Share on

Jika kamu pernah ke Jepang, kamu mungkin pernah memperhatikan bahwa anak-anak sekolah di Jepang punya kesamaan. Mereka menggunakan pengucapan “katakana" untuk berbicara dalam bahasa Inggris, yang mungkin terdengar aneh atau sulit dimengerti, bahkan oleh orang-orang yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa percakapan sehari-hari.

Advertise With Us

Pengucapan kata-kata bahasa Inggris mereka ini mengacu pada tiap suku kata seperti yang ditulis dalam katakana. Artinya kata "sit" (duduk) menjadi "shitto", "light" (ringan) menjadi "raito", dan "thing" (benda) menjadi "shingu".

Siswa Jepang
Siswa Jepang (pakutaso.com)

Meskipun tidak ada yang salah dari menggunakan katakana untuk berbicara dalam bahasa Inggris sebagai pendahuluan untuk mendapatkan fonetik dari sebuah kata baru dengan benar, tetapi hal ini menjadi berbeda jika seseorang harus terus berada di titik tersebut karena mereka tidak ingin menjadi paku yang menonjol.

Deru kugi wa utareru” yang berarti “paku yang menonjol akan dipalu” adalah pepatah yang sering dikutip untuk menggambarkan pentingnya kesetaraan di Jepang, dan hal ini bahkan terlihat lebih jelas di antara remaja dan pra-remaja di lingkungan sekolah. Jadi, ketika harus berbahasa Inggris, tidak ada seorang pun yang ingin menonjol dan terdengar berbeda dengan yang lain.

Namun, baru-baru ini, seorang pengguna Twitter dan guru sekolah menengah di Jepang, Shira (@shirassh), menarik perhatian semua orang dengan tweet berikut.

“Ketika siswa SMP dan SMA Jepang mencoba meningkatkan pengucapan bahasa Inggris mereka, kendala terbesar bagi mereka adalah “pandangan orang”. Jika hanya satu orang yang berbicara dengan pengucapan yang benar, mereka akan menonjol di kelas, dan jika tidak beruntung mereka akan diintimidasi. Bahkan ada kasus di mana siswa yang menonjol akan terganggu sendiri oleh hal itu, sehingga mereka sengaja berbicara dengan pengucapan katakana yang buruk.”

Shira menyatakan bahwa observasi ini tidak berdasarkan data atau wawancara formal, tetapi pengalaman pribadinya, pengetahuan yang diperolehnya dari buku, dan cerita dari siswanya. Sebagai guru sekolah dengan pengalaman bertahun-tahun, Shira telah melihat secara langsung efek dari "pandangan orang" pada keterampilan berbicara siswa di kelas.

Topik tentang siswa yang menonjol adalah salah satu topik yang sering dibahas di kalangan guru. Siswa yang kembali ke Jepang setelah tinggal di luar negeri akan berbicara dengan guru dengan pengucapan bahasa Inggris yang sempurna, tetapi ketika dipanggil untuk berbicara di kelas, mereka menggunakan pengucapan katakana yang buruk di depan teman sekelas mereka.

Siswa Jepang
Kenapa siswa di Jepang sulit melafalkan bahasa Inggris? (pakutaso.com)

Tweet dari Shira menarik perhatian banyak orang. Mereka mendukung pengamatannya dan menceritakan pengalaman mereka sendiri di sekolah.

“Meskipun saya dibesarkan di negara berbahasa Inggris ketika saya masih kecil, tetapi saya tidak dapat berbicara sama sekali di sekolah di Jepang. Ketika saya mengangkat tangan untuk memberikan pendapat di kelas, siswa lain akan tertawa. Ketika saya pikir saya akan mencoba menggunakan pengucapan yang benar, mereka akan tertawa. Itu adalah salah satu alasan kenapa saya benci sekolah."

“Saat saya duduk di bangku kelas 3 SMP, seorang siswi yang sekelas dengan saya, yang lancar berbicara bahasa Inggris sejak SD, mengikuti lomba pidato bahasa Inggris. Dia memiliki pelafalan yang sangat bagus, tetapi seorang anak laki-laki di kelas kami terus mengolok-oloknya, berkata 'kedengarannya seperti bahasa Mandarin. Cina, Cina.' Jika diingat kembali, saya tidak percaya betapa rasisnya hal itu."

“Ketika saya masih seorang siswa sekolah menengah pertama, saya sering mendengarkan musik rock berbahasa Inggris. Ketika saya melafalkan bahasa Inggris seperti yang saya dengar dalam lagu di kelas bahasa Inggris pertama saya, guru menertawakan saya seolah-olah ingin berkata "Apa yang kamu coba lakukan?". Sejak saat itu, saya berbicara dengan pengucapan katakana. Saya benci kelas bahasa Inggris dan menjadi sadar diri."

Dari sudut pandang orang dewasa, mungkin mengecewakan melihat siswa dengan kemampuan yang sangat baik dengan sengaja menurunkan tingkat kemahiran mereka untuk "menyesuaikan diri" dengan teman sekelas mereka. Namun, hal ini dapat dimengerti untuk dilakukan ketika kamu masih muda dan mudah terpengaruh. Dan, untungnya, hal ini tidak bertahan selamanya.

Siswa Jepang
Kenapa siswa di Jepang sulit melafalkan bahasa Inggris? (pakutaso.com)

Semoga lebih banyak siswa menemukan keberanian untuk berdiri dan menjadi paku yang menonjol di kelas, tentunya dengan dukungan guru mereka. Dan semoga orang tua dapat mengajari anaknya untuk lebih menerima perbedaan dari dirinya sendiri. Karena saat kamu belajar sesuatu, mencoba hal-hal baru dan membuat kesalahan adalah satu-satunya cara untuk meningkatkan keterampilan.