Share on

Ryohin Keikaku, perusahaan yang menaungi toko barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga MUJI, akan bekerja sama dengan chain convenience store (konbini) Lawson. Dilansir dari Nikkei, Lawson mulai menjual berbagai produk MUJI, seperti kosmetik, alat tulis, dan pakaian dalam mulai Rabu (17/6). Ke depannya, Muji akan diberi rak khusus untuk men-display produknya.

Alasan di balik kerja sama dua perusahaan besar ini adalah karena adanya perubahan perilaku konsumen. Pandemi virus corona membuat orang-orang lebih memilih untuk membeli kebutuhan sehari-hari di konbini terdekat.

Sementara itu, konbini di Jepang harus menghadapi kenyataan bahwa merosotnya populasi Jepang membuat sulit berkembangnya pembukaan cabang-cabang baru. Keputusan Lawson untuk bekerja sama dengan franchise lain dan mengembangkan jenis produk yang dijualnya ini merupakan salah satu langkah agar tidak kalah saing dengan chain konbini lain.

Lawson biasanya memiliki sekitar 3.500 produk di setiap tokonya. Kini, sekitar 500 produk dari jumlah tersebut akan diganti dengan produk MUJI.

Lawson konbini japanesestation.com
Seorang karyawan Lawson tengah merapikan produk (asia.nikkei.com)

Chain konbini yang memiliki sekitar 15.000 cabang di seluruh Jepang ini juga berencana untuk menambah toko yang akan menjual produk MUJI secara bertahap dengan mempertimbangkan traffic pelanggan dan lokasi cabang. Untuk itu, kedua perusahaan ini akan memanfaatkan data dan analisis penjualan Lawson untuk mengembangkan produk hasil kerja sama mereka.

Beberapa kandidat produk yang akan dikembangkan adalah deterjen ramah lingkungan dan makanan olahan bernutrisi yang merupakan produk paling dicari di tengah wabah COVID-19. Tingkat penjualan untuk kedua produk ini naik sekitar 1,5 dan 2 kali lipat. Ke depannya, kerja sama ini akan mempertimbangkan untuk membuat sebuah toko khusus untuk menjual produk merek pribadi mereka.

MUJI telah memiliki lebih dari 400 outlet. Sang operator, Ryohin Keikaku, sebelumnya sempat menyuplai produk MUJI ke FamilyMart, chain konbini besar lain di Jepang, namum kontraknya telah berakhir pada Januari tahun lalu. Namun, perusahaan ini terus mencari peluang untuk memperluas bisnisnya dengan kolaborasinya bersama Lawson yang juga ingin memperluas lineup produknya.

Lawson konbini japanesestation.com
Logo Muji (wikimedia.org

Virus corona memang menyebabkan adanya peningkatan konsumen dan berujung dengan meningkatnya pembelian bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari lewat toko daring, terutama di daerah perumahan dan perkotaan. Menurut Asosiasi Waralaba Jepang, total penjualan dari 7 konbini besar di Jepang sempat anjlok 10.6% pada bulan April menjadi 778 juta yen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Jumlah pelanggan juga turun hingga sebanyak 18.4%. Namun, pelanggan yang membeli secara borongan naik, dengan rata-rata 9.5%.

Pembukaan cabang besar-besaran beberapa tahun ke belakang membuat jumlah konbini Jepang mencapai 58.000. Sayangnya, menjamurnya konbini tidak sebanding dengan populasi yang terus turun, membuat toko sulit berkembang.  

Operator-operator besar pun mulai memutar otak untuk meningkatkatkan jumlah pelanggan di tengah wabah virus corona.

Pada Selasa lalu misalnya, Seven-Eleven Japan, operator konbini terbesar di Jepang mulai menawarkan asuransi di beberapa outletnya setelah bekerja sama dengan perusahaan asuransi MS & AD Insurance Group Holdings. FamilyMart  juga  berusaha untuk memperluas bidang usahanya dengan menjual sayuran dan buah-buahan di area perkantoran.