Berita Jepang | Japanesestation.com

Semua manusia pasti pernah lupa. Mulai dari hal sepele seperti lupa mematikan lampu saat pergi ke luar rumah, hingga yang berbahaya seperti seorang polisi Jepang yang tak sengaja meninggalkan sebuah pistol berpeluru di sebuah toilet umum. Memang, lupa itu tak ada yang tahu kapan datangnya, dan tentu tak ada yang ingin hal ini berakhir membahayakan atau berujung mendapat konsekuensi serius, seperti yang baru-baru ini terjadi di Jepang, dimana seorang pegawai Kantor Prefektur Hyogo harus membayar denda sekitar 3 juta yen (sekitar 391 juta rupiah) gara-gara lupa mematikan keran air di tempat kerjanya selema hampir satu bulan penuh. Waduh.

Melansir Soranews24, kejadian ini bermula pada Oktober 2019 silam saat bangunan kantor pemerintah di Kobe tengah menjalankan sebuah inspeksi tahunan. Seorang kontraktor dalam inspeksi tersebut menangani sebuah tangki penyimpanan yang mampu menyimpan 15 ton (3.962 gallon) air yang digunakan di dalam gedung tersebut. Saat itu, ia ditemani oleh sang pegawai bersangkutan.

Jika kalian penasaran seperti apa sih inspeksinya, mungkin video di bawah bisa menggambarkannya dengan baik.

Huawei MatePad Pro

Nah, saat kontraktor itu selesai melakukan inspeksi, pegawai tersebut mengatakan “Saya akan menyelesaikan sisanya,” dan kontraktor tersebut pun meninggalkan tempat itu. Sayangnya, nyatanya ia lupa menutup keran air di tangki penyimpanan tersebut. Alhasil, bukannya menampung air, ia malah membuat air mengalir ke luar tangki.

Masalah ini pun tidak terbongkar sampai sebulan setelahnya, saat tagihan air bangunan tersebut mencapai 6 juta yen (sekitar 796 juta rupiah), lebih tinggi dari biasanya. Setelah diinvestigasi, ditemukan bahwa pegawai tersebutlah yang menyalakan keran, membuat pemerintah menguggatnya.

Dan karena pegawai tersebut mengatkan bahwa “ia akan menyelesaikan sisanya,” pengadilan mengambil kesimpulan bahwa hal tersebut tanggung jawabnya dan harus membayar setengah dari tagihan tersebut.

Masalah ini pun tidak bocor ke publik sebelum Senin (8/3) lalu, saat Gubernur Hyogo Toshizo Ido menggelar sebuah konferensi pers dan meminta maaf pada masyarakat.

“Saya ingin meminta maaf pada masyarakat Prefektur Hyogo karena kerusakan yang diakibatkan kesalahan salah satu pegawai kami.” ujarnya.

bayar denda jepang japanesestation.com
Ilustrasi hukum dan uang (pakutaso.com)

Meski masalah tersebut sepertinya sudah bisa diselesaikan dengan baik, rupanya banyak netizen Jepang yang menganggap jika hukuman denda tersebut tak adil karena memaksa seseorang untuk membayar denda sebesar itu seorang diri. Namun, ada juga yang setuju dengan “hukuman” tersebut karena dianggap pantas.

Memang, di Jepang ada hukum yang membatasi jumlah uang denda. Namun, jika dalam kasusnya nampak ada kelalaian besar, tentu hal tersebut tak akan berlaku. Dan malang bagi pegawai tersebut, ia malah membiarkan sang kontraktor pergi dan melewatkan pemeriksaan ulang. Hal ini dipandang sebagai kelalaian besar di mata pengadilan.

Kasihan memang, tapi hukum tetap harus berlaku kan?