Share on

Jumlah infeksi virus corona (COVID-19) menembus angka lebih dari 5000 di Jepang pada hari Kamis (9/4/2020) lalu. Menurut penuturan NHK, angka tersebut menunjukkan bahwa tidak ada penurunan padahal pemerintah telah memberlakukan status keadaan darurat Jepang untuk Tokyo dan enam area lainnya (Chiba, Kanagawa, Saitama, Osaka, Hyogo, serta barat daya Fukuoka).

Langkah ini diambil setelah bank pusat memperingatkan bahwa pandemi virus corona memiliki risiko ketidakpastian yang amat tinggi bagi Jepang sendiri, terutama mengingat ekonomi regional menghadapi kondisi terparah setelah krisis finansial satu dekade lalu. Sebelumnya, Asosiasi Medis Jepang dan Gubernur Tokyo Yuriko Koike pun telah menekankan pentingnya status keadaan darurat di Jepang.

Pemerintah Jepang sendiri berharap ingin menahan wabah virus corona tanpa melakukan lockdown, di mana pastinya akan sangat memukul ekonomi Jepang yang sudah mengalami kesulitan karena wabah.

Akan tetapi, kelihatannya status keadaan darurat ini tetap saja berbeda dengan lockdown yang telah dilakukan beberapa negara lain. Pemerintah dapat menghimbau atau memerintahkan masyarakat untuk tetap di rumah dan bisnis untuk ditutup. Akan tetapi, tidak ada pemaksaan dan sangsi bagi yang tidak melakukannya. Pemerintah justru mengandalkan tekanan sosial dan tradisi menghormati otoritas yang sudah mengakar dalam masyarakat Jepang.

Imbas status keadaan darurat sudah terlihat di beberapa tempat hiburan malam di Tokyo seperti Shinjuku, Akasaka, dan Ginza. Namun, di tempat lain hingga hari Kamis semua terlihat sibuk dan biasa saja.

Gubernur Prefektur Aichi, Hideaki Nomura akan mengumumkan status keadaan darurat pada hari Jumat apabila pemerintah pusat tidak akan menambahkan prefektur tersebut ke dalam daftar nasional.
Kasus COVID-19 Naik, Status Keadaan Darurat Jepang Gagal?
Kyoto akan meminta pemerintah pusat untuk memasukkan mereka ke daftar prefektur dengan status keadaan darurat Jepang (english.kyodonews.net)

Dilansir dari NHK World, Prefektur Kyoto dan kota Kyoto akan melakukan hal yang sama dengan Prefektur Aichi. Kyoto telah melaporkan 165 infeksi virus corona. Jumlah tersebut adalah ketiga terbesar di area Kansai.

Pandemi ini telah membawa dampak luar biasa sulit bagi perekonomian Jepang. Bank of Japan melonggarkan kebijakan moneternya pada bulan Maret. Pemerintah juga meluncurkan paket stimulus dengan total hampit 1 triliun dollar AS untuk menghadapi pukulan ekonomi ini.