Berita Jepang | Japanesestation.com

Nabemono adalah jenis kuliner rebusan di Jepang yang dimasak dan disajikan dalam panci besar. Sering kali, nabemono dihidangkan saat musim dingin dan disantap beramai-ramai bersama keluarga atau kerabat. Tapi, tahukah kamu kalau nabemono di setiap regional Jepang itu memiliki ciri khasnya masing-masing? Apa saja sih macam nabemono khas regional Jepang? Yuk, kita simak artikelnya berikut ini!

Hokkaido: Ishikari-nabe

Ishikari-nabe dengan ikan salmon segar dari Hokkaido (Taste of Japan).
Ishikari-nabe dengan ikan salmon segar dari Hokkaido (Taste of Japan).

Sejak era Meiji, nabemono yang satu ini sudah menjadi kecintaan warga Hokkaido. Di dalam satu panci Ishikari-nabe, kamu bisa menikmati salmon segar, kentang, daikon, kubis, dan jagung yang disiram dengan kuah campuran kombi dan miso.

Tohoku: Kiritanpo-nabe

Kiritanpo-nabe paling terkenal di Prefektur Akita (Shockin' Japan).
Kiritanpo-nabe paling terkenal di Prefektur Akita (Shockin' Japan).

Nabemono yang satu ini menyajikan nasi dengan cara yang berbeda. Nasi akan dipadatkan dalam bentuk balok terlebih dahulu dan dibakar di atas bara api. Setelah matang, nasi bisa dipotong kecil-kecil dan dimasukkan ke dalam sup nabe dengan kaldu ayam. Kamu juga bisa menambahkan jamur atau potongan daging agar lebih nikmat.

Kanto: Hoto-nabe

Hoto-nabe dari regional Kanto (Gurunavi).
Hoto-nabe dari regional Kanto (Gurunavi).

Nabemono yang berasal dari Yamanashi ini menghidangkan sayur, daging, dan mie dalam kuah koshu-miso atau shinshu-miso. Berbeda dengan mie yang biasanya dipakai untuk udon, mie dalam Hoto-nabe memiliki tampilan yang pucat, tekstur yang lebih keras dan kurang elastis.

Chubu: Momiji-nabe

Momiji-nabe yang menggunakan daging rusa (Japanese Experts).
Momiji-nabe yang menggunakan daging rusa (Japanese Experts).

Momiji-nabe yang menjadi nabemono khas region Chubu memang terlihat seperti nabemono pada umumnya. Hanya saja, Momiji-nabe tidak menggunakan daging ayam atau daging sapi sebagai salah satu variasi isiannya. Daging rusa adalah daging yang paling cocok untuk disantap bersama Momiji-nabe.

Kansai: Harihari-nabe

Harihari-nabe yang berasal dari daging ikan paus dan mizuna (The Miso Tree).
Harihari-nabe yang berasal dari daging ikan paus dan mizuna (The Miso Tree).

Sering ditemukan di daerah Osaka, nabemono satu ini menyajikan daging paus dan mizuna sebagai isian utama. Saat ikan paus masih mudah didapatkan, Harihari-nabe sangat nikmat disantap bersama-sama, namun semenjak ikan paus semakin sulit didapatkan, daging bebek atau babi dipilih sebagai pengganti.

Chugoku: Dote-nabe

Cita rasa miso yang kuat dari Dote-nabe (Japanese Cooking 101).
Cita rasa miso yang kuat dari Dote-nabe (Japanese Cooking 101).

Jika kamu menyukai cita rasa miso yang sangat kuat, Dote-nabe bisa menjadi pilihan kuliner untukmu. Menggunakan oyster dan sayuran segar, kamu bisa merasakan rasa nikmat Dote-nabe disetiap suapan.

Shikoku: Benkei no Najiru

Ilustrasi. Ragam isian nabemono (Just One Cookbook).
Ilustrasi. Ragam isian nabemono (Just One Cookbook).

Najiru memiliki arti sayur, namun Benkei no Najiru tidak hanya menyajikan aneka sayur yang bisa kamu cicipi. Ada berbagai jenis daging, seperti daging ayam, sapi, hingga babi hutan. 

Kyushu: Mizutaki

Mizutaki, nabe sederhana dan ringan untuk hangatkan tubuh (Japanese Cooking 101).
Mizutaki, nabe sederhana dan ringan untuk hangatkan tubuh (Japanese Cooking 101).

Memiliki paduan kuah kaldu yang sederhana dan segar, Mizutaki bisa jadi pilihan untuk kamu yang menyukai cita rasa ringan. Hanya dengan daging ayam, aneka sayur, shirataki, dan jamur shitake, kamu sudah bisa menikmati lezatnya Mizutaki.