SHARE THIS ARTICLE

Jangan takut jika Anda kebetulan melihat sebuah robot memberikan obat Anda di rumah sakit, robot itu bukan pengganti perawat Anda, tetapi suatu penemuan dari Panasonic Corp. yang bertujuan untuk membantu para petugas kesehatan seperti dokter dan perawat agar memiliki lebih banyak waktu untuk para pasien mereka. Generasi kedua robot pengirim obat Hospi  kini dapat dilihat beraksi di Matsushita Memorial Hospital, Panasonic di Moriguchi, Osaka, Jepang.

hospi-robo

Versi yang telah diperbaharui dari Hospi kini menampilkan lampu samping untuk mengidentifikasi dirinya untuk para pasien di malam hari dan kemampuan untuk membawa nampan obat dengan berat sampai dengan 20 kilogram obat-obatan. Ia memiliki sensor yang mengenali orang-orang dan benda-benda untuk menghindari tabrakan. Tetapi hal terbaik tentang Hospi yang baru ini adalah bahwa ia dapat naik lift dengan sendirinya. Sementara yang lain mungkin merasa skeptis dengan memiliki robot di lingkungan kesehatan di mana dibutuhkan sentuhan pribadi, mempekerjakan robot ini untuk penggunaannya di rumah sakit telah memangkas waktu pengiriman obat oleh para perawat setidaknya sepertiganya, dengan membuat para perawat tidak harus mendapatkan obat-obatan dari apotek sebelum menyerahkannya kepada para pasien mereka. Apoteker hanya perlu untuk mengkodekan tujuan obat dan hasilnya, Hospi akan mengirimkannya sendiri.

Robot Hospi juga mengurangi biaya rumah sakit untuk menggunakan tabung pengiriman pneumatik untuk berbagai pengiriman, yang biayanya sekitar 1.000.000 yen (9.780 $). Bahkan biaya pemeliharaan sistem robot ini, masih sekitar seperlima dari biaya untuk sistem konvensional lainnya yang digunakan di suatu rumah sakit, menurut seorang pejabat Panasonic. Didasarkan dari sistem Hospi generasi pertama yang gagal, Panasonic mempelajari kebutuhan sebenarnya dari rumah sakit dengan sistem robot dan memasukkannya dalam desain baru yang mereka buat. Lima unit Hospi kini dapat dilihat bekerja di lorong-lorong dari Matsushita Memorial Hospital dan Panasonic telah berbicara dengan berbagai fasilitas kesehatan lainnya di 15 prefektur untuk mengadopsi robot ini ke dalam sistem mereka.

Source : japandailypress.com
COMMENT