figcaption>
</figure>
<p>Festival Yosakoi dikenal bukan hanya karena skalanya yang besar, akan tetapi juga karena atmosfer persahabatan dan energi luar biasa yang menyatukan orang-orang dari berbagai daerah dan negara. Banyak peserta internasional menggambarkan pengalaman tampil di Kochi sebagai pengalaman yang mengubah hidup mereka.&nbsp;</p>
<p>Dengan semangat <strong>&ldquo;Hyakka Ryouran&rdquo;</strong> yang berarti <strong>&ldquo;seratus bunga bermekaran dengan indah&rdquo;</strong>, tim ini berharap dapat membawa warna Indonesia untuk bersinar di Kochi bersama dunia yosakoi internasional.</p>
<p><br />*Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran partisipasi menuju Kochi:</p>
<p>Instagram : [@hryosakoi] (<a href="http://www.instagram.com/hryosakoi/">www.instagram.com/hryosakoi/</a>)</p>
<p>Email : [info@hryosakoi.com]&nbsp; (mailto: info@hryosakoi.com)</p>
<p>Telp/WhatsApp : Azis (+62 813-1964-2247)</p>
                        ]]>
                    </content:encoded>
                                        <media:content url="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/06/08/48854-yosakoi-naruko-odori-hyakka-ryouran.jpg" type="image/jpeg" medium="image"></media:content>
                </item>
                                            <item>
                    <title><![CDATA[Presale Konser Centimillimental Sold Out, Siap-siap General Sale 8 Juni!]]></title>
                    <link>https://japanesestation.com/entertainment/music/presale-konser-centimillimental-sold-out-siap-siap-general-sale-8-juni</link>
                    <pubDate>Sat, 06 Jun 2026 10:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator><![CDATA[Japanese Station]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Entertainment]]></category>
                    <category><![CDATA[Music]]></category>
                                    <category><![CDATA[centimillimental]]></category>
                                        <category><![CDATA[konser centimillimental]]></category>
                                        <guid isPermaLink="true">https://japanesestation.com/entertainment/music/presale-konser-centimillimental-sold-out-siap-siap-general-sale-8-juni</guid>
                    <description>
                        <![CDATA[
                            <img title="Centimillimental Presale" alt="Centimillimental Presale" align="left" src="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/06/06/84334-centimillimental-presale.jpg"/><br>
                            Konser CENTIMILLIMENTAL WORLD TOUR 2026 "CAFUNE" - JAKARTA Digelar 18 Juli 2026 di Bengkel Hall, SCBD Jakarta.
                        ]]>
                    </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[
                            <p>Kizuato. Fuyu no Hanashi. Bokura dake no Shudaika. Bagi banyak orang, perkenalan pertama dengan musik Centimillimental datang lewat layar &mdash; anime Given, dan lagu-lagu yang seolah tahu betul bagaimana rasanya memendam sesuatu yang tidak bisa diungkap dengan cara biasa. Lagu-lagu itu tidak sekadar mengiringi cerita di layar; mereka tinggal jauh setelahnya, menjadi bahasa tersendiri bagi pendengar yang menemukannya di momen yang tepat. Juli ini, Atsushi hadir langsung di Jakarta.</p>
<p>Antusiasme fans Indonesia telah terbukti bahkan sebelum General Sale dibuka: seluruh tiket presale <strong>CENTIMILLIMENTAL WORLD TOUR 2026 "CAFUNE"</strong> - JAKARTA habis terjual pada hari pertama penjualan, 26 Mei 2026. <strong>General Sale yang dibuka 8 Juni 2026 pukul 10.00 WIB</strong> menjadi satu-satunya kesempatan yang tersisa. Tidak akan ada fase penjualan lagi setelah ini. Tiket dapat diakses melalui hype-live.id dan aplikasi <strong>GOERS</strong>.</p>
