Share on

Kabinet Pemerintahan Jepang telah menyetujui program pemberian uang tunai sebesar 200.000 yen bagi setiap 430.000 universitas dan siswa di seluruh Jepang yang kesulitan membayar biaya sekolah atau biaya hidup akibat pandemi virus COVID-19.

Bantuan ini diberikan setelah pandemi COVID-19 memaksa tutupnya bisnis di berbagai area, membuat para siswa kehilangan pekerjaan paruh waktu mereka. Bantuan ini juga rencananya akan diberikan bagi para siswa yang berasal dari luar Jepang.

Sebagai rincian, siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu akan mendapat bantuan masing-masing sebesar 200.000 yen, sementara yang lainnya akan mendapat bantuan sebesar 100.000 yen.

Ilustrasi uang yang diberikan kepada mahasiswa. (pakutaso.com)
Ilustrasi uang yang diberikan kepada para siswa (pakutaso.com)

Pemerintah Jepang telah menyisihkan 53 miliar yen dari cadangan biaya di bawah anggaran tambahan pertamanya untuk tahun fiskal 2020 untuk membiayai program tersebut. Selain siswa yang disebutkan di atas, yang bisa menjadi penerima adalah seluruh mahasiswa pascasarjana dan sarjana di setiap universitas, siswa di perguruan tinggi junior, teknis dan kejuruan serta siswa asing yang belajar di sekolah bahasa Jepang.

“Hal terpenting adalah membuat para siswa dapat melanjutkan studinya. Kami akan segera menyediakan bantuan bagi mereka,” ujar menteri pendidikan Jepang Koichi Hagiuda pada awak media.

Pemerintah akan bekerja sama dengan masing-masing sekolah untuk menentukan siswa manakah yang harus menerima bantuan. Untuk pencairan biaya, akan dilakukan melalui Organisasi Layanan Siswa Jepang, sebuah badan independen yang menyediakan bantuan keuangan kepada siswa.

Selain program pemberian uang tunai bagi siswa yang kurang mampu ini, pemerintah Jepang juga telah mengusulkan sebuah untuk memberikan bantuan uang tunai dan membebaskan biaya kuliah.

Universitas negeri dan swasta juga telah meminta pemerintah untuk menawarkan dukungan keuangan sebagai bantuan ekonomi berbentuk hibah untuk meringankan biaya  kuliah para mahasiswa.