Share on

Pada awal Mei, orang-orang di Jepang diminta untuk tetap diam di rumah selama Golden Week. Alasannya, karena Jepang masih dalam status keadaan darurat, dan orang-orang dminta untuk ke luar rumah hanya jika ada kebutuhan mendesak, seperti berbelanja kebutuhan pangan, masalah kesehatan, dan bekerja bagi mereka yang tidak bisa work from home. Namun sayangnya, ketika Golden Week, beberapa orang Jepang yang bandel malah berjalan-jalan ke tempat yang tidak “darurat”, yaitu IKEA.

Kerumunan manusia terlihat di IKEA di Tsuruhama, Osaka. Ratusan orang bahkan sudah mengantri sebelum toko tersebut buka, berbaris  dengan jarak yang sangat dekat, tak seperti anjuran social distancing dari pemerintah Jepang yang mewajibkan orang-orang untuk menjaga jarak sejauh 2 meter satu sama lain. Mengecewakan memang melihat IKEA tidak mengatur antrian ini dengan baik.

Bahkan, tempat parkir mobil pun sangat penuh.

Tempat parkir Ikea Osaka yang penuh (twitter: @aki38mrilov)
Tempat parkir IKEA Osaka yang penuh (twitter: @aki38mrilov)

Lebih menyedihkan lagi, orang-orang ini nyatanya bukan hanya membeli barang yang mereka perlukan lalu segera meninggalkan toko, tapi mereka juga pergi ke restoran. Mereka duduk saling berdekatan satu sama lain dan memesan makanan dengan menggunakan tombol yang ada di meja.

Memang aneh rasanya melihat area restoran sangat padat seperti ini, apalagi ketika beberapa restoran lain bertransisi dan hanya melayani layanan delivery atau bertransformasi menjadi jenis toko lain seperti izakaya yang berubah menjadi toko bento untuk sementara.

Keadaan serupa pun terlihat di cabang IKEA lain, salah satunya IKEA Kohoku, di Prefektur Kanagawa.

Kepadatan juga terjadi di Ikea Kohoku, Prefektur Kanagawa. (twitter: @Yy7dcTjy82v4vPP)
Kepadatan juga terjadi di IKEA Kohoku, Prefektur Kanagawa. (twitter: @Yy7dcTjy82v4vPP)

Atau di Shinmisato, Saitama. Meski di sini antrian terlihat lebih aman karena masih memberikan jarak yang cukup jauh.

Ikea Shinmisato, Saitama yang terlihat lebih kosong. (twitter: @matsudo_news)
IKEA Shinmisato, Saitama yang terlihat lebih kosong. (twitter: @matsudo_news)

Tentunya hal ini membuat geram beberapa netizen Jepang. Mereka kesal pada tingkah laku orang-orang tersebut yang seakan tidak mempedulikan tentang bahaya virus corona. Lihat saja komentar-komentar berikut:

“Hal ini membuktikan bahwa permintaan stay at home tidak berpengaruh apapun.”

“Jadi, apakah kita akan melihat angka kasus naik kembali dua minggu mendatang?”

“Selama mereka memakan hot dog murah IKEA sepertinya mereka akan tetap bahagia.”

“Mengapa tempat seperti Starbucks tutup sementara sedangkan IKEA tidak?”

“IKEA seharusnya malu karena mementingkan pemasukan dibanding kesehatan para pelanggannya.”

Antrian di IKEA ini bukan satu-satunya contoh kasus yang memperlihatkan bahwa masih banyak orang Jepang bandel dan tidak mempedulikan permintaan pemerintah agar tetap stay at home.

Di bulan Maret lalu misalnya, banyak orang berkumpul untuk melakukan hanami. Lalu pada bulan berikutnya, orang-orang memenuhi taman dan pusat perbelanjaan. Kini, dengan diperpanjangnya status darurat Jepang hingga akhir Mei, semoga orang-orang mulai menyadari jka mereka terus melakukan semua itu, kembali ke kehidupan normal akan semakin lama.

Jadi, tahan dulu nafsu belanjamu ya! Jangan bandel dan tetap di rumah saja.