Berita Jepang | Japanesestation.com

Fans anime Doraemon pasti gak asing lagi nih dengan kue berbentuk bulat yang disebut dorayaki ini. Ya, dorayaki adalah makanan favorit Doraemon, robot kucing berwarna biru dari masa depan. Tapi, apakah kamu pernah mendengar tentang cerita di balik dorayaki, kue bulat kesayangan Doraemon ini? Simak penjelasannya ya yang sudah JS rangkum dari berbagai sumber!

Apa Itu Dorayaki?

Selain dikenal sebagai makanan kesukaan Doraemon, dorayaki juga dikenal sebagai camilan manis asal Jepang yang memiliki bentuk mirip pancake dengan isian berupa selai kacang merah. Tapi, ternyata dorayaki bukan pancake lho.

Faktanya, resep dorayaki berasal dari kue asal Portugis, "castella" yang dibawa masuk ke Jepang oleh para misionaris pada abad ke-16. Nah, castella ini merupakan sebuah sponge cake yang terlihat seperti pancake tebal. Meskipun terlihat mirip, rasa dan teksturnya ternyata berbeda lho! Dorayaki mempunyai tekstur lebih lembut dibandingkan dengan pancake klasik. Selain itu, kata “pankeki/pancake” dalam bahasa Jepang menunjukkan jenis pancake yang berbeda.

Dorayaki Doraemon japanesestation.com
Dorayaki kekinian (chezmisa.com)

Awalnya, dorayaki orisinal hanya memiliki 1 isi saja, yaitu azuki (selai kacang merah Jepang). Tapi, seiring berkembangnya zaman, variasi isian dessert lezat ini makin beragam, mulai dari krim matcha, chestnut, krim ubi, coklat, dan masih banyak lagi. Ada juga varian dorayaki dengan whipped cream di atasnya yang disebut nama dorayaki. Dalam bahasa Jepang, “nama” berarti krim segar alias whipped cream yang jadi toppingnya. Kamu juga bisa menambahkan es krim di dalam atau sebagai topping-nya lho, lezat dan kekinian!

Sejarah Dorayaki yang Jadi Kontroversi

Hingga kini, asal-usul dorayaki masih jadi perdebatan. Ada yang mengatakan kalau nama kue ini berasal dari kata dora yang berarti “gong” dalam bahasa Jepang, melambangkan bentuknya yang bulat dan warnanya yang coklat keemasan. Ada juga yang mengatakan kalau nama ini berasal dari gong yang ditinggalkan oleh seorang pendekar biksu bernama Saito no Musashibo Benkei (1155-1189) di rumah seorang petani. Setelah kepergian Benkei, petani itu mencoba membuat sebuah kue di atas gong itu, dan kue itu adalah dorayaki. Ada juga versi lain yang mengatakan kalau sang petani dan istrinya lah yang menyajikan kue bulat itu untuk Benkei. Selain itu, ada versi yang menceritakan kalau Benkei sendiri lah yang membuat kue ini sebagai ungkapan terima kasihnya untuk sang petani dan warga desa yang telah merawat lukanya. Dalam versi ini, dikisahkan Benkei memanggang adonan dari campuran tepung terigu dan air di atas gong. Hasilnya, kue bundar berisi kacang merah yang disebut dorayaki. Kira-kira, yang mana ya yang benar?

Saitō Musashibō Benkei japanesestation.com
Saitō Musashibō Benkei (wikimedia.org)

Untuk bentuk, bisa saja dorayaki terinspirasi dari bentuk kue ala barat yang bundar dan sedikit datar, serta “terbuka” berbeda dengan wagashi (dessert) lain di Jepang yang cenderung “tertutup” dengan seluruh azuki terdapat di dalam kue, seperti manjuu dan imagawayaki. Berbanding terbalik dengan isian dorayaki yang terlihat dari luar kan?

Dorayaki Doraemon japanesestation.com
Dorayaki (maisondumochi.fr)

Sebelumnya, kue ini tidak berentuk seperti sekarang lho. Dorayaki yang kita kenal ternyata pertama kali dijual oleh toko camilan bernama Usagi-ya di Ueno, Tokyo pada tahun 1914 dan masih bertahan hingga sekarang!

Berikutnya, ada penjelasan tentang nama lain dorayaki dan Hari Dorayaki Nasional lho. Tetap simak ya!