Share on

Pemerintah Jepang mengatakan bahwa kini Jepang menerima masuknya kembali guru-guru berkewarganegaraan asing untuk mengajar di sekolah internasional pada Selasa (5/8). Mereka dan keluarganya adalah pengecualian dari pembatasan perjalanan yang kini dilakukan Jepang untuk mencegah penyebaran virus corona.  

Advertise With Us

Dilansir dari Mainichi, Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa pertama kalinya masuk dan masuknya kembali guru-guru di sekolah internasional di Jepang ini merupakan "keadaan khusus"  untuk menjaga hak anak-anak dalam mendapat edukasi yang baik serta sulitnya mendapat guru pengganti di Jepang.

guru internasional Jepang japanesestation.com
Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi (mainichi.jp)

"Terkait guru-guru di sekolah internasional dan keluarganya, kami menerima entri baru dan entri ulang bagi mereka yang telah memilki status kependudukan di Jepang,” ujar Motegi.

Jepang kini masih membatasi keluar dan masuknya seluruh turis dan warga asing dari 146 area dan negara, termasuk Indonesia.

Penolakan masuknya kembali mereka yang merupakan penduduk asing yang memiliki status kependudukan tetap di Jepang mendapat kecaman dari komunitas ekspatriat, karena menghalangi mereka dari bepergian ke luar negeri dan kembali ke Jepang. Meskipun begitu, ada pengecualian bagi penduduk asing yang harus kembali ke tanah airnya karena kematian anggota keluarganya.