Berita Jepang | Japanesestation.com

Buat kamu yang berencana mengikuti test JLPT di Jepang sekalian liburan, sekarang nggak bisa lagi! Karena, wisatawan internasional dan pengunjung jangka pendek tidak lagi diizinkan mengikuti JLPT di Jepang. Keputusan ini diumumkan oleh penyelenggara ujian. Ke depannya, proses pendaftaran di Jepang wajib memberikan bukti tempat tinggal/ residensi. “JLPT 2026 terutama ditujukan bagi penutur non-native bahasa Jepang yang merupakan penduduk jangka menengah hingga panjang atau pemegang status permanent resident khusus,” informasi dari pengumuman tersebut.

Selama beberapa dekade, Japanese-Language Proficiency Test (JLPT), ujian kemampuan bahasa Jepang paling bergengsi di Jepang terbuka bagi siapa saja yang berada di Jepang, dengan jenis visa apapun, Namun, perubahan kebijakan besar akan segera diberlakukan. Mulai tahun ini, wisatawan internasional dan pengunjung jangka pendek tidak lagi diizinkan mengikuti JLPT di dalam wilayah Jepang.

Aturan Kelayakan Baru JLPT

Mau Sekalian Tes JLPT Pas Liburan ke Jepang? Sekarang Nggak Bisa Lagi!

Peraturan baru ini merupakan respons terhadap tantangan logistik dan administrasi, Menurut Japan Educational Exchanges and Services, lonjakan pendaftar luar negeri yang menggunakan alamat domestik tanpa izin telah menjadi masalah yang tidak lagi dapat ditangani. Nomor telepon yang tidak valid dan informasi kontak yang tidak dapat dihubungi, menyebabkan sering gagalnya pengiriman dokumen fisik penting, seperti voucher ujian dan laporan nilai.

Sebagai solusi dari masalah tersebut, maka pendaftar domestik harus memiliki izin tinggal jangka menengah-panjang atau status permanent resident khusus. Saat melakukan pendaftaran online melalu situs MyJLPT, calon peserta wajib memberikan nomor residence card yang masih valid beserta tanggal kadaluwarsanya. Dengan sistem seperti ini, maka secara efektif melarang calon peserta yang menggunakan visa turis 90 hari untuk mengikuti ujian JLPT di Jepang. Namun, beberapa kelompok tetap dikecualikan dari kewajiban residence card ini. Pengecualian tersebut mencakup warga negara Jepang naturalisasi yang bukan penutur asli bahasa Jepang, individu dengan visa diplomatik atau resmi, serta mereka yang ditempatkan di Jepang berdasarkan perjanjian pasukan Amerika Serikat atau Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Apa itu JLPT?

JLPT merupakan standar global untuk mengukur kemampuan bahasa Jepang bagi penutur non-native. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1984, ujian ini telah berkembang menjadi operasi global berskala besar, dengan rekor 1,47 juta peserta mengikuti ujian tersebut di seluruh dunia pada tahun 2024.

Ujian ini dikelola bersama oleh Japan Foundation dan Japan Educational Exchanges and Services, serta dibagi menjadi lima tingkat kesulitan, mulai dari N5 untuk pemula hingga N1 untuk tingkat mahir. JLPT berfokus pada evaluasi kemampuan membaca dan mendengar, bukan berbicara.

Selain sebagai pencapaian pribadi, JLPT juga memiliki pengaruh besar di dunia profesional, nilai kelulusan terutama pada level N2 atau N1, sering kali menjadi syarat untuk bekerja di perusahaan Jepang, masuk universitas, dan memperoleh poin untuk status imigrasi preferensial.

Meskipun ujian ini diadakan di seluruh 47 prefektur Jepang dua kali setahun, yaitu pada bulan Juli dan Desember, ketersediaannya di luar negeri berbeda-beda, dengan beberapa lokasi hanya menyelenggarakan ujian sekali dalam setahun.

Jadi, untuk kamu yang ingin mengikuti ujian JLPT, apakah kamu sudah daftar untuk ujian JLPT di Indonesia?

Sumber artikel: https://www.tokyoweekender.com/