Berita Jepang | Japanesestation.com

Jepang terkenal sebagai negara dengan makanan sehat, yang menjadikan masyarakatnya bertubuh sehat dan berumur panjang.

Meski kita memiliki budaya makanan yang berbeda, namun jika kamu memiliki waktu luang dan budget yang cukup, tidak ada salahnya untuk meng-explore diet ala Jepang dan mencoba manfaatnya. Siapa tahu, kamu bisa merasakan manfaat yang sama dengan orang Jepang dan mendapatkan bentuk tubuh ideal dan sehat seperti yang kamu mau.

Apa saja makanan-makanan tersebut? Yuk, kita simak di bawah ini!

Huawei MatePad Pro

Bayam Ohitashi

Ohitashi
Bayam Ohitashi (savvytokyo.com)

Pada dasarnya, Ohitashi adalah salad bayam yang disajikan dengan serpihan bonito dan biji wijen dengan sedikit kecap atau saus biji wijen - atau tanpa saus sama sekali. Makanan ini mudah dan cepat dibuat, karena bayam ohitashi dapat dibuat dengan bayam segar atau beku. Opsi mengonsumsinya juga macam-macam; bisa dimakan sebagai lauk, ditambahkan ke campuran salad, atau ditaruh dengan nasi sisa untuk membuat onigiri campur.

Bayam adalah sumber Vitamin K, Vitamin A dan asam folat yang sangat penting untuk kesehatan tulang, kulit, dan energi. Jika ingin mengurangi konsumsi sodium, tidak perlu menambahkan kecap dan tambahkan sedikit saus salad favoritmu, atau jus lemon sebagai gantinya.

Natto

natto
Natto, makanan fermentasi Jepang paling populer (wow-j.com)

Berlendir namun nikmat, natto adalah makanan yang harus dibiasakan untuk bisa dinikmati. Natto adalah kedelai fermentasi yang disajikan dengan kecap, mustard karashi, dan irisan daun bawang, meskipun banyak juga yang suka menambahkan telur mentah ke dalam hidangan ini.

Menikmati makanan dengan rasa yang tajam ini membutuhkan alasan yang kuat bagi beberapa orang, dan inilah beberapa alasannya: natto bebas kolesterol, dan kaya vitamin B (terutama B2 dan B6), vitamin E dan K, ditambah kalium, kalsium, zat besi, magnesium, protein, makanan serat, dan banyak lagi. Dengan bau yang tidak sedap dan bentuk yang berlendir, ternyata itu khasiat yang disimpan oleh Natto. Kamu wajib mencobanya!

Sashimi

Sashimi salmon
Sashimi sake (Sumber: wabisabicork.com)

Berbeda dengan sushi yang disajikan dengan nasi bercuka, sashimi adalah pilihan yang jauh lebih sehat. Tergantung pada jenis ikan yang kamu pilih, sashimi adalah sumber asam lemak omega-3 yang menyehatkan jantung dan tinggi vitamin B6 dan B12, serta niasin, selenium, magnesium, fosfor, dan tentu saja, protein. Salmon, cod, tuna, bass, mackerel, dan yellowtail adalah ikan andalan jika kamu menginginkan nilai gizinya yang paling tinggi, tetapi cobalah untuk tidak makan sashimi lebih dari sekali atau dua kali seminggu jika kamu khawatir akan menelan merkuri dari ikan.

Resiko keracunan merkuri di Jepang cukup rendah karena sebagian besar ikan yang biasa dimakan di Jepang adalah ikan dengan merkuri rendah. Namun bagi wanita hamil, kamu harus menghindari sushi dan sashimi untuk sebagian besar waktu — terutama di musim panas. Jika kamu ingin membuat sashimi sendiri di rumah, belilah paket ikan yang sudah diiris sebelumnya, yang pasti ikan kualitas sushi, dan cobalah memakannya dengan jahe parut, saus ponzu, atau daun shiso segar sebagai pengganti kecap dan wasabi untuk pilihan rendah kalori.

Tsukemono

Tsukemono
Tsukemono, acar ala Jepang (savvytokyo.com)

Kebanyakan orang cenderung berpikir tentang cuka ketika berbicara tentang acar, tetapi ada banyak jenis acar Jepang yang tidak menggunakan cuka sama sekali.

Nukazuke adalah sejenis acar Jepang yang dibuat dengan memfermentasi berbagai sayuran dalam dedak padi. Varietas yang paling umum dari acar ini adalah terong, ketimun, daikon, dan kubis, tetapi ada juga nukazuke ikan di luar sana. Kandungan nutrisi acar tergantung pada jenis sayurannya, tetapi secara umum, nukazuke mengandung vitamin B1 yang tinggi, dan mengandung lactobacillus, yang dikatakan dapat membantu pencernaan dan membantu menjaga kesehatan usus. Ini adalah pilihan yang baik untuk ditambahkan ke makanan berat, atau jika metabolisme atau pencernaan Anda tampak agak menurun.

Harap diingat, ini tidak dimaksudkan sebagai lauk, tetapi semacam pelengkap - jadi batasi konsumsi nukazukemu, supaya tidak berdampak pada pencernaanmu.

Hiyayakko (Tahu Dingin)

Hiyayakko
Hiyayakko, olahan tahu dingin di Jepang (savvytokyo.com)

Hiyayakko hanyalah tahu dingin dengan topping apa saja sesuai variasi. Sederhana bukan? Tahu memang terbuat dari susu kedelai, tetapi tahukah kamu bahwa hiyayakko adalah sumber protein berkalori rendah, sumber kalsium dan magnesium. Hiyayakko dapat disajikan dengan kecap, saus biji wijen, ponzu, mustard, daun shiso, serpihan bonito, jahe parut, wasabi, saus yuzu atau yuzu parut, umeboshi, irisan okra atau bawang hijau, atau kombinasi apa saja di atas. 

Olahan-olahan ini mulai bisa didapatkan dengan mudah di Indonesia, terutama di supermarket Jepang. Jadi, apakah kamu penasaran mencoba diet ala Jepang?