Share on

Apakah uang dapat memberimu cinta dan kasih sayang serta menghilangkan rasa kesepian? Mungkin tidak. Namun, nyatanya di Jepang hal itu bisa saja diwujudkan dengan jasa sewa keluarga di Jepang. Kamu bisa menyewa pria yang bisa berperan sebagai ayah, menggantikan ayah aslimu yang sibuk bekerja, tamu dalam acara pernikahan, hingga pasangan palsu.

Advertise With Us

Nah, salah satu bisnis yang menyediakan jasa sewa keluarga ini adalah Family Romance, sebuah perusahaan yang didirikan oleh Ishii Yuichi. Pria berusia 38 tahun ini adalah seorang ayah untuk lebih dari 25 keluarga dan suami bagi lebih dari 600 orang wanita, meski tidak ada satu pun yang merupakan anggota keluarga aslinya. Bersama dengan 1.200 aktor dan aktris yang ia pekerjakan di perusahannya, ia telah memerankan berbagai macam peran, mulai dari ayah pengganti dalam acara pernikahan, ayah yang hilang, bahkan seorang mempelai pria. Ya, dengan bayaran mulai dari harga 8000 yen, para pelanggan dapat menyewa keluarga atau pendamping palsu sesuai keinginanmu, baik dari sifat tingkah laku, hingga penampilan.

jasa sewa keluarga Jepang japanesestation.com
Ishii Yuichi, pendiri Family Romance (hivelife.com)

Lantas, apa yang membuat Ishii memulai bisnis unik ini? Ternyata, semua berawal saat ia menolong temannya ketika ia berusia 24 tahun.

“Ia adalah seorang ibu tunggal dan putranya sulit masuk TK karena background keluarganya. Karena itu, aku berpura-pura menjadi ayah dari anak itu,” ujar Ishii. Sejak itulah, Ishii mulai membangun Family Romance dengan tujuan untuk memecahkan masalah sosial yang sulit dipecahkan di Jepang dengan cepat, salah satunya, orangtua tunggal.

“Di negara yang family-oriented seperti Jepang, orangtua tunggal kerap terpinggirkan. Karena itulah, jasa sewa keluarga adalah cara terbaik untuk mengisi kekosongan dalam keluarga itu,” jelas Ishii.

jasa sewa keluarga Jepang japanesestation.com
Aktor berperan sebagai keluarga palsu (hivelife.com)

Dan rupanya, Family Romance hanya salah satu dari perusahaan yang menawarkan jasa penyewaan keluarga atau teman di Jepang. Banyak platform rental lainnya bermunculan, menawarkan jasa keluarga, teman, tamu pemakaman, dan teman kencan palsu dengan satu syarat: tidak boleh terjadi hubungan lebih intim. Nah, salah satu jasa baru itu adalah New Start, sebuah organisasi non-profit  yang bertujuan untuk membuat hikikomori keluar dari “sarangnya” dengan jasa penyewaan adik atau kakak perempuan. Ada juga layanan “Ossan Rental” yang melayani gadis muda yang membutuhkan bimbingan “pria yang sudah berpengalaman” dengan menawarkan jasa mendengarkan curhatan mereka, memberi nasihat terkait kehidupan percintaan dan pilihan karir, hingga menjadi teman untuk ke bar atau pergi ke konser.

jasa sewa keluarga Jepang japanesestation.com
Ilustrasi keluarga Jepang (hivelife.com)

Nah, kira-kira, apa yang menyebabkan layanan jasa sewa keluarga ini laku keras? Ternyata, salah satu alasannya adalah kurangnya hubungan antar manusia akibat perubahan sosial.

“Ada peningkatan angka anak muda yang tidak dapat bersosialisai karena mereka tidak memiliki kondisi keluarga yang sama seperti saat masa setelah perang dulu,” jelas Ishii.

Karena itu, Ishii mengatakan bahwa sebenarnya jasa sewa keluarga di Jepang bukanlah hal baik karena tujuan adanya jasa ini adalah untuk meringankan penderitan orang-orang dari tuntutan masyarakat. Namun, jasa ini dibutuhkan karena dapat menolong orang-orang menghadapi masalah umum di Jepang dengan mengisi kekosongan yang mereka butuhkan meski dengan cara “berpura-pura”. Bingung juga ya?

jasa sewa keluarga Jepang japanesestation.com
Ilustrasi pasangan palsu (hivelife.com)

Tentunya, pekerjaan ini membuat para aktor yang terlibat di dalamnya mengalami krisis identitas, namun bagi Ishii dan rekan sejawatnya, timbal balik dari pekerjaan unik ini sangat melebihi tantangan yang ia hadapi.

“Ucapan terima kasih dari para klien rasanya sangat membuatku bahagia,” kata Ishii.

 “Intinya, menurutku layanan ini sangat dibutuhkan di seluruh penjuru dunia,” tambahnya.

Nah, bagaimana menurutmu tentang layanan jasa sewa keluarga di Jepang ini?

Sumber:

The Newyorker

Screen Shot

Hive Life