Berita Jepang | Japanesestation.com

Kejadian ini tidak berdiri sendiri, karena hanya dalam hitungan jam, insiden serupa juga terjadi di Bandara Haneda dan Hong Kong, memunculkan dugaan kuat adanya jaringan kejahatan terorganisasi lintas negara.

Koper Berisi Ratusan Juta Yen Dirampok di Jalanan Tokyo

Peristiwa perampokan pertama terjadi pada 29 Januari malam di kawasan Ueno, Tokyo, sekitar 200 meter dari Stasiun Okachimachi. Lima orang—terdiri dari dua pria Jepang, dua pria warga negara Tiongkok, dan seorang perempuan Jepang—sedang memindahkan koper ke dalam mobil.

Tiba-tiba, tiga pelaku mendekat dan menyemprotkan pepper spray ke arah korban. Dalam kondisi panik, para korban tidak mampu melawan. Para pelaku kemudian membawa kabur koper-koper tersebut dan melarikan diri menggunakan kendaraan lain.

Menurut keterangan polisi, koper yang dirampok itu berisi uang tunai sekitar 420 juta yen yang rencananya akan dibawa ke Bandara Haneda, sebelum diterbangkan ke Hong Kong untuk keperluan bisnis penukaran mata uang.

Tak lama setelah kejadian, sebuah mobil ditemukan ditinggalkan tidak jauh dari lokasi, diduga berkaitan dengan pelarian para pelaku. Hingga kini, pelaku dan uang hasil perampokan masih belum ditemukan.

Upaya Perampokan Gagal di Bandara Haneda

Beberapa jam kemudian, pada 30 Januari dini hari, upaya perampokan lain terjadi di Area Parkir Terminal 3 Bandara Haneda. Seorang pria Jepang berusia sekitar 50 tahun diserang oleh tiga pria saat hendak mengambil kopernya dari mobil.

Salah satu pelaku menyemprotkan pepper spray, sementara yang lain memukul kaca mobil dengan palu. Namun, korban berhasil melawan dan mempertahankan kopernya. Para pelaku akhirnya melarikan diri tanpa membawa hasil.

Diketahui, koper tersebut berisi sekitar 190 juta yen dalam bentuk uang tunai. Korban juga mengaku kepada polisi bahwa ia hendak membawa uang itu ke Hong Kong untuk keperluan penukaran mata uang.

Perampokan Serupa Terjadi di Hong Kong

Kurang dari 12 jam setelah insiden di Tokyo dan Haneda, perampokan serupa kembali terjadi di Sheung Wan, Hong Kong, pada pagi hari 30 Januari waktu setempat.

Dua pria Jepang yang baru turun dari taksi diserang oleh dua pelaku lainnya. Salah satu ransel berisi sekitar 58 juta yen dirampas, sementara pelaku melarikan diri menggunakan mobil.

Polisi Hong Kong menyebut salah satu korban adalah pria Jepang berusia 51 tahun yang baru tiba pagi itu untuk menjual yen ke sebuah tempat penukaran mata uang lokal. Total uang tunai yang dibawanya diperkirakan mencapai 190 juta yen.

Pihak berwenang tengah menyelidiki kemungkinan bahwa korban di Hong Kong adalah orang yang sama dengan korban upaya perampokan di Bandara Haneda, meski hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.

Dugaan Jaringan Kejahatan Terorganisasi

Kesamaan pola dalam ketiga insiden—mulai dari penggunaan pepper spray, target koper berisi uang tunai, hingga keterkaitan perjalanan ke Hong Kong—memunculkan dugaan kuat bahwa peristiwa ini dilakukan oleh jaringan kriminal terorganisasi yang telah memantau korban sebelumnya.

Para ahli keamanan menilai membawa uang tunai dalam jumlah sangat besar tanpa pengawalan profesional merupakan tindakan berisiko tinggi. Umumnya, pengiriman uang bernilai besar dilakukan menggunakan layanan pengamanan khusus.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Polisi di Tokyo dan Hong Kong kini bekerja sama untuk mengungkap keterkaitan ketiga kejadian tersebut. Hingga saat ini, para pelaku masih dalam pencarian dan belum ada penangkapan yang diumumkan secara resmi.

Kasus ini menjadi peringatan serius tentang risiko keamanan dalam aktivitas bisnis lintas negara yang melibatkan uang tunai dalam jumlah besar.