SHARE THIS ARTICLE

aoyamaidol

Dalam sebuah langkah yang mungkin belum pernah terjadi sebelumnya, manajemen group idol Jepang menuntut dua mantan anggotanya, orang tua walinya, dan penggemar yang menjalin hubungan dengan mereka untuk mengganti rugi.

MovingFactory, manajemen dan label dibalik group idol beranggotakan 7 orang Aoyama Saint Hachamecha High School menyebut nama 2 member, penggemar, dan orang tua dalam gugatan yang dipublikasikan kemarin.

Dibentuk tahun 2012, Aoyama Saint Hachamecha High School tidak seterkenal group idol lainnya seperti Perfume, AKB48 dan Momoiro Clover Z, tapi memiliki basis penggemar yang lumayan banyak. Single berjudul “STARTING OVER” yang dirilis pada bulan Maret, mendapat peringkat ke-7 dalam chart single mingguan Oricon.

Pada bulan April tahun ini tiba-tiba diumumkan bahwa salah satu member akan meninggalkan group karena “alasan kesehatan” dan kemudian pada bulan Juli member lainnya dikabarkan akan “istirahat” dari tampil berbagai acara. Member baru kemudian diumumkan (group tersebut kini memiliki 8 member).

Namun, pada bulan Agustus alasan kepergian Miho Yuuki (19) dan Sena Miura (22) akhirnya terungkap ketika produser menjelaskan bahwa mereka berdua telah mengencani penggemarnya, yang mana itu melanggar kontrak mereka dengan MovingFactory. Mereka kemudian dipecat dan manajemen bahkan bertindak lebih lanjut dengan mengungkap nama sang penggemar tersebut, yang akhirnya membuat orang-orang mencari akun sosial media dan foto-foto mereka.

Dan kini muncul tuntutan yang telah diajukan mencapai lebih dari 8,2 juta yen (lebih dari $75000) untuk kerugian karena tindakan gadis-gadis tersebut. Nama kedua member disebutkan dalam tuntutan tersebut, begitu juga dengan para pria yang memiliki hubungan dengan gadis-gadis itu.

“Para orang tua wali menandatangi kontrak bahwa para member tidak akan menjalin hubungan dengan penggemar dan tidak akan mengabaikan pekerjaannya,” kata manajemen. “Mereka telah menghianati para anggota dalam group dan semua penggemar mereka. Kami tak dapat memaafkan ini”.

Baru kemarin tuntutan tersebut dikonfirmasi, walau rumor tentang hal tersebut telah beredar sejak pertengahan Agustus ketika MovingFactory menjelaskan mengapa kedua member keluar dari group. Salah seorang pria (yang disebut dalam tuntutan tersebut) membuat postingan blok dan mengklaim bahwa sebagai warga negara biasa dia bebas untuk menjalin hubungan dengan seseorang dan bahwa dia telah menerima pemberitahuan tuntutan. Pria lainnya berbuat lebih jauh dengan meminta maaf melalui video YouTube (sejak kasus ini terungkap).

Baru-baru ini ada beberapa kasus yang mirip. Bulan lalu perusahaan manajemen untuk group idol NZero mengumumkan tuntutan melawan seorang member dan seorang penggemar karena memiliki “kontak pribadi”.

Walaupun skandal seperti ini pernah ada sebelumnya, yang biasanya terjadi adalah member yang “malu” dipecat atau dihukum. Minami Minegishi dari AKB48 diturunkan kedudukannya dan bahkan menggunduli kepalanya untuk mempermalukan dirinya sendiri, sementara member lainnya Rino Sashihara diasingkan ke “sister group” di Kyushu karena memiliki episode romantis yang serupa, walaupun basis penggemarnya sejak (kasus) itu telah membebaskan dirinya dan mengubahnya menjadi salah satu member paling populer dalam lingkup AKB.

Beberapa pihak telah mengkritik manajemen group idol atas kemunafikan moral, menuntut para member perempuan harus terlihat murni dan tak berdosa padahal sebetulnya menjual mereka sebagai obyek seks dan mengambil keuntungan dari seksualisasi gadis-gadis belia. Pada kenyataannya, seperti yang diduga terjadi pada mantan member AKB48 Tomomi Kasai, ada kasus dimana  hubungan dengan para idol diijinkan namun hanya ketika itu terjadi dengan anggota manajemen pria (yang lebih tua).

COMMENT