Berita Jepang | Japanesestation.com

Sebagian orang gemar membawa bekal makan mereka ke kantor atau sekolah, sedangkan sebagian lainnya lebih memilih untuk makan di kantin kantor/sekolah atau restoran terdekat.

Kini ada tren baru di kalangan pengusaha Jepang. Sebuah perusahaan asuransi jiwa di Jepang mengadakan sebuah survei mengenai tren makan siang pengusaha, yang disebarkan ke 5.652 orang pengusaha berusia antara 20-an hingga 30-an. Hasilnya adalah bahwa 32, 3% pengusaha pria dan 39,5% pengusaha wanita membawa bekal makan mereka sendiri ke tempat kerja. Ini berarti 1 dari 3 pengusaha memilih bekal makan.

Selebihnya, untuk pria, 20,5% biasa membeli makan di kantin, 18,3% membeli di toko terdekat dan 11,9% memilih untuk makan di luar kantor mereka. Sementara untuk wanita, 12,9% membeli bekal makan di toko, 10,8% memilih untuk pulang ke rumah (!), 10,0% menikmati makan di luar dan hanya 7,8% yang makan di kantin kantor.

Hal yang mengejutkan adalah bahwa sebagian pengusaha wanita memilih untuk pulang ke rumah untuk menikmati makan siang mereka! Hal itu mungkin saja bila kantor mereka berada dekat dari tempat tinggal mereka, namun ini pun berarti mereka harus menyiapkan makan siang dan hal itu cukup menyita waktu. Belum lagi rasa ingin bersantai setelah makan yang mungkin timbul jika kita memilih untuk makan siang di rumah.

Survei itu juga melihat berapa besar uang yang dihabiskan oleh para pengusaha tersebut untuk makan siang mereka. Dan antara pria dan wanita jawaban yang paling umum adalah 500 yen (pria : 27,7%, wanita : 29,1%), yang merupakan harga yang tidak mahal sama sekali. Jawaban paling populer kedua untuk pria adalah 300 yen (11,0%) sementara jawaban kedua untuk wanita adalah 1000 yen (14,9%). Terlihat di sini terdapat sebuah gap yang jelas antara wanita dan pria.

Normalnya, jika kita makan siang di sebuah restoran yang cukup bagus atau kita memilih menu makan siang dengan harga yang telah ditetapkan, kita akan menghabiskan sekitar 1000 yen. Namun makanan seharga 5000 yen mungkin adalah semangkuk ramen, sementara dengan 300 yen kita akan mendapatkan semacam beef teriyaki. Perbedaan ini mungkin dikarenakan para pria Jepang lebih senang menghabiskan uangnya untuk membeli berbagai majalah.

sumber : japanstyle.info