SHARE THIS ARTICLE

Saat menempuh perjalan jauh, rest area menjadi salah satu fasilitas vital yang sangat diperlukan bagi para pengendara. Umumnya pada sebuah rest area menyediakan berbagai macam fasilitas seperti halnya salah satu rest area yang ada di Jepang berikut ini.

Ranzan Parking Area (1)

Seperti yang dilansir dari En.rocketnews24.com, Selasa (15/7/2014), Ranzan Parking Area (RPA) sebuah rest area di jalur Expressway Kanetsu, Saitama, Jepang menjual menu makanan yang terbilang unik dan aneh.

Semua makanan yang dijual di rest area tersebut serba berwarna hitam mulai makanan berat sampai dengan cemilan ringan dan es krim pun serba berwarna hitam.

Seperti halnya salah satu menu yaitu kari hitam ini. Umumnya kari berwarna kuning atau oranye namun di rest area tersebut Anda dapat mencicipi kari dengan warna hitam pekat.

Warna hitam pada kari datang dari serbuk arang bambu. Serbuk arang bambu sendiri sebelumnya telah disaring sehingga tidak meninggalkan bau arang sama sekali.

Penjualnya mengklaim bahwa biar pun terlihat hitam, namun kari ini tetap menonjolkan rasa kari murni dengan rasa bawang yang tajam dan menonjol.

Ranzan Parking Area (2)

Sepiring kari hitam disajikan bersama nasi dan daging babi crispy. Untuk mencicipinya pengunjung cukup merogoh kocek sebesar 580 yen atau sekitar $ 7,3 atau setara lebih dari Rp 80.000-an.

Selain kare berwarna hitam, Anda dapat menikmati menu unik lainnya yang tentunya berwarna hitam yaitu es krim cone hitam. Jika biasanya es krim berwarna terang, namun es krim satu ini berwarna hitam gelap dengan rasa espresso yang sangat pahit.

Es krim ini memang tidak diperuntukkan untuk anak-anak, karena rasanya yang sangat pahit. Menu ini menjadi pilihan para pengemudi yang dilanda rasa kantuk. Satu buah es krim hitam dibanderol dengan harga 350 yen atau sekitar $ 4,40 setara dengan Rp 49.000-an.

Lebih lanjut, RPA sendiri akan terus menciptakan menu-menu makanan hitam lainnya yang terbaru seperti cemilan-cemilan ringan berupa donat hitam dan dorayaki hitam dengan kemasan menyeramkan berupa tanda bahaya.

COMMENT