Share on

Di mata kita, Tokyo adalah salah satu kota paling modern di Asia. Namun, Tokyo yang sekarang sebenarnya adalah sebuah desa nelayan kecil. Kemudian, desa itu berubah menjadi Edo ketika Shogun Tokugawa memusatkan pemerintahannya di sana. Setelah Restorasi Meiji di mana Edo berubah menjadi Tokyo, sebuah daerah bernama Shitamachi, yaitu pusat perdagangan tradisional, hiburan, dan perumahan masih menyisakan sisa-sisa peninggalan Era Edo. Namun, berubah drastis sejak Perang Dunia II. Untuk itu, didirikanlah Shitamachi Museum di Ueno Park, yang di dalamnya kita bisa melihat area Shitamachi lama.

Advertise With Us

Menelusuri Masa Lalu di Museum Shitamachi Tokyo
Museum Shitamachi di Tokyo (ueno-bunka.jp)

Meskipun di dalamnya terdapat reproduksi bangunan Era Edo, Shitamachi Museum sendiri bertujuan memperlihatkan kehidupan lama di Shitamachi. Dibuka pada tahun 1980, museum ini memfokuskan kepada sejarah dan kehidupan Distrik Taito (termasuk di dalamnya Ueno dan Asakusa) selama Era Meiji (1868 – 1912), Taisho (1912 – 1926) dan Showa (1926 – 1989). Yuk, kita intip seperti apa di dalamya!

Menelusuri Masa Lalu di Museum Shitamachi Tokyo
Rekonstruksi toko permen di Museum Shitamachi (matcha-jp.com)

Di lantai pertama, kita bisa melihat rekonstruksi area Shitamachi pada Era Taisho. Kebanyakan merupakan toko-toko pedagang dengan gang-gang atau lorong yang sempit di antaranya. Menariknya, kita bisa lho masuk ke dalam dan memegang semua benda di sana. Semakin terasa seperti kembali ke masa lalu, kan? Bahkan, pada saat tertentu area ini akan didekorasi berdasarkan musim atau festival yang sedang berlangsung.

Di lantai dua terdapat pameran benda-benda yang digunakan pada masa lampu dan foto-foto Tokyo zaman dahulu. Tak kalah menarik, di lantai ini pun ada replika berukuran asli yang memperlihatkan ruang keluarga pada tahun 1950-an, di mana kita bisa melihat kemajuan teknologi seperti TV, radio, dan telepon.

Menelusuri Masa Lalu di Museum Shitamachi Tokyo
Ruang tamu tahun 1950-an (tripadvisor)

Jam buka: 9.30 – 16.30 Tutup hari Senin (kecuali jika Senin adalah hari libur nasional akan tutup pada hari Selasa berikutnya) dan dari 29 Desember - 1 Januari

Tiket Dewasa: 300 yen; anak-anak (SMA dan lebih muda): 200 yen

Untuk mengetahui info museum ini lebih lanjut, silakan klik website resminya.