Share on

Jepang, khususnya Tokyo akan menjadi tuan rumah bagi Olimpiade 2020. Untuk mempersiapkannya, beberapa orang mencoba untuk mempelajari bahasa Inggris agar dapat berkomunikasi dengan para wisatawan dan atlet asing yang akan datang 2 tahun mendatang. Salah satunya adalah nenek 90 tahun ini yang mencoba belajar bahasa Inggris kepada cucunya. Uniknya sang cucu mendokumentasikan perkembangan kemampuan bahasa Inggris neneknya tersebut dalam akun twitter bernama @Grandma_English.

Dia belajar dari cucunya melalui aplikasi LINE, di mana setiap hari dia mengajarkan kata baru dan ditanyai kata-kata yang dia pelajari sebelumnya. Dia belajar setiap kata yang dieja dalam katakana, sehingga dia dapat dengan mudah mengingat pengucapannya. Ketika dia tidak ingat sepatah kata pun, dia menjawab "i don't remember" dalam katakana.

Seringkali dia mengatakan anak laki-laki menjadi daughter dan juga sebaliknya.

"No. 18: Musuko "" Daughter. "(Stiker: Tidak)" Kamu membuat kesalahan yang sama sebelumnya! "

Dia juga seringkali melakukan kesalahan dalam pelafalan dan penulisan seperti mengatakan dinner menjadi dinners.

"No. 21 Makan Siang" "Lunch" "Betul" "No.22 Makan malam" "Dinners" "Tidak perlu huruf S di belakangnya"

Terkadang dia mencontek saat menjawab kuis, tetapi dia selalu mengakuinya. Dia sering menggunakan kata "カ ン ニ ン グ (kanningu)", yang berarti "curang" dalam bahasa Jepang, pada akhir jawaban.

"No.15 Sumpit" "Chopstick Kanningu" "Dari siapa nenek mencontek?" "Ayahmu"

Dia biasanya dapat mengingat kata-kata yang dia pelajari, dan ketika juga sering menjawab dengan benar, terkadang dia menambahkan sedikit emoji.

Nenek 90 tahun yang belajar bahasa Inggris ini menjadi inspirasi di berbagai kalangan di Jepang. Akun twitter yang baru dibuat pada 30 Juni ini, kini sudah memiliki lebih dari 15.000 ribu pengikut! Bukan hanya kerja kerasnya, postingan dari cuplikan LINE tersebut menunjukan betapa eratnya hubungan sang nenek dengan cucunya.

(featured image: Asian Junkie)