Share on

Kamu yang hobi nonton anime atau dorama pasti tidak asing kan dengan kata “moshi-moshi” yang sering diucapkan oleh orang Jepang saat menerima telepon? Ya, di Jepang kata “moshi-moshi” bisa diartikan sebagai “halo.”  Tapi, kenapa ya kata “moshi” harus diucapkan 2 kai? Apa tidak bisa disingkat jadi sekali saja? Nah, di artikel ini, JS akan menjelaskan kenapa moshi-moshi harus diucapkan berulang!

Sebelum masuk ke topik inti, mari kita membahas dari mana sih asal-usul dan arti kata moshi!

Apa Sebenarnya Arti Kata Moshi-Moshi?

"Moshi" sebenarnya berasal dari kata kerja mousu 申す, yang merupakan bentuk keigo (sopan) dari  "mengatakan" (iu 言う). Pada Zaman Edo, kata ini dugunakan ketika berbicara dengan seseorang yang memiliki status lebih tinggi. Awalnya, kata-kata yang digunakan adalah moushiagemasu 申し上げます, moushimasu 申します atau mousu 申す. Kata-kata di atas artinya sama, yaitu “Aku akan berkata/berbicara.” Nah, kata ini juga sering disingkat menjadi "moushi" (申し) dan digunakan untuk mmenarik perhatian orang lain, sama seperti mengatakan “hey!”

Jadi, ketika kamu mengatakan "moshi moshi," artinya kamu mengatakan “aku akan berbicara” dua kali dengan sopan. Namun, kata ini lebih sering diartikan sebagai, ”halo!” Begitulah ceritanya.

Mengapa Orang Jepang Mengucapkan kata Moshi-moshi dan Alasannya Diulang 2 kali.

Sekarang kita tahu asal-usul dan arti dari kata moshi-moshi. Tapi, mengapa orang Jepang lebih memilih “moshi-moshi” dibanding bentuk sapan lain? Dan ternyata menurut berbagai sumber, ada 3 alasannya. Apa saja?

Rubah Tidak Bisa Mengucapkan Moshi-moshi

Rubah (tofugu.com)
Rubah (tofugu.com)

Menurut legenda, rubah tidak bisa mengucapkan moshi-moshi dengan sempurna. Setelah mendengar ini, mungkin kamu akan bertanya-tanya, “Apa hubungan rubah dengan menjawab telepon?” Memang aneh sih, tapi jika kamu tahu legenda tentang rubah atau Kitsune, pasti bakal mengerti, hewan lucu ini bisa berbahaya!

Intinya, rubah ajaib (kitsune) itu sangat kuat dan berbahaya. Mereka dapat mengubah wujud, membuat ilusi, dan senang mengisengi orang. Karena itu, jika seekor kitsune jahat meneleponmu, kamu dalam bahaya. Karena itulah, orang Jepang mulai mengatakan “moshi-moshi” ketika menjawab telepon. Alasannya, dalam legenda, rubah tidak bisa mengatakan sesuatu dengan sempurna.

"…seekor rubah bisa menegtuk pintu rumahmu dengan ekornya. Jika kamu membukanya, kamu akan melihat seorang manusia, atau malah seorang gadis cantik yang akan berbicara dengan kata-kata terputus-putus namun tetap bisa dimengerti. Rubah memang tidak bisa mengucapkan satu kata penuh, hanya sebagian saja—seperti "Nish . . . Sa. . ." untuk "Nishida-San"; "degoz . . ." untuk "degozarimasu, atau "uch . . . de . .?" untuk  "uchi desuka?" ujar seorang peneliti legenda Jepang, Lafcadio Hearn.

Dari sinilah mitos moshi-moshi lahir!