Share on

Sering merasakan lapar di malam hari? Khususnya di pertengahan malam menuju awal fajar? Nah bisa saja itu ulah Tanuki Tsuki, sebutan untuk roh  anjing rakun yang sering merasuki manusia.

Menurut mitos Jepang, konon tanuki ini akan merasuki manusia dan merubah perilakunya. Biasanya korban yang akan kerasukan tiba-tba selalu merasa sangat lapar. Apapun yang ada di hadapannya baik itu berupa makanan hingga benda akan dilahapnya. Khusus untuk benda, ia akan merusaknya terlebih dahulu.

Namun meskipun orang tersebut sudah melahap banyak makanan namun apa yang ditelan tidak akan masuk ke tubuh manusia melainkan masuk ke roh tanuki. Yang lebih jahatnya lagi, roh tanuki ini bukan hanya menyerap energi dari makanan namun ia juga menyerap energi dari manusia yang dirasuki sehingga orang tersebut akan merasa lemah akibat kekurangan gizi bahkan mereka bisa kehilangan nyawa.

Gejala lainnya yang timbul ketika dirasuki oleh roh tanuki adalah parasaan yang berubah seperi tiba-tiba menjadi melankolis, tempramen, peningkatan libido hingga temperamental.

Alasan kenapa roh tanuki merasuki manusia adalah untuk balas denaam kepada manusai yang telah merusak sarangnya atau membalaskan dendam kepada orang-orang yang telah menggunakan kekuatannya untuk kepentingan pribadi. Beberapa legenda menceritakan tanuki yang sudah berumur dirawat oleh orang-orang yang memiliki maksud tertentu, lalu menjinakkan mereka dan pada akhirnya menggunakan roh dari tanuki tersebut untuk mengalahkan musuh dari orang-orang tersebut.

Karena tanuki ini merupakan salah satu yokai yang kuat, maka siapapun yang berurusan dengannya tidak dapat semudah itu untuk lari atau terlepas dari perjanjian yang dibuat. Jika ingin terlepas, itu bisa terjadi atas keinginan tanuki sendiri atau diusir oleh yamabushi, pendeta dan onmyoji (pembasmi hantu) yang kuat.

Jalan keluar lainnya ialah mendewakan tanuki, tanuki yang naik tingkat menjadi Kami (dewa) tidak akan lagi memangsa manusia. Bahkan di wilayah Shikoku terdapat kuil yang didirikan khusus untuk menyembah tanuki.