Share on

3. papa / パパ

ayah jepang panggilan japanestation.com
Anak-anak (pakutaso.com)

Sama seperti dalam bahasa Inggris, kata “papa” mulai digunakan di Jepang. Meskipun begitu, kata ini memberi kesan childish dan biasanya digunakan anak-anak. Biasanya sih, anak-anak ini mengganti panggilan mereka pada ayahnya saat tumbuh dewasa, tapi ada juga beberapa anak perempuan yang tetap memanggil sang ayah dengan “papa” hingga ia dewasa (meski hanya saat berbicara dengan anggota keluarga lain dan ayahnya sendiri). Jika di depan orang lain ia tetap melakukannya, bisa-bisa dicap sebagai “daddy girl” nih.

Advertise With Us

4. oyaji / 親父 / おやじ

Oyaji dibentuk dari 2 kanji, kanji “orang tua” (親) dan“ayah” (父). Kata ini sebenarnya bukan hanya berarti ayah, tapi juga lelaki paruh baya atau pria yang lebih tua.

Dalam bahasa Indonesia, oyaji mungkin bisa diartikan dengan “pap”. Oyaji juga bisa ditulis dengan hiragana, terkesan lebih santai. Dan mungkin,  kamu juga pernah mendengar kata “ero oyaji” (om-om mesum)? Ya, oyaji ini ditulis dengan kanji atau hiragana yang sama.

Oyaji juga merupakan kata paling “kasar” di daftar ini, tapi, jika kamu mengucapkannya dengan suara hangat, bisa memberi kesan maskulin dan biasanya sih hanya diucapkan oleh laki-laki.  

5. oton / おとん

ayah jepang panggilan japanestation.com
Suasana pedesaan (pakutaso.com)

Setelah melihat tentang kata-kata yang biasa digunakan oleh orang Tokyo dan Jepang timur dalam memanggil ayah, mari kira menuju daerah pedesaan. Di sini, biasanya orang-orang memanggil ayah mereka dengan sebutan “oton” .

Kata “oton” ini juga biasanya digunakan oleh mereka yang berbicara dengan logat Kansai lho. Tapi, karena kata ini sangat beraura pedesaan, mungkin bisa membuat beberapa orang terkekeh jika digunakan dalam situasi formal.

6. chichiue / 父上

ayah jepang panggilan japanestation.com
Samurai (pakutaso.com)

Jika dilihat sepintas, kata “chichiue” mungkin tidak jauh berbeda dengan “chichi” hanya ditambah kanji上 yang berarti “atas” di akhirnya. Jadi, terasa sangat sopan bukan?

Ya memang sih, sangat sopan, tapi sangat ketinggalan zaman. Panggilan “chichiue” biasanya hanya dipakai di zaman samurai dulu. Sekarang sih, sudah jarang banget yang memakainya.

7. chichioya / 父親

Dan terakhir, ada chichioya. Penulisannya sama seperti “oyaji” versi terbalik, kanji “ayah” di depan sementara kanji “orang tua” di belakang. Kata ini biasanya digunakan saat membicarakan tentang ayah secara umum, misalnya dalam sebuah pengumuman atau pernyataan tertulis. Umumnya, kata ini tidak digunakan dalam percakapan, tetapi ada juga beberapa orang yang menggunakan kata chichioya untuk memanggil ayahnya sendiri.

Ternyata, banyak juga ya panggilan untuk ayah di Jepang? Uniknya, setiap pangilan punya kesan berbeda dan penggunaan yang berbeda pula! Nah, kalau ngobrol dengan orang Jepang nanti, jangan sampai salah memanggil ayah ya!