Berita Jepang | Japanesestation.com

Jepang akan menangguhkan masuknya warga negara asing non-penduduk dari seluruh belahan dunia mulai dari Senin (28/12) hingga akhir Januari. Menurut pemerintah setempat pada Sabtu lalu, hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan varian baru virus corona atau COVID-19 yang lebih cepat menyebar.

Menurut laporan Kyodo News via Japan Today, pemerintah juga mewajibkan penduduk Jepang dan penduduk asing yang datang dari negara dan area di mana varian virus baru terdeteksi (pertama terdeteksi di Inggris) untuk menyertakan hasil tes negatif COVID-19 yang dilakukan 72 jam sebelum keberangkatan dan mengikuti tes saat kedatangan mulai dari hari Rabu hingga akhir Januari.

Meskipun begitu, pebisnis dan siswa dari 10 negara termasuk Thailand, Vietnam, Korea Selatan, serta Taiwan yang memiliki status pelonggaran pembatasan perjalanan khusus, tak akan terpengaruh dengan aturan ini.

pembatasan perjalanan Jepang japanesestation.com
Bandara Narita (grapee.jp)

Tokyo pun telah menangguhkan masuknya penduduk asing yang sebelumnya berada di Inggris dan Afrika Selatan. Pasalnya, sehari sebelumnya, pemerintah setempat melaporkan adanya 2 orang lagi yang terinfeksi virus varian baru tersebut, dan salah satu dari mereka dikonfirmasi sebagai kasus penyebaran domestik.  

Kedua orang tersebut kini dirawat di sebuah rumah sakit di Tokyo. Mereka adalah seorang pilot berusia 30 tahunan yang baru saja kembali ke Jepang dari London pada 16 Desember lalu dan seorang wanita berusia 20 tahunan, salah satu dari keluarga sang pilot yang tak memiliki riwayat mengunjungi negara lain.  

Pilot tersebut tidak menjalani karantina di bandara karena pekerjaannya sementara sang wanita dipercaya tertular darinya. Pemerintah juga menyebutkan pada hari Jumat lalu bahwa 5 orang yang terdiri dari 4 pria dan 1 wanita berusia di bawah 70 tahun terkonfirmasi tertular virus varian baru ini setelah kemabli dari Inggris.

Jepang pun akan menghentikan pembuatan visa baru mulai Senin ini. Mereka yang telah mendapatkan visa akan diperbolehkan memasuki Jepang, tapi mereka yang berada di Inggris atau Afrika Selatan selama 14 hari terakhir dan mengajukan pembuatan visa, akan ditolak.  

Sebelumnya, diketahui bahwa Tokyo telah menangguhkan masuknya warga negara asing dari 159 negara dan area, namun, pada 1 Oktober lalu, Jepang mulai memperbolehkan orang-orang untuk tinggal di Jepang selama lebih dari 3 bulan atas alasan bisnis dan beberapa tujuan lain. Dan bagi mereka yang tidak menunjukkan sertifikat hasil tes negatif, pemerintah mendesak mereka untuk tinggal dalam fasilitas khusus selama 2 minggu.

pembatasan perjalanan Jepang japanesestation.com
Bandara Haneda (pakutaso.com)

Atsuo Hamada, seorang profesor di Tokyo Medical University menyebut bahwa Jepang harus menerapkan langkah anti-virus tambahan, termasuk kontrol pembatasan yang lebih ketat karena varian virus baru telah memasuki Jepang.

"Saat virus varian baru ini menyebar, angka infeksi dapat mencapai lebih dari 2.000 per harinya di Tokyo, akan mengakibatkan status darurat lagi,” ujar Hamada.

Pada Sabtu lalu, Jepang kembali mengonfirmasi adanya 3.881 kasus baru, sebuah rekor baru per 4 hari terakhir dengan 47 kematian baru di Tokyo. Beberapa prefektur lain pun melaporkan kasus infeksi tertingginya terjadi pada awal liburan akhir tahun dan tahun baru.

Kini, total kasus COVID-19 di Jepang berjumlah 219.070 kasus.