Share on

Lima orang tewas dan sekitar 40 orang terluka pada hari Kamis (26/7/18) setelah terjadi kebakaran di sebuah lokasi konstruksi di pinggiran kota Tokyo dan asap  menelan para pekerja.

Satu dari lima orang meninggal setelah gagal melarikan diri dari ruang bawah tanah gedung yang sedang dibangun di kota Tama. Dari yang terluka, sekitar 30 orang berada dalam kondisi serius, menurut Dinas Kebakaran Tokyo.

Sekitar 320 pekerja berada di lokasi konstruksi bangunan tujuh lantai tersebut, yang memiliki tiga lantai di atas tanah dan empat di bawah tanah. Bahan insulasi tampaknya terbakar setelah terjilat percikan api yang muncul ketika pekerja sedang memotong rangka baja di tingkat tiga bawah tanah, menurut polisi.

5 Tewas, 40 Luka-luka Akibat Kebakaran Yang Terjadