Berita Jepang | Japanesestation.com

Setiap tanggal 7 Juli di Jepang dikenal sebagai perayaan Tanabata atau Festival Bintang (Festival Qixi di Cina). Menurut legenda, ini adalah satu hari dalam setahun di mana sepasang kekasih Orihime dan Hikoboshi (diwakili oleh bintang Altair dan Vega), yang dipisahkan oleh galaksi Bimasakti, akhirnya dapat bertemu. Tanabata adalah acara yang meriah dan salah satu perayaan yang menarik di musim panas Jepang. Arena perbelanjaan didekorasi dengan cerah dan orang-orang mengikat kartu harapan ke cabang bambu dengan harapan keinginan mereka akan menjadi kenyataan.

Toko-toko manisan Jepang, terutama toko-toko wagashi tradisional sering kali menandai kesempatan ini dengan aneka menu bertema festival bintang. Tanabata wagashi yang ditawarkan bisa jadi sangat indah, tetapi salah satu toko di Prefektur Aichi ini benar-benar berupaya keras tahun ini. Lihatlah kreasi cantik dari mereka:

Jelly Bima Sakti
Jelly Bima Sakti (grapee.jp)

Tanabata wagashi berikut ini disebut Ama no Gawa (Bimasakti), jelly jenis kingyoku berbasis tembus pandang ini dibuat oleh Ōmiya (Oumiya), toko manisan wagashi yang telah beroperasi di Kota Toyota, Prefektur Aichi selama 80 tahun.

Ama no Gawa
Ama no Gawa (grapee.jp)

Seperti yang bisa kalian lihat, lapisan jelly memiliki gradasi biru dan ungu yang indah serta terdapat aksen berkelap-kelip guna merefleksikan Bima Sakti yang bertabur bintang. Tentu saja mereka menggunakan gliter dan butiran emas yang aman untuk dimakan. Jelly ini juga mengandung jus lemon untuk sensasi menyegarkan pada malam musim panas yang hangat.

Tanabata Wagashi
Tanabata Wagashi (grapee.jp)

Selain Ama no Gawa, Oumiya juga telah membuat tanabata wagashi lainnya untuk musim ini. Misalnya, Oiden Hanabi, wagashi yang penuh warna dan dinamai sesuai dengan kembang api yang ditampilkan selama festival kota Toyota Oiden Matsuri. Seperti yang kalian lihat, warna, kilauan dan pola “bunga” kembang api yang mekar layaknya ledakan dikreasikan dalam bentuk wagashi. Meskipun festival harus dibatalkan tahun ini karena pandemi virus corona, orang-orang dapat menikmati "kembang api yang dapat dimakan" ketika mereka tinggal di rumah dan menantikan perayaan tahun depan.

Oiden Hanabi
Oiden Hanabi (grapee.jp)

Ada pula tanabata wagashi yang disebut Gohho no Himawari (Bunga Matahari Gogh), terinspirasi oleh seri lukisan terkenal yang dikerjakan Vincent Van Gogh selama bulan-bulan di musim panas. Para chef memberi perhatian khusus untuk mensimulasikan warna lukisan dan sapuan kuas menjadi sebuah hidangan yang tidak kalah cantiknya.

Gohho no Himawari
Gohho no Himawari (grapee.jp)

Tanabata wagashi lainnya yang sempurna untuk musim panas adalah Remon Biyori (hari yang sempurna untuk lemon). Jelly kingyoku cerah disajikan dengan irisan lemon Jepang, memiliki rasa segar dan agak pahit yang diibaratkan seperti cinta pertama.

Remon Biyori
Remon Biyori (grapee.jp)

Head chef generasi keempat Oumiya juga memiliki saluran YouTube tempat dia menunjukkan cara membuat aneka wagashi. Video terbaru memamerkan wagashi bertema hydrangea mereka yang sempurna untuk musim hujan saat ini ketika bunga mekar.

Jika kalian ingin melihat lebih banyak dari kreasi Oumiya, kalian dapat mengikuti akun Twitter mereka. Untuk kalian yang tinggal di Jepang dan kebetulan berada di daerah tersebut, kalian dapat mampir mengunjungi mereka di alamat berikut ini:

Alamat: 24 Tanada Wakabayashi Higashimachi, Toyota City, Prefektur Aichi 473-0914

Jam operasional: 8:00 - 18:00 (17:00 pada hari Minggu)

Telepon: 0565-52-0108

Akses: 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Meitetsu Wakabayashi

Situs web