Berita Jepang | Japanesestation.com

Teh merupakan salah satu minuman populer di Jepang. Lebih dari sekedar minuman yang diseduh, teh merupakan bagian penting dari budaya Jepang yang memiliki banyak makna. Bahkan, di Jepang sendiri terdapat upacara minum teh yang biasa dilakukan untuk acara penting dengan tujuan agar para tamu dapat menikmati keramah tamahan tuan rumah. Selain disajikan untuk acara-acara penting, ternyata teh juga merupakan bahan yang esensial di kehidupan sehari-hari orang Jepang, salah satunya adalah pada bidang kuliner.

Pada bidang kuliner di Jepang sendiri, jenis-jenis teh seperti matcha, sencha, bancha, dan houjicha merupakan jenis teh yang cocok berpadu dengan cita rasa hidangan Jepang. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa matcha menjadi salah satu jenis teh yang paling digemari. Rasa dari matcha yang sedikit pahit, justru sangat cocok disandingkan dengan rasa hidangan yang manis dan gurih. Oleh karena itu, banyak kita jumpai jajanan seperti ice cream, mochi, dorayaki, dan lain sebagainya yang menggunakan teh jenis ini.

Selain hal-hal yang telah dijelaskan sebelumnya, kira-kira teh bisa menjadi bahan memasak untuk apa lagi ya? Yuk, kita simak sama-sama!

1. Chagayu (茶 粥)

Chagayu
Chagayu (japan-experience.com)

Chagayu adalah bubur teh yang  terkenal di Jepang bagian barat, khususnya di Prefektur Nara. Bubur ini memiliki aroma yang manis dan rasa yang menyegarkan; dan seringkali disantap di pagi hari. Pembuatannya sendiri terbilang mudah, anda hanya perlu memasak nasi dengan air seduhan teh jenis bancha atau houjicha. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk mengganti teh tersebut dengan jenis teh lainnya.

Hidangan ini awalnya ditujukan untuk acara-acara keagamaan, namun dengan sangat cepat hidangan ini diterima oleh masyarakat. Catatan tertua tentang chagayu berasal dari tahun 752 di Kuil Tondaiji, Nara. Dengan kata lain, hidangan ini telah berusia lebih dari 1.200 tahun.

2. Ochazuke (お 茶 漬 け)

Ochazuke
Ochazuke (tsunagujapan.com)

Tidak berbeda jauh dari chagayu, Ochazuke atau Chazuke juga merupakan hidangan yang terbuat dari nasi dan teh. Namun, nasi yang digunakan dalam ochazuke merupakan nasi yang sudah matang. Anda hanya perlu menuangkan teh hijau atau houjicha di atas nasi hangat yang telah anda siapkan sebelumnya. Anda juga bisa menambahkan bahan lain seperti wijen, umeboshi, ikan air tawar, salmon, dan lain-lain sebagai pendamping makan anda.

Ochazuke menjadi sangat populer selama periode Edo (1603-1868), yang mana pada saat itu orang-orang sangat memuja sebuah kepraktisan. Kini setelah mengalami revolusi kecil, ochazuke hadir dengan versi instan yang bahkan telah dipasarkan ke seluruh Jepang.

3. Ocha no Me Tempura (お 茶 の 芽 の 天 ぷ ら)

Ocha no Tempura
ocha no  me tempura (japan-experience.com)

Ocha no Me Tempura atau “tempura kuncup teh”  ini merupakan kuncup daun muda teh shincha yang digoreng dengan cara mencelupkan terlebih dahulu kuncup daun teh ke dalam adonan tempura kemudian digoreng.

Teh jenis shincha biasanya dapat ditemui di Prefektur Shizuoka. Teh jenis ini biasanya hanya tersedia selama beberapa minggu setiap tahunnya, dan biasanya panen akan dilakukan pada awal bulan Mei.