Berita Jepang | Japanesestation.com

Jepang memiliki sejarah yang panjang dan kaya, dan bahasanya yang terkenal kompleks mencerminkan hal itu. Bahasa suatu negara dapat memberi perspektif dan wawasan tentang budaya dan sikap orang yang menggunakannya. Biasanya, ada banyak kata dalam bahasa Jepang yang tidak memiliki padanan atau terjemahan bahasa lain. Mulai dari yang lucu, puitis, hingga spiritual. Kata-kata ini pasti akan membuat kamu tersenyum, dan sebagian besar akan membuat kamu bertanya-tanya.

1. KY

Canggung
Ilustrasi canggung (livejapan.com)

“KY” digunakan sebagai singkatan dari frasa Jepang "kūki yomenai", yang berarti "tidak bisa membaca udara," atau lebih spesifiknya, "tidak bisa membaca situasi". Kamu bisa mengatakan seseorang “KY” jika mereka secara sosial canggung atau tidak pantas. Jepang memiliki budaya konteks yang sangat tinggi, yang berarti bahwa banyak interaksi sosial melibatkan menyarankan sesuatu secara tidak langsung, menyimpulkan makna tersembunyi, dan tidak berbicara terus terang atau mengatakan sesuatu secara langsung.

2. Betsu Bara

Hidangan Penutup
Hidangan penutup (livejapan.com)

Siapa pun yang menyukai makanan manis dapat memahami betsu bara, atau "perut terpisah". Kata ini mengacu pada ruang ekstra misterius di perut, khusus untuk hidangan pencuci mulut setelah makan besar. Kata ini agak lucu untuk menjelaskan dengan malu-malu ketika kamu masih ingin makan hidangan penutup setelah kekenyangan.

Huawei MatePad Pro

3. Shibui

Belanja Barang Bekas
Ilustrasi belanja barang bekas (livejapan.com)

Kata sifat yang sangat spesifik ini digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu atau seseorang yang telah menua dengan anggun, dan malah menjadi lebih keren seiring bertambahnya usia.

4. Karōshi

Stress Kerja
Ilustrasi stress kerja (livejapan.com)

Kata gelap ini mungkin agak terkenal di negara lain saat ini, tetapi hanya disebutkan untuk memahami tekanan yang muncul di dunia kerja. Didefinisikan sebagai "kematian karena terlalu banyak bekerja / kelelahan bekerja", karōshi tidak hanya berarti kematian karena sebab-sebab alami yang disebabkan oleh stress. Ini mencakup segala hal, mulai dari terjungkal dari meja karena mengalami serangan jantung, bahkan sejauh mengambil nyawa sendiri karena pekerjaannya terlalu membuat stres.

5. Kuchisabishī

Camilan
Camilan (livejapan.com)

Ungkapan ini berarti bahwa "mulut kesepian", yang menggambarkan “makan karena bosan”, bukan karena lapar. Kita semua pernah memakan suguhan tanpa suatu alasan ketika tidak ada lagi yang bisa dilakukan, tetapi tidak memiliki kata yang tepat untuk menggambarkan kebiasaan ini.

6. Nekojita

Meniup makanan
Ilustrasi meniup makanan (livejapan.com)

Orang Jepang sangat suka makanan dan minuman mereka saat masih panas, cukup panas untuk menyebabkan rasa sakit sedang. Orang yang meniup makanannya sebelum memakannya dikatakan memiliki “nekojita,” atau “lidah kucing”. Kata yang agak tidak nyata ini konon berasal dari zaman Edo, dan didasarkan pada fakta bahwa kucing (diduga) tidak suka makan makanan panas.

7. Mikka Bōzu

Biksu
Biksu (livejapan.com)

Ini berarti "biksu tiga hari", mengacu pada seseorang yang menyerah pada sesuatu dengan sangat cepat. Nuansa awalnya dimulai dengan penuh gairah dan semangat, namun kemudian goyah dengan sangat cepat. Para biksu Buddha di Jepang memiliki rutinitas yang cukup ketat, bangun sangat pagi, bersih-bersih, dan latihan yang berat, sehingga sepanjang sejarah banyak orang yang menyerah dalam waktu singkat.

8. Keep-kun

Selingkuh
Ilustrasi selingkuh (livejapan.com)

Yang ini mungkin terdengar sedikit kasar, tapi “Keep-kun” adalah pacar pengganti yang hanya disimpan sampai seseorang yang lebih baik muncul. Terdiri dari kata dalam bahasa Inggris "keep", dan bahasa Jepang "kun", yang merupakan sufiks yang ditambahkan ke nama pria untuk menunjukkan kasih sayang atau kedekatan. Berhati-hatilah karena kata ini umumnya hanya digunakan oleh generasi yang lebih tua dan sebagian besar sudah tidak menggunakannya lagi.

9. Kucharā

Mengunyah makanan
Ilustrasi mengunyah makanan (livejapan.com)

Kata kuchara sedikit kuno, tetapi mengacu pada orang yang mengunyah dengan mulut terbuka. Bahasa Jepang benar-benar penuh sesak dengan onomatope, dan suara yang dibuat dengan mengunyah dengan mulut terbuka adalah kucha-kucha.