<p>Konser ini menggunakan format live house di Bengkel Hall, SCBD Jakarta &mdash; venue yang dipilih secara khusus untuk menghadirkan pengalaman pertunjukan yang intim antara Atsushi dan penonton. Dengan kapasitas yang terbatas dan presale yang telah habis, jumlah tiket yang tersedia untuk General Sale sangat terbatas.</p>
<h3>Pengalaman Konser yang Lebih dari Sebelumnya</h3>
<p>Konser "CAFUNE" tahun ini menghadirkan benefit yang secara signifikan lebih lengkap dibandingkan dengan konser Centimillimental sebelumnya di Indonesia.</p>
<p>Untuk pertama kalinya, pemegang tiket VIP mendapatkan akses ke Soundcheck Party &mdash; kesempatan eksklusif untuk hadir di venue sebelum pertunjukan dimulai dan menyaksikan langsung sesi sound check Atsushi dari jarak dekat. Bagi yang selama ini hanya mengenal musiknya dari layar atau dari earphone di malam yang panjang, ini adalah kesempatan untuk berada di ruangan yang sama dengan Atsushi sebelum semua orang masuk. Ditambah Solo Photo Opportunity, VIP Goodies berupa Drawstring Bag, 3R Polaroid Stand, A3 Signed Poster, dan Keychain, serta Laminated Pass &amp; Lanyard dan Dedicated Merchandise Line.</p>
<p>Pemegang tiket Festival hadir dengan goodies eksklusif berupa A3 poster dan keychain, menjadikan pengalaman konser di semua kategori lebih berkesan dari sebelumnya.</p>
<figure class="image"><img title="Centimillimental Presale" src="https://media.japanesestation.com/images/original/2026/06/06/19777-centimillimental-presale.jpg" alt="Centimillimental" />
<figcaption>Harga tiket Centimillimental World Tour 2026 "Cafune"</figcaption>
</figure>

<p><strong>Harga Tiket General Sale</strong></p>
<p><strong>&bull; VIP: Rp 1.650.000 &mdash; Solo Photo Opportunity, Soundcheck Party, VIP Goodies, Laminated Pass &amp; Lanyard, Dedicated Merchandise Line</strong></p>
<p><strong>&bull; Festival: Rp 950.000 &mdash; A3 Poster, Keychain</strong></p>
<p><em>*Harga belum termasuk pajak pemerintah, platform fee, dan convenience fee.</em></p>
<p><strong>General Sale: 8 Juni 2026, pukul 10.00 WIB | Bengkel Hall, SCBD Jakarta | 18 Juli 2026, 16.00&ndash;20.30 WIB</strong></p>
<p>Tiket tersedia di hype-live.id dan aplikasi GOERS.</p>
                        ]]>
                    </content:encoded>
                                        <media:content url="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/06/06/84334-centimillimental-presale.jpg" type="image/jpeg" medium="image"></media:content>
                </item>
                                            <item>
                    <title><![CDATA[Grup Pop Jepang BE:FIRST Bakal Debut Di LaLaLa Fest]]></title>
                    <link>https://japanesestation.com/entertainment/music/grup-pop-jepang-befirst-bakal-debut-di-lalala-fest</link>
                    <pubDate>Sat, 30 May 2026 10:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator><![CDATA[Alamanda Hindersah]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Entertainment]]></category>
                    <category><![CDATA[Music]]></category>
                                    <category><![CDATA[befirst]]></category>
                                        <category><![CDATA[musik jepang]]></category>
                                        <guid isPermaLink="true">https://japanesestation.com/entertainment/music/grup-pop-jepang-befirst-bakal-debut-di-lalala-fest</guid>
                    <description>
                        <![CDATA[
                            <img title="Be First" alt="Be First" align="left" src="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/05/29/15335-be-first.jpg"/><br>
                            Setelah pengumuman BE:FIRST WORLD SHOWCASE 2026, grup beranggotakan enam orang ini akan tampil di salah satu festival musik terbesar di Indonesia.

                        ]]>
                    </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[
                            <p>Grup dance dan vokal asal Jepang BE:FIRST akan tampil untuk pertama kalinya di Indonesia dalam LaLaLa Festival 2026. Grup beranggotakan enam orang tersebut dijadwalkan tampil pada Minggu, 23 Agustus 2026 di Jakarta International Expo, menandai langkah penting dalam ekspansi internasional mereka.</p>
<p>BE:FIRST adalah grup hip-hop asal Jepang yang dikelola oleh BMSG dan berada di bawah label B-ME, label gabungan bersama Avex. Grup ini dibentuk pada 13 Agustus 2021 melalui program audisi reality show &ldquo;THE FIRST&rdquo; yang dipandu oleh produser dan rapper Jepang SKY-HI.</p>
<p>Mereka debut pada 3 November 2021 dengan lagu &ldquo;Gifted.&rdquo; yang berhasil menduduki puncak Billboard Hot Trending Songs dan menjadi lagu yang paling banyak diperbincangkan di Twitter pada saat itu. Lagu tersebut juga memuncaki berbagai tangga lagu di Jepang, termasuk Billboard Japan Hot 100.</p>
<p>Formasi BE:FIRST terdiri dari SOTA, SHUNTO, MANATO, RYUHEI, JUNON, dan LEO. Dengan memadukan unsur dance, pop, hip-hop, dan R&amp;B, BE:FIRST menampilkan fleksibilitas artistik dan talenta mereka melalui warna musik yang unik dan inovatif.</p>
<p>Pada tahun 2026, grup ini merayakan ulang tahun kelima mereka sambil terus memperkenalkan musik dan pesona mereka ke dunia. Pada musim gugur mendatang, mereka akan memulai tur global bertajuk BE:FIRST WORLD SHOWCASE TOUR 2026 untuk mempertegas identitas mereka sebagai grup hip-hop asal Jepang. Dengan dukungan fandom mereka, BESTY, BE:FIRST terus berkembang sebagai salah satu grup global baru yang patut diperhatikan dari Tokyo, Jepang.</p>
<p>Diselenggarakan oleh The Group, LaLaLa Festival dikenal sebagai salah satu festival musik terkemuka di Indonesia. Dengan lebih dari 60.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan pada tahun 2025, festival ini berkembang dari awal mulanya di Bandung pada tahun 2016 menjadi festival musik dan budaya besar berbasis di Jakarta yang dikenal karena menghadirkan beragam artis dan audiens dari berbagai wilayah.</p>
<figure class="image"><img title="Be First" src="https://media.japanesestation.com/images/original/2026/05/29/12762-be-first.jpg" alt="Be First" />
<figcaption>BE:FIRST akan tampil di LaLaLa Festival 2026 bersama jajaran artist lainnya.</figcaption>
</figure>
<p>BE:FIRST akan bergabung dalam jajaran penampil bersama artis internasional ternama seperti Steve Lacy, Rex Orange County, FLO, dan HONNE, yang semakin menegaskan pertumbuhan eksistensi internasional grup tersebut.</p>
<p>Penampilan di festival ini menyusul pengumuman terbaru mengenai BE:FIRST WORLD SHOWCASE 2026. Penampilan di Jakarta akan menjadi salah satu pemberhentian penting sebelum showcase mereka berikutnya di Bangkok, Taipei, Manila, dan New York, sekaligus memperkenalkan performa live mereka kepada penggemar musik di seluruh Asia Tenggara.</p>
                        ]]>
                    </content:encoded>
                                        <media:content url="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/05/29/15335-be-first.jpg" type="image/jpeg" medium="image"></media:content>
                </item>
                                            <item>
                    <title><![CDATA[AKG Entertainment Rilis Seri Baru dari Funism!]]></title>
                    <link>https://japanesestation.com/anime-manga/hobby/akg-entertainment-rilis-seri-baru-dari-funism</link>
                    <pubDate>Fri, 29 May 2026 19:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator><![CDATA[Japanese Station]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Anime Manga]]></category>
                    <category><![CDATA[Hobby]]></category>
                                    <category><![CDATA[funism]]></category>
                                        <category><![CDATA[blind box]]></category>
                                        <guid isPermaLink="true">https://japanesestation.com/anime-manga/hobby/akg-entertainment-rilis-seri-baru-dari-funism</guid>
                    <description>
                        <![CDATA[
                            <img title="Funism " alt="Funism" align="left" src="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/05/29/51504-funism.jpg"/><br>
                            Tren blind box dan produk koleksi terus tumbuh, AKG Entertainment rilis seri Baru dari Funism sepanjang bulan Mei.

                        ]]>
                    </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[
                            <p>Minat terhadap blind box dan produk koleksi di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Didukung oleh berkembangnya komunitas pop culture dan anime di Indonesia, blind box kini menjadi salah satu kategori produk koleksi yang semakin diminati penggemar.&nbsp;</p>
<p>Melihat tren tersebut, AKG Entertainment kembali menghadirkan empat seri blind box terbaru dari Funism pada Mei 2026, termasuk Pok&eacute;mon Palmsize Wonder Series 2 (Eevee &amp; Evolutions), dan Naruto Shippuden Chronicles Blind Box Vol. 1.</p>
<p>Melalui perilisan ini, AKG Entertainment menghadirkan pilihan koleksi dengan tema dan format yang beragam, mulai dari art toy, plush pendant, hingga produk koleksi bertema anime dan karakter populer.</p>
<p>&ldquo;Minat penggemar terhadap produk koleksi saat ini semakin luas. Ada yang menyukai koleksi bertema anime, ada yang tertarik pada art toy dengan desain unik, dan ada juga yang mencari produk koleksi yang dapat digunakan sehari-hari. Karena itu, kami ingin menghadirkan pilihan seri yang lebih beragam untuk berbagai segmen penggemar,&rdquo; ujar Fachrul Amrullah, Head of Marketing AKG Entertainment.</p>
<p>Untuk penggemar Pok&eacute;mon, Pok&eacute;mon Palmsize Wonder Series 2 (Eevee Evolutions) menghadirkan delapan evolusi Eevee dalam ukuran genggam yang cocok untuk dijadikan pajangan. Popularitas Pok&eacute;mon yang bertahan lintas generasi menjadikan seri ini sebagai salah satu rilisan yang dinantikan oleh para penggemar.</p>
<figure class="image"><img title="Funism " src="https://media.japanesestation.com/images/original/2026/05/29/63046-funism.jpg" alt="Funism " />
<figcaption>Funism Pok&eacute;mon Palmsize Wonder Series 2 (Eevee &amp; Evolutions)</figcaption>
</figure>

<p>AKG Entertainment juga menghadirkan Naruto Shippuden Chronicles Blind Box Vol. 1 yang berisi delapan figur mini karakter dari arc Perang Dunia Shinobi Keempat dalam serial anime Naruto Shippuden.</p>
<p>&ldquo;Kami melihat pasar produk koleksi di Indonesia masih akan terus berkembang. Ke depan, AKG Entertainment akan terus menghadirkan berbagai seri dan IP yang relevan dengan minat komunitas lokal,&rdquo; tambah Fachrul.</p>
<p>Keempat seri blind box terbaru dari Funism kini telah tersedia di berbagai Local Game Store (LGS), jaringan ritel hobi, serta kanal penjualan resmi rekanan AKG Entertainment di seluruh Indonesia. Untuk menyambut perilisan ini, AKG Entertainment juga menghadirkan program Plinko Game Funism Roadtrip di sejumlah gerai ritel di Jakarta selama periode April&ndash;Mei 2026 dengan berbagai hadiah menarik bagi pembeli produk Funism tertentu.</p>
                        ]]>
                    </content:encoded>
                                        <media:content url="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/05/29/51504-funism.jpg" type="image/jpeg" medium="image"></media:content>
                </item>
                                            <item>
                    <title><![CDATA[Centimillimental WORLD TOUR 2026 "Cafuné" Akan Hadir di Jakarta18 Juli Ini]]></title>
                    <link>https://japanesestation.com/entertainment/music/centimillimental-world-tour-2026-cafune-akan-hadir-di-jakarta18-juli-ini</link>
                    <pubDate>Fri, 22 May 2026 18:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator><![CDATA[Japanese Station]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Entertainment]]></category>
                    <category><![CDATA[Music]]></category>
                                    <category><![CDATA[centimillimental]]></category>
                                        <category><![CDATA[konser centimillimental]]></category>
                                        <category><![CDATA[centimillimental cafune]]></category>
                                        <guid isPermaLink="true">https://japanesestation.com/entertainment/music/centimillimental-world-tour-2026-cafune-akan-hadir-di-jakarta18-juli-ini</guid>
                    <description>
                        <![CDATA[
                            <img title="Centimillimental Cafune " alt="Centimillimental Cafune " align="left" src="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/05/22/53859-centimillimental-cafune.jpg"/><br>
                            Centimillimental kembali mengadakan konser di Jakarta lewat WORLD TOUR "Cafuné" yang akan menghadirkan keseluruhan perjalanan karyanya. 
                        ]]>
                    </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[
                            <p>Hype Live, bekerja sama dengan Astellar Experience, dengan bangga mengumumkan <strong>Centimillimental WORLD TOUR 2025-2026 "Cafun&eacute;"</strong> &mdash; Jakarta. Konser akan diselenggarakan pada <strong>Sabtu, 18 Juli 2026, di Bengkel Hall, SCBD</strong>, Jakarta, mulai pukul 18.00 WIB.</p>
<h3>TUJUH TAHUN GIVEN</h3>
<p>Tujuh tahun lalu, tepatnya 11 Juli 2019, anime Given pertama kali ditayangkan &mdash; dan bersamanya, musik yang kemudian mendefinisikan sebuah generasi pendengar. "Kizuato." "Fuyu no Hanashi." "Bokura dake no Shudaika." Lagu-lagu yang ditulis, diaransemen, dan dibawakan oleh Centimillimental yang kini telah didengarkan lebih dari 160 juta kali dan dibagikan di antara para penggemar di seluruh dunia sebagai bahasa tersendiri.</p>
<p>Pada bulan Juli ini, tujuh tahun setelahnya, Centimillimental akan membawakan musik tersebut secara langsung di Jakarta. Pertunjukan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara fiksi layar lebar yang digemari dan realitas musik <em>live</em> yang mentah dan penuh energi.</p>
<h3>TENTANG "CAFUN&Eacute;"</h3>
<p>"Cafun&eacute;" adalah album studio kedua Centimillimental yang dirilis pada Agustus 2025. Album ini mengeksplorasi dialektika emosional antara dua kekuatan yang berlawanan &mdash; masa lalu dan masa kini, rasa sakit dan harapan, kesendirian dan cinta. World Tour yang membawa namanya menghadirkan keseluruhan perjalanan karya Centimillimental &mdash; dari Given hingga Cafun&eacute; &mdash; ke atas panggung dalam satu pertunjukan langsung. Bagi penggemar yang telah membawa lagu-lagu ini selama bertahun-tahun, inilah saatnya: sebuah <em>director's cut</em> dari musik yang sudah mereka kenal dan cintai.</p>
<figure class="image"><img title="Centimillimental Cafune " src="https://media.japanesestation.com/images/original/2026/05/22/53859-centimillimental-cafune.jpg" alt="Centimillimental Cafune " />
<figcaption>CENTIMILLIMENTAL - World Tour 2026 "Cafune" akan diselenggarakan di Jakarta</figcaption>
</figure>
<h3>KEMBALI KE INDONESIA</h3>
<p>Centimillimental sebelumnya telah tampil di Jakarta pada April 2025 sebagai bagian dari Asia Tour "ribbon" &mdash; konser solo perdananya di Indonesia. Kini ia kembali dalam Cafun&eacute; World Tour, dengan konser di Bengkel Hall &mdash; <em>venue</em> <em>live house</em> berkapasitas terbatas di jantung kawasan SCBD Jakarta. Tiket tersedia dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan konser Centimillimental sebelumnya di Indonesia, disertai benefit yang lebih beragam di semua kategori.</p>
<p>Berbeda dari gedung konser tradisional yang terasa jauh, konser ini sengaja menghadirkan kembali energi "Live House" yang penuh ketegangan dari scene musik bawah tanah Shimokitazawa. Dengan memilih suasana yang akrab dan hanya untuk penonton berdiri, Centimillimental memastikan para penggemar merasakan kedekatan dan "gelombang" suara yang sama, yang menjadi ciri khas perjalanan band Given. Dalam konser ini, setiap detak jantung dan getaran dibagikan, membuat musik terasa seolah-olah spontan dan hidup seperti saat pertama kali didengar di layar. Untuk tetap setia pada semangat <em>"Live House"</em>, kapasitas sangat dibatasi. Ini adalah kesempatan langka untuk berada begitu dekat dengan musik dalam suasana berenergi tinggi dan hanya berdiri. Karena keintiman yang disengaja ini, tiket sangat terbatas.</p>
<h3>INFORMASI TIKET</h3>
<p>Tiket tersedia melalui GOERS di hype-live.id, dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan konser Centimillimental sebelumnya di Indonesia, disertai <em>benefit</em> yang lebih beragam di semua kategori.&nbsp;</p>
<figure class="image"><img title="Centimillimental Cafune" src="https://media.japanesestation.com/images/original/2026/05/22/42905-centimillimental-cafune.jpg" alt="Centimillimental Cafune" />
<figcaption>Harga tiket konser CENTIMILLIMENTAL World Tour 2026 "Cafune"</figcaption>
</figure>
<p>Presale: 26 Mei 2026 &mdash; Buka Pukul 10:00 WIB | General Sale: 8 Juni 2026 &mdash; Buka Pukul 10:00 WIB* Harga tiket belum termasuk pajak pemerintah, platform fee, dan convenience fee. Semua kategori adalah standing. Hanya satu kategori per transaksi.</p>
<h3>TENTANG CENTIMILLIMENTAL</h3>
<p>Centimillimental adalah proyek solo dari Atsushi &mdash; komposer, lirikis, dan produser di balik seluruh diskografi musik franchise Given. Sebagai musisi multitalenta yang menulis, mengaransemen, dan membawakan sendiri seluruh karyanya, ia memainkan piano, gitar, dan mengerjakan programming secara mandiri. Perjalanan karirnya dimulai pada 2015 ketika ia memenangkan Grand Prix di Inazuma Gate yang didukung oleh Epic Records Japan. Namanya dikenal luas sebagai kekuatan kreatif di balik anime Given (2019) &mdash; termasuk lagu tema pembuka "Kizuato" dan "Fuyu no Hanashi" yang kini telah melampaui 160 juta streams secara global. Ia kemudian berkontribusi pada film Given (2020), anime "Bakuten!!" (2021) dan filmnya (2022). Pada Februari 2025, ia merilis album self-cover "for GIVEN," sebelum meluncurkan album studio keduanya "Cafun&eacute;" pada Agustus 2025 dan memulai world tour perdananya.</p>
<h3>TENTANG HYPE LIVE</h3>
<p>Hype Live, salah satu promotor konser musik di Indonesia yang menawarkan pengalaman baru bagi para penikmat musik, lahir sebagai jawaban atas kebutuhan akan pengalaman menikmati hiburan yang lebih mendalam, khususnya konser musik. Dengan visi mentransformasi cara penggemar berinteraksi dengan artis favorit mereka, Hype Live fokus membangun jembatan antara artis dan penonton. Hype Live mengutamakan interaksi autentik dan bermakna yang melampaui sekadar menonton pertunjukan. Hype Live percaya bahwa koneksi personal antara artis dan penggemar merupakan elemen penting dalam menciptakan pengalaman konser yang berkesan dan tak terlupakan.</p>
<h3>TENTANG ASTELLAR EXPERIENCE</h3>
<p>Astellar Experience adalah perusahaan produksi acara kreatif yang berfokus pada penghadiran konsep live experience premium di seluruh Asia Tenggara.</p>
                        ]]>
                    </content:encoded>
                                        <media:content url="https://media.japanesestation.com/images/750x422/2026/05/22/53859-centimillimental-cafune.jpg" type="image/jpeg" medium="image"></media:content>
                </item>
                        </channel>
</rss>