Share on

Setelah Topan Jonghari menghantam pulau Kyushu dan menyebabkan 24 orang terluka pada akhir bulan Juli lalu, kini dua topan lainnya yang sangat kuat juga tengah mendekati Jepang bagian barat. Kedua angin topan tersebut kemungkinan akan melintas pada hari Kamis sore dan Jumat di daerah yang sudah dilanda banjir besar dan tanah longsor beberapa waktu lalu.

Advertise With Us

Lembaga cuaca telah memperingatkan adanya hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi ketika Topan Cimaron diperkirakan akan melakukan perjalanan ke utara di wilayah barat Jepang menjelang akhir pekan ini. Selain itu, Topan Soulik, topan kuat lainnya, juga tengah bergerak ke utara melintasi laut barat pulau utama Kyushu di barat daya Jepang dan masih bisa membawa angin kencang dan hujan lebat di daerah tersebut, ujar Badan Meteorologi Jepang.

Embusan angin berkecepatan 185 kilometer per jam tercatat di Pulau Nakanoshima, Prefektur Kagoshima, Jepang, pada hari Rabu (22/8) pagi ketika topan melintasi wilayah di dekat pulau tersebut. Lembaga cuaca setempat juga mengatakan, kedua angin tersebut dapat membawa lebih dari 1.000 milimeter hujan di beberapa daerah di wilayah barat dan tengah.

Sejak hari Rabu pukul 3 sore kemarin, Cimaron melakukan perjalanan sekitar 380 kilometer dari barat hingga barat daya Pulau Chichijima dengan kecepatan 30 kilometer per jam. Topan tersebut memiliki tekanan atmosfer 950 hektopascal di pusatnya dengan hembusan angin hingga 216 kilometer per jam. Pemerintah telah membentuk unit tanggap darurat di pusat manajemen risiko di kantor perdana menteri untuk menghadapi bencana ini. Pada pertemuan pemerintah, menteri penanggulangan bencana, Hachiro Okonogi mendesak pemerintah daerah untuk memperingatkan masyarakat agar segera melakukan evakuasi jika dibutuhkan.

Dalam periode 24 jam hingga Kamis pagi, hujan hingga 300 mm diperkirakan terjadi di Jepang bagian barat dan 200 mm di wilayah selatan Kyushu. Menurut lembaga cuaca, angin berkecepatan hingga 126 kilometer per jam diperkirakan akan melintas pada hari Kamis di Kyushu utara yang diakibatkan oleh Soulik.

Pada bulan Juli lalu, lebih dari 220 orang tewas ketika hujan lebat melanda Jepang bagian barat, yang memicu banjir besar dan tanah longsor. Dalam bencana tersebut, Prefektur Hiroshima, Okayama dan Ehime menjadi prefektur yang mengalami kerusakan paling parah.