Share on

Alasan utama kenapa perusahaan Jepang mengadakan begitu banyak rapat, acara minum di luar jam kerja, dan wisata karyawan adalah karena hal ini merupakan kesempatan bagi rekan kerja untuk saling berbagi ide dan lebih memahami perspektif satu sama lain atau tantangan yang mereka hadapi saat ini.

Advertise With Us

Namun ada pengecualian besar dalam hal ini jika yang ingin disampaikan adalah mengundurkan diri dari perusahaan. Menyampaikan kabar pengunduran diri kepada rekan kerja kamu sendiri bisa menjadi hal rumit yang dapat membuatmu dikritik.

kultur kerja Jepang toxic japanesestation.com
Ilustrasi pekerja Jepang (pakutaso.com)

Seorang pengguna Twitter Jepang, @TareObjects, baru-baru ini menceritakan insiden yang terjadi di bekas tempat kerjanya. Seperti kebanyakan perusahaan Jepang, mereka memiliki salam pagi setiap hari, di mana manajer akan memberi tahu seluruh staf tentang berita penting untuk hari itu. Pada salah satu salam pagi, @TareObjects angkat bicara dan memberi tahu semua orang, “Saya telah menemukan pekerjaan baru. Terima kasih untuk semuanya selama saya di sini.”

Namun setelah itu, manajer berbicara dengan @TareObjects dan dengan tegas berkata, "Ini membuat kami berada dalam posisi yang sulit karena anda mengatakannya". Dia juga menjelaskan bahwa atasannya bersikeras menjelaskan situasi yang akan terjadi jika dia berhenti bekerja di perusahaan tersebut.

Banyak pengguna Twitter lainnya menanggapi ceritanya, mengatakan bahwa itu adalah bukti bahwa keluar dari perusahaan tersebut adalah keputusan yang tepat.

“Kenapa kamu harus merasa tidak enak mencari pekerjaan baru?”

“Baik untukmu karena mengatakannya seperti itu!”

“Siapa peduli apa yang diinginkan bos? Kamu berhenti, jadi kamu tidak perlu berurusan dengan mereka lagi."

"Perusahaan itu sepertinya akan runtuh dari dalam."

Perusahaan Jepang
Jangan ucapkan kalimat ini jika ingin berhenti bekerja di perusahaan Jepang (pakutaso.com)

Namun, ada juga beberapa orang yang merasa bahwa kalimat "saya telah menemukan pekerjaan baru" bukanlah pilihan kata yang baik, karena biasanya mengandung konotasi bahwa kamu menemukan tempat yang lebih baik untuk bekerja daripada perusahaan saat ini. Kalimat ini juga mungkin bisa dinilai sebagai sombong atau pernyataan tidak sensitif terhadap perusahaan maupun rekan kerja.

“Menurutku, memberi tahu semua orang 'aku telah menemukan pekerjaan baru' pada salam pagi menunjukkan kurangnya akal sehat… kecuali jika tujuanmu hanya untuk mempermalukan bosmu.”

ilustrasi bekerja lembur
Ilustrasi Bekerja Lembur di Jepang (tsunagulocal.com)

Ada juga komentar yang menyebutkan pepatah Jepang "tatsu tori wa ato wo nigosazu", artinya "seekor burung tidak mengotori sarang sebelum terbang pergi". Pepatah ini berarti bahwa mengakhiri hubungan dengan bersih dan sopan adalah penting.

Seperti yang ditunjukkan oleh perbedaan pendapat di atas, tidak semua orang berpikir bahwa "saya telah menemukan pekerjaan baru" (tenshoku kimarimashita) adalah kalimat yang sopan. Pada saat yang sama, "saya berhenti" (yameru koto ni narimashita) adalah frasa yang mungkin terasa kurang tepat dalam situasi ini, karena, dalam bahasa Jepang, “yameru” dapat diartikan sebagai "berhenti bekerja" atau "menyerah karena pekerjaan ini terlalu sulit bagi saya".