Share on

Jalur kereta di Tokyo memang terkenal dengan keretanya yang selalu penuh saat rush hour, membuat para penumpangnya terlihat seperti ikan sarden dalam kaleng. Namun, untuk beberapa saat, kereta-kereta ini sempat kosong karena adanya status darurat COVID-19 yang membatasi aktivitas penduduknya. Mengingat status darurat Jepang kini telah dicabut, berarti tak lama lagi, pemandangan serupa akan terlihat. Tentunya ini akan membuat social distancing jadi sulit. Karena itu, supaya makin aman ketika bepergian saat rush hour di Tokyo dalam masa pandemi seperti ini, ada solusinya.

Hindari Jalur Padat saat Rush Hour

tokyo rush hour japanesestation.com
Jalur Tozai (timeout.com)

Jalur Tozai adalah salah satu jalur terpadat di Tokyo Metro dengan penumpang mencapai 76.000 orang saat rush hour (menurut survei yang dilakukan oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata pada tahun 2018). Jalur ini dimulai dari Nakano menuju Nishi-Funabashi dan akan semakin padat saat penumpang mengganti kereta di Stasiun Iidabashi, Stasiun Otemachi, dan Stasiun Nakano.

Nah, buat kamu yang ingin ke Museum Ghibli, perhatikan jamnya ya. Karena untuk menuju ke sana, kamu harus menaiki JR jalur Chuo-Sobu yang beroperasi dari Stasiun Tokyo menuju Stasiun Mitaka dan berhenti di Stasiun Kichioji di tengah perjalanan. Jalur ini melewati beberapa stasiun tersibuk Tokyo, seperti Stasiun Shinjuku dan Stasiun Akihabara.  

Terakhir, ada jalur green JR Yamanote yang selalu penuh karena melewati area-area populer, seperti Shibuya, Harajuku dan Shinjuku. Jalur ini cukup padat saat memasuki area pusat perbelanjaan tersebut. Terutama, pada sore hari saat weekend, meski tidak sepadat saat rush hour pada malam hari, setelah jam pulang kantor. Karena itu, hindari menaiki kereta di jalur Yamanote saat pukul 17.45 hingga 19.00 pada saat hari kerja ya!

Gunakan Stasiun Alternatif Untuk Menghindar Keramaian

tokyo rush hour japanesestation.com
Stasiun Shinjuku yang ramai (timeout.com)

Kereta bukan satu-satunya yang padat saat rush hour lho, stasiun juga! Meski stasiun-stasiun di Tokyo kerap disebut sebagai stasiun terefisien dan tepat waktu di dunia, tetap saja stasiun tersibuknya bisa bikin kamu stres dan kehilangan arah saat mencoga bergerak di antara lautan manusia. Untungnya, ada beberapa alternatif yang bisa kamu gunakan untuk menghindari lautan manusia.

Kini, Shinjuku masih memegang rekor Guiness World Record sebagai stasiun kereta tersibuk. Bahkan menurut warga setempat, stasiun ini bisa bikin kamu gila saking padatnya. Tapi tenang saja, kamu bisa berjalan menuju stasiun terdekat yang tidak terlalu padat, seperti Stasiun Shinjuku-Nishiguchi jika ingin menaiki kereta jalur Oedo line, atau Shinjuku-Sanchome untuk jalur Marunouchi, jalur Shinjuku atau jalur Fukutoshin sebelum kamu tua di jalan karena stres.

Stasiun Tokyo juga sering penuh dengan para penumpang dan traveler yang ingin menuju ke kawasan bisnis. Jika tidak akan menaiki shinkansen, cobalah mencari rute yang melewati stasiun Nihonbashi atau Kyobashi, keduanya bisa dicapai dengan mudah dari Stasiun Tokyo!