Kalau kalian ingin memahami bagaimana pola makan orang Jepang bisa terkenal sehat dan seimbang, konsep ichiju sansai adalah salah satu kuncinya.Kali ini tim Japanese Station akan mengajak kalian mengenal susunan hidangan tradisional Jepang sekaligus etika makan yang menyertainya, yang ternyata sarat makna dan filosofi.
Ichiju sansai merupakan konsep dasar dalam masakan Jepang tradisional atau washoku, yang bahkan diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Secara harfiah, istilah ini berarti “satu sup dan tiga hidangan”. Dalam praktiknya, satu set makanan terdiri dari nasi sebagai makanan pokok, satu mangkuk sup, satu lauk utama (biasanya ikan atau protein lain), serta dua lauk pendamping yang umumnya berbahan sayuran.
Kalau kalian ingin mencoba pola makan yang lebih sehat tapi tetap sederhana, konsep ichiju sansai dari Jepang bisa jadi inspirasi. Cara makan ini tidak ribet, tapi punya susunan yang rapi dan seimbang, sehingga membuat makanan terasa lebih nikmat dan bergizi.
Makanan tidak dimakan satu per satu sampai habis, tapi bergantian. Misalnya sedikit nasi, lalu lauk, lalu sup. Cara ini membuat rasa makanan lebih terasa dan tidak membosankan.
Dalam budaya Jepang, mangkuk sup boleh diangkat dan diminum langsung. Makanan juga biasanya sudah dipotong kecil, jadi cukup pakai sumpit tanpa alat lain. Selain itu, menghabiskan makanan dianggap sebagai bentuk menghargai makanan.