Share on

Jepang memang dikenal sebagai negara dengan aktivitas seismik yang tinggi, membuat gempa bumi sering terjadi di negeri sakura ini. Nah, sebagai negara yang dikenal dengan teknologinya yang tinggi, Jepang berusaha untuk membuat negaranya seaman dan sesiap mungkin menghadapi gempa, membuat negara ini mungkin menjadi tempat paling aman saat gempa terjadi. Namun, meskipun terbilang aman, kita tetap harus hati-hati, karena bisa saja gempa besar lah yang terjadi kan? Untuk itu, sebaiknya perhatikan hal-hal yang harus dilakukan ketika terjadi gempa di Jepang berikut!  

Advertise With Us

1. Berlindung di Bawah Meja atau Sesuatu yang Keras

gempa bumi Jepang japanesestation.com
Bersembunyi di balik meja (jw-webmagazine.com)

Hal terpenting saat terjadi gempa adalah melindungi diri sendiri. Nah, pasti kamu sering melihat kan gambar anak-anak berlindung di bawah meja saat latihan sigap bencana di sekolah mereka? Nah, ini ada alasannya. Saat gempa, biasanya benda-benda akan berjatuhan, Untuk melindungi kepala dan badanmu dari benturan benda jatuh, berlindunglah dengan memasukkan seluruh badanmu ke bawah meja atau bangku Namun, jika keadaan tak memungkinkan, lindungilah kepalamu dari benturan.

Jika kamu terjebak di jalanan, JANGAN dekati tembok, bangunan, atau mesin apapun. Saat gempa besar, ada kemungkinan tembok-tembok akan runtuh dan menimpamu. Karena itu, sebaiknya larilah ke tengah jalan lalu menunduk dan menutup kepalamu dengan sebuah tas, ransel, atau objek serupa.

Sementara itu, jika kamu berada dalam kereta atau subway, perhatikan langkah-langkah berikut:

  • Pegang strap atau handrail dengan kuat.
  • Meski kereta berhenti, jangan coba-coba untuk keluar dari kereta melalui pintu dengan handle darurat atau melompat ke luar jendela.
  • Ikuti instruksi pegawai kereta dan tetaplah tenang.

Jika sedang menyetir:

  •  Gengam setir dengan kuat, turunkan kecepatan perlahan, berhentikan mobil di kiri jalan dan matikan mesin.
  • Tetap tenang, cek situasi dan dengarkan berita di radio..
  • Jika harus mengungsi, tinggalkan kunci dalam mobil dan jangan tutup pintu mobil. Bawa barang berharga, termasuk sertifikat inspeksi mobil dan mengungsi.

2. Menutup Kran Gas Utama dan Membuka Pintu dan Jendela  

gempa bumi Jepang japanesestation.com
Mematikan gas (jw-webmagazine.com)

Saat terjadi gempa, kamu harus menutup kran gas utama dan mencabut berbagai sambungan alat elektronik yang dapat menyebabkan kebakaran. Biasanya, layanan gas akan otomatis tercabut saat terjadi gempa bumi, namun sebaiknya tetap diperhatikan ya. Jika kamu terlambat dan sudah terjadi kebakaran kecil karena alat listrik, tetaplah tenang dan coba memadamkannya (jika bisa, dengan fire extinguisher. Namun jika tidak, manfaatkan apa saja yang ada).

Jangan lupa untuk membuka pintu dan jendela sebagai pintu evakuasi. Saat gempa bumi, terkadang pintu dan jendela menjadi cacat dan tidak bisa dibuka. Karena itu, sebaiknya bukanlah semua pintu dan jendela saat gempa dimulai lalu mematikan gas. Namun, hal terpenting adalah melindungi dirimu sendiri. Jadi, lakukan hal ini hanya jika sempat.

Sekarang, mari kita lihat langkah berikutnya di halaman selanjutnya ya!