SHARE THIS ARTICLE
Foto: Thinkstock
Foto: Thinkstock

Selain ramen dan udon, Jepang juga memiliki mie soba. Jika ramen berupa mie halus yang berwarna kuning sementara udon lebih besar dan berwarna putih, soba memiliki karakteristik berbeda. Untuk menyantapnyapun perlu aturan tertentu.

Soba adalah mie Jepang yang terbuat dari gandum buckwheat, sehingga tergolong sehat dibanding mie biasa. Warnanya agak cokelat dan berdiameter sedang. Adonannya dipotong satu per satu dengan pisau.

Di musim dingin, soba biasa dicampur dengan kuah kaldu panas. Sebaliknya, di musim panas, soba yang sudah direbus, ditiriskan, dan dibiarkan dingin disajikan bersama kuah pencelupnya. Hidangan ini biasanya dihidangkan saat Tahun Baru.

Mie soba sangat panjang dan bernutrisi, sehingga melambangkan panjang umur,” kata Hazuki Homma dari toko soba Cocoron di New York, Amerika Serikat, kepada The Daily Meal.

Di Jakarta, soba dapat ditemui di restoran Jepang atau di hotel-hotel berbintang. Saat pesanan soba dingin datang, mungkin Anda akan bingung dengan set hidangan dan perlengkapan makan yang diletakkan di meja. Tak hanya ada soba dingin yang disajikan di zaru (semacam nampan bambu), tapi juga mangkuk tanah liat yang diletakkan di atas pemanas.

Ternyata, di dalam mangkuk terdapat tsuyu yang terbuat dari campuran dashi (kaldu ikan khas Jepang), satojoyu (soy sauce manis), dan mirin. Kuah ini berfungsi sebagai pencelup soba. Selain itu, set soba tersebut juga dilengkapi dengan teko, piring kecil, sumpit, dan sendok kayu besar.

Homma memberikan tips cara menyantap soba dingin yang benar. Dengan sumpit, ambil sedikit soba, rendam di kuah tsuyu, lalu aduk atau putar-putar mienya. Setelah 5-10 detik, angkat mienya dengan sumpit. Tadahkan kuah yang menetes dengan piring kecil. Dekatkan ke mulut Anda, lalu seruputlah mienya.

Menurut Homma, orang Jepang terbiasa menyeruput soba dengan suara berisik, “slurp!“. Hal ini dianggap sopan di sana. Selain itu, cara makan ini juga menunjukkan Anda menikmati hidangan tersebut. Untuk soba panas, menyeruput mienya dengan cepat berguna untuk mendinginkannya.

Karena terus dipanaskan, kuah tsuyu lama-lama akan mengental dan menjadi asin. Karena itulah teko berisi sobayu (air rebusan soba) juga disediakan. Tinggal tuangkan sesuai selera, lalu aduk-aduk tsuyu dengan sendok kayu besar yang sudah disiapkan. Seruput kuahnya dengan sendok tersebut.

Saat direbus, nutrisi buckwheat tertinggal di air rebusannya. Makanya kuahnya juga sehat diminum,” jelas Homma. Ia juga memperingatkan bahwa buckwheat sangatlah sensitif. “Sebaiknya makan soba secepat mungkin, atau mienya akan melekat satu sama lain dan menjadi mekar,” tambahnya.

Source : food.detik.com
COMMENT