Berita Jepang | Japanesestation.com

Jepang akhirnya memutuskan untuk melonggarkan pembatasan masuk bagi para pelajar asing yang kemungkinan akan dilakukan pada bulan ini, menurut sumber dari pemerintah pada hari Sabtu (22/08/2020). Sebelumnya, Jepang juga mengumumkan akan memperbolehkan warga asing dengan visa penduduk tetap untuk kembali masuk ke negara tersebut mulai bulan September.

Kelonggaran bagi pelajar asing akan diberikan terlebih dahulu kepada mereka yang disponsori oleh pemerintah Jepang. Selanjutnya, diharapkan kelonggaran tersebut akan diberlakukan bagi pelajar internasional mandiri/memakai biaya pribadi.

Sumber dari pemerintah pun menambahkan bahwa para warga asing yang masuk diminta untuk melakukan tes PCR (polymerase chain reaction) dan membuktikan bahwa mereka tidak terinfeksi COVID-19 ketika memasuki Jepang. Para warga asing tersebut pun diminta untuk mengisolasi diri selama dua minggu agar Kesehatan mereka dapat dipantau.

Saat ini, Jepang melarang 146 negara masuk ke wilayah mereka. Penolakan masuknya warga asing yang berstatus penduduk tetap menuai banyak kritik keras, terutama dari komunitas ekspaktriat Jepang. Padahal, banyak negara lain yang memberlakukan larangan perjalanan tidak membeda-bedakan antara warga negara dan penduduk asing dalam memberikan izin masuk kembali.

Sementara, bagi pelajar asing, mereka sendiri biasanya datang ke Jepang pada musim semi dan musim gugur, saat kalender sekolah Jepang dimulai. Akan tetapi, banyak dari mereka terpaksa tidak bisa memasuki Jepang pada musim semi ini. Hal ini disebabkan oleh penambahan negara yang warganya tidak boleh memasuki Jepang pada awal April lalu sebagai reaksi terhadap pandemi COVID-19.

Selain penduduk, hanya warga asing yang memenuhi persyaratan tertentu yang dapat memasuki Jepang, juga bagi mereka yang melakukan perjalanan bisnis.

Pemerintah Jepang baru-baru ini memutuskan untuk menerima orang-orang yang dinas ke Jepang untuk urusan bisnis dari 16 negara, termasuk Thailand dan Vietnam.

Pada hari Sabtu, sekitar 1.000 kasus tambahan virus corona dilaporkan di seluruh negeri, 256 di antaranya di Tokyo, 134 di Prefektur Osaka, dan 101 di Prefektur Kanagawa.

Total kasus virus corona secara nasional telah mencapai angka 62.500, termasuk sekitar 700 dari kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Yokohama pada bulan Februari.

Status peringatan dari pemerintah Tokyo untuk pandemic berada dalam tingkat tertinggi, yang berarti "infeksi sedang menyebar," meskipun beberapa ahli kesehatan telah menyatakan bahwa infeksi telah mencapai puncaknya pada akhir Juli.