Share on

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sedang menggerakkan rencana untuk mengizinkan lebih banyak pekerja asing bekerja di negara tersebut mulai April mendatang. Para menteri yang berkaitan dengan kebijakan ini mengadakan pertemuan pertama mereka pada hari Selasa (24/7) lalu, menyusul dimasukkannya rencana aksi dalam kebijakan ekonomi dan fiskal dasar pemerintah untuk menciptakan status residensi baru bagi pegawai asing.

Advertise With Us

Pada pertemuan tersebut, Abe menginstruksikan Kementerian Kehakiman untuk memimpin dalam menyusun langkah-langkah komprehensif. Pertemuan ini termasuk merevisi undang-undang imigrasi untuk menetapkan status residensi baru dan langkah-langkah lain untuk memudahkan orang asing tinggal di Jepang.

Abe mengatakan dia ingin meletakkan dasar pemikiran untuk menerima lebih banyak pekerja asing mulai April mendatang. Dia meminta para menteri untuk bertindak cepat untuk persiapannya, seperti dengan mengajukan undang-undang dan memilih industri yang ramah terhadap pegawai asing.

Sebelumnya, anggota Kabinet memutuskan memberikan otoritas terhadap Departemen Kehakiman untuk berkoordinasi dengan kantor dan lembaga pemerintah lainnya untuk menciptakan iklim yang sesuai dalam menerima pegawai asing.

Abe menginstruksikan para menteri untuk mempertimbangkan membangun sistem administrasi baru bagi orang asing di Jepang. Langkah-langkah tersebut diharapkan mencakup peningkatan pendidikan bahasa Jepang dan menawarkan layanan konseling dalam bahasa asing.

Berawal dari masalah kekurangan tenaga kerja, pemerintah berencana untuk menambahkan restoran dan industri manufaktur ke daftar area pekerjaan yang dibuka bagi pegawai asing.

5 industri seperti konstruksi, pembuatan kapal, penginapan, pertanian dan perawatan, saat ini sedang mempertimbangkan hal terkait kebijakan tersebut.

(featured image: Kyodo News)