Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang (Fire and Disaster Management Agency) melaporkan bahwa kondisi musim dingin ekstrem dan kecelakaan terkait salju selama 14 hari terakhir telah menewaskan 27 orang di berbagai wilayah Jepang. Hingga Senin, jumlah korban jiwa terbanyak tercatat di Prefektur Niigata di sisi Laut Jepang dengan 12 orang meninggal, disusul Prefektur Akita di Jepang utara dengan 6 korban, serta Hokkaido dengan 3 korban jiwa. Suhu udara di Jepang sempat menghangat, namun mulai Jumat, 6 Februari, gelombang udara dingin yang lebih kuat diperkirakan akan kembali bergerak ke selatan.
Puncaknya diperkirakan terjadi pada Sabtu–Minggu, 7–8 Februari, ketika udara dingin kuat menyelimuti hampir seluruh wilayah Jepang. Kondisi ini diperkirakan membawa salju lebat, terutama di wilayah sisi Laut Jepang, dengan akumulasi salju yang terus bertambah di daerah yang sebelumnya sudah mengalami hujan salju ekstrem. Beberapa wilayah bahkan mencatat rekor ketebalan salju, sehingga risiko kecelakaan akibat salju perlu diwaspadai. Selain itu, wilayah Pasifik seperti Kanto, termasuk Tokyo, juga berpotensi mengalami hujan salju yang dapat berdampak pada lalu lintas dan transportasi. Cuaca dingin ekstrem diperkirakan akan berlangsung hingga awal pekan depan, sehingga masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan mempersiapkan perlindungan terhadap suhu dingin. #beritajepang #JapanWeather #SaljuJepang #TravelJapan #ExploreJapan