Share on

Dengan adanya teknologi aplikasi video chat, kita tidak perlu khawatir lagi untuk berkomunikasi dalam masa social distancing karena wabah COVID-19 ini. Namun, bagaimana jika kamu ingin “kabur” dari percakapan yang tidak diinginkan? Nah, ternyata ada solusinya lho, seperti yang dilakukan orang jenius dari Jepang ini.

Marina Fujiwara (@togenkyoo di Twitter), seorang insinyur jenius sekaligus komedian asal Jepang yang melabeli dirinya sendiri sebagai seorang yang membuat “produk tak berguna,” malah membuat inovasi terbaru yang sangat berguna. Dan inovasi baru ini disebut “Loading Circle Machine for Escape from Zoom”, sebuah mesin yang dioperasikan dengan batere yang terdiri dari 2 bagian: sebuah tombol bertuliskan “EMERGENCY ESCAPE” dan sebuah tangan mekanik yang dapat bergerak ketika tombol tersebut ditekan.

Fujiwara sendiri mendemonstrasikan alat itu lewat video berdurasi 14 detik. Jika kamu ingin kabur dari video chat yang tidak jelas, membosankan, atau tidak diinginkan, kamu hanya tinggal membuat pose dengan mengeluarkan satu tangan dari frame video.

Lalu, sementara kamu mempertahankan posisi badan dan wajahmu sebisa mungkin, gunakan tanganmu yang tersembunyi untuk menekan tombol EMERGENCY ESCAPE yang akan menggerakan tangan mekanik. Tangan mekanik ini memiliki ujung unik di atasnya yang bentuknya mirip dengan lingkaran loading yang akan muncul dalam monitormu ketika sebuah aplikasi mengalami eror dan berhenti mendadak. Nah di saat inilah kamu harus menggunakan tangan tersembunyimu untuk meraih mouse dan ke luar dari chat.

Ujung tangan mekanik yang berbentuk seperti lingkaran loading. (soranews24.com)
Ujung tangan mekanik yang berbentuk seperti lingkaran loading. (soranews24.com)

Fujiwara juga punya sebuah channel YouTube di mana ia memamerkan kreasi uniknya lho. Misalnya sebuah mesin yang dapat menggaruk mukamu jika kamu menghindari menggaruknya dengan tanganmu sendiri untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.

Nah, jika kamu melihat video Fujiwara di atas dan merasa khawatir video itu dapat menyakiti teman-temannya, santai saja. Fujiwara sendiri telah menjelaskan dalam cuitan berikutnya, “Aku tak punya teman untuk melakukan drinking party online bersamaku, jadi orang dalam demonstrasi itu adalah oranf lain dari database video gratis,” kata-katanya ini membuktikan bahwa Fujiwara sudah “kabur” dan menghindar dari percakapan online yang tidak diinginkan bukan?