Share on

Sebuah laporan dari Badan Kepolisian Nasional Jepang menunjukkan bahwa total anggota dari geng-geng kejahatan terorganisir (yakuza) bōryokudan menurun sebanyak 2.300 orang dari tahun 2018 lalu menjadi 28.200 orang di akhir tahun 2019, menjadi rekor terendah saat ini. Ini menandai tahun kelima belas berturut-turut jumlah anggota yakuza terus turun. Kini, anggota geng turun sekitar 1.200 orang ke 14.400 dan anggota “asosiasi” yakuza hanya berjumlah sekitar 13.800 orang saja. Kedua angka ini merupakan angka terendah sejak pertama kali laporan dicatat pada tahun 1958.

Penurunan ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan tindakan dari kepolisian untuk memusnahkan kegiatan geng. Hal ini berujung dengan banyaknya geng yang kekurangan dana, sehingga sulit bagi mereka untuk mempertahankan jumlah anggotanya.

Grafik penurunan anggota geng (nippon.com)
Grafik penurunan anggota geng (nippon.com, berdasarkan data dari Badan Nasional Kepolisian Jepang)

Semua organisasi yakuza besar ikut terdampak. Yamaguchi-gumi kini hanya memiliki 8.900 anggota setelah turun sekitar 600 orang. Sumiyoshi-kai kini hanya memiliki 4.500 anggota. Inagawa-kai hanya memiliki  3.400 anggota. Kobe Yamaguchi-gumi dengan 3.100 anggota dan Kizuna-kai hanya 600 anggota. Jumlah anggota kelima geng besar ini merupakan 72.7% dari seluruh anggota geng di Jepang.

Tabel jumlah anggota yakuza
Tabel jumlah anggota yakuza (nippon.com, berdasarkan data dari Badan Nasional Kepolisian Jepang)

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah anggota geng yang ditahan polisi juga ikut menurun. Pada 2019, menurun sekitar 2.600 orang menjadi hanya 14.281 saja. Angka tahanan terbesar terjadi karena pelanggaran Stimulants Control Act (3.593), diikuti dengan kekerasan (1.823). Dan 36% dari mereka yang menjadi tahanan ini memiliki koneksi dengan Yamaguchi-gumi.