Share on

Prefektur Shiga memang memiliki banyak hal untuk dilihat, seperti Danau Biwa yang terkenal. Namun di balik tempat wisatanya yang cantik, prefektur ini juga dikenal memiliki berbagai makanan khas yang lezat dan bisa bikin air liurmu menetes. Ingin tahu apa saja? Simak daftar yang dilansir dari Wow Japan ini ya!

Kamonabe (Kamosuki)

Kamonabe (Kamosuki) - (wow-j.com)
Kamonabe (Kamosuki) - (wow-j.com)

Mendekati musim dingin, biasanya kamo (bebek mallard) dari Siberia sampai di Danau Biwa untuk melewati musim dingin. Nah, para kamo inilah yang dijadikan Kamonabe (Kamosuki), sebuah pot dish yang biasanya ditemukan di area selatan Danau Biwa, seperti Kota Nagahama. Lemak yang menjaga kamo dari dinginnya cuaca membuat rasanya manis dan serasa meleleh di mulutmu, dagingnya juga memberi rasa umami yang lezat Hidangan ini disajikan dengan berbagai sayuran segar seperti mizuna dan bawang daun. Beberapa restoran ada yang menyajikan makanan ini bersama hati kamo panggang dan sashimi sebagai side dish-nya. Wajib dicoba.

Omi Beef

Omi Beef (wow-j.com)
Omi Beef (wow-j.com)

Berikutnya, ada salah satu daging sapi wagyu paling terkenal di Jepang yang menggunakan nama bersejarah dari Prefektur Shiga, Omi. Para sapi penghasil daging Omi dipelihara dengan baik di Prefektur Shiga yang dikenal dengan airnya yang jernih dan bersih, membuat daging sapinya memilki tekstur lembut yang meleleh di mulut dan aroma yang kaya.

Sukiyaki dari Omi beef (wow-j.com)
Sukiyaki dari Omi beef (wow-j.com)

Daging sapi Omi bisa dinikmati dengan berbagai variasi. Mulai dari sukiyaki yang klasik, shabu-shabu, hingga yakiniku.

Red Konnyaku

Red Konnyaku (wow-j.com)
Red Konnyaku (wow-j.com)

Red konnyaku merupakan makanan yang biasanya disajikan di area Omi Hachiman. Konnyaku sendiri terbuat dari kentang konjac, salah satu jenis ubi yang memiliki warna keabu-abuan.  Nah, mengapa warnanya malah menjadi merah? Ternyata, ada beberapa teorinya lho.

Salah satu teori yang paling terkenal adalah karena Oda Nobunaga (1534-1582), seorang samurai terkenal sekaligus penguasa Kasti Azuchi menyukainya. Argumen ini muncul karena memang Nobunaga menyukai hal unik dan nyentrik, jadi konnyaku yang ia makan haruslah berwarna merah. Untuk kebenarannya sendiri, belum diketahui hingga kini, namun konnyaku sendiri dikenal sebagai makanan yang kaya akan serat dan kalsium serta bisa dinikmati dengan berbagai cara, seperti dengan miso atau direbus dalam kuah dashi.

Decchi Yokan

Decchi Yokan (wow-j.com)
Decchi Yokan (wow-j.com)

Anak-anak yang pergi untuk decchi-boko (*1) dari Omi Hachiman biasanya membawa yokan (*2) sebagai hadiah ketika pulang. Makanan ini memiliki rasa manis ringan dengan balutan bamboo yang menghasilkan aroma yang elegan dan khas.

(*1) Sistem di mana anak-anak laki-laki pergi untuk hidup bersama pengrajin atau pedagang sebagai  murid. Praktik ini sangat umum di Zaman Edo (1603 - 1867).

(*2) Wagashi yang dibuat dengan menambahkan gula ke pasta kacang azuki dan mengukus adonan tersebut atau menambahkan agar-agar gelatin dan mengentalkannya.

Funazushi

Funazushi (wow-j.com)
Funazushi (wow-j.com)

Terakhir ada makanan tradisional yang berasal dari area sekitar Danau Biwa, Funazushi. Ikan yang digunakan sebagai bahan dasar sushi ini adalah ikan mas crucian yang disebut "Gengoro-buna" dan "Nigoro-buna" yang biasa ditemukan di Danau Biwa dan sungai yang mengalir ke danau itu, tempat di mana ikan-ikan ini bertelur di antara akhir musim semi dan musim panas.

Sushi ini dibuar dengan cara menaruh tumpukan garam dan sake kasu (ampas dari produksi sake) dalam sebuah ember dan menaruh ikan mas yang telah digarami dan diambil ususnya, menggantinya dengan sake kasu. Kemudian, sushi ini diberi beberapa tumpukan nasi, sake kasu, dan ikan mas.  Sushi yang telah siap kemudian didiamkan sekitar 2-3 bulan untuk difermentasi. Hasilnya, jadi deh sushi beraroma unik dengan rasa dan tekstur yang sangat lezat dan bikin kamu nagih! Sushi ini paling cocok jika diminum bersama sake.

Jangan lupa cicipi makanan khas Prefektur Shiga ini nanti ya!