Share on

Peristiwa kebakaran Kyoto Animation, salah satu studio anime ternama di Jepang pada 18 Juli lalu, memakan 35 korban jiwa tewas dan 33 lainnya menderita luka-luka. Dugaan penyebab insiden tersebut adalah karena kekecewaan seorang peserta yang ditolak terhadap hasil lomba menulis novel tahunan yang diadakan studio yang terletak di Kyoto tersebut.

Advertise With Us

Melalui tes DNA terlebih dahulu, ada 10 identitas korban yang telah dirilis divisi investigasi pihak kepolisian Kyoto setelah disetujui oleh pihak keluarga korban.

Berikut ini adalah 10 daftar korban yang ditambahkan informasi kenang-kenangan dari pihak yang dekat dengan korban.

1. Junichi Eda, usia 34 tahun

Eda adalah seorang animator yang turut menggarap "Sound! Euphonium" dan "K-On!" Beliau meninggalkan istri dan anak perempuannya. Istrinya berkata, "Ketika kami sekeluarga menonton anime yang dia (Eda) kerjakan, dia akan memberitahuku satu persatu mengenai scene yang dia gambar. Dia sangat bangga dengan karyanya dan memberinya banyak cinta, saya yakin kalau dia ingin terus berkarya."

2. Yuka Kasama, usia 22 tahun

Kasama langsung bergabung dengan Kyoto Animation setelah lulus kuliah. Seorang kenalannya berkata bahwa "ibu dari Kasama pernah bercerita mengenai putrinya yang ingin masuk ke industri animasi sejak kecil. Ibunya sangat bangga dengan anaknya, sedih sekali rasanya untuk mengetahui insiden ini di langkah awal menuju mimpi putrinya."

3. Yoshiki Kigami, usia 61 tahun

Kigami adalah seorang key animator senior yang pernah mengerjakan "K-On!", "A Silent Voice", dan "Free!" yang juga menjadi direktur animasi "Lucky Star" dan direktur episode "Tamako Market" dan "Violet Evergarden." Seorang mantan teman sekelas Kigami berkata, "Dia adalah seorang jenius yang bisa menggambar cepat dengan indah. Di apartemennya, dia selalu menggambar seperti tak pernah lelah melakukannya. Dia juga berbicara dengan lembut dan tak mudah marah."

4. Ami Kuriki, usia 30 tahun

Kuriki adalah salah satu animator dalam proyek "A Silent Voice", "Free! Starting Days" dan "Sound! Euphonium."

5. Futoshi Nishiya, usia 37 tahun

Nishiya adalah desainer karakter dalam proyek "Free!", "Nichijou", dan "Hyouka." "Dia sangat suka menggambar," kenang salah satu teman sekelas Nishiya. "Saat kejadian, aku berdoa agar dia selamat. Namun setiap aku mencoba menghubunginya melalui telepon, ia tidak pernah menjawab."

6. Yuki Omura, usia 23 tahun

Omura adalah pegawai baru yang juga bergabung dengan Kyoto Animation setelah menamatkan pendidikan. "Ketika kami masih SMP, aku memintanya untuk menggambar tokoh anime favoritku, dan hasilnya sangatlah indah. Rasanya cepat sekali ia pergi," sebut seorang teman Omura.

7. Yasuhiro Takemoto, usia 47 tahun

Proyek anime yang menjadi hits banyak sekali yang dipimpin oleh Takemoto, seperti Lucky Star, Miss Kobayashi's Dragon Maid, The Disappearance of Haruhi Suzumiya, juga The Melancholy of Haruhi Suzumiya. Bisa dibilang, beliau adalah salah satu 'kunci' yang membuat Kyoto Animation terkenal. "Kehilangan secara tidak masuk akal dari seorang pekerja keras dan pemberi harapan sangat tidak bisa dimaafkan," kata seorang kolega Takemoto.

8. Sachie Tsuda, usia 41 tahun

Tsuda pernah bekerja dalam proyek "The Disappearance of Haruhi Suzumiya" dan "Free!" di bagian pendetailan warna dan special effects dan sudah bekerja di Kyoto Animation sekitar 20 tahun. "Sachie menderita asma sejak kecil", kata ayah Tsuda. "Saya rasa bergerak bidang seni membuatnya semangat. Walaupun pemalu, dia adalah gadis yang serius dan bijaksana."

9. Mikako Watanabe, usia 35 tahun

Watanabe adalah seorang art director proyek "Miss Kobayashi's Dragon Maid" dan "Violet Evergarden" dan juga seorang instrukur dari grup pelatihan milik Kyoto Animation. "Watanabe adalah orang yang perhatian dan baik. Semoga dia beristirahat dengan tenang." Ucap salah satu kerabatnya.

10. Keisuke Yokota, usia 34 tahun

Yokota adalah manajer produksi dari proyek anime "K-On!", "Lucky Star", "Clannad After Story" dan "Free!".

Selain yang disebutkan diatas identitas 25 korban lainnya belum diumumkan. Rencananya, lokasi kebakaran akan dijadikan tempat memorial bagi korban.

Semoga para korban beristirahat dengan tenang, dan keluarga korban yang ditinggalkan diberi ketabahan.

 

Source & Images: soranews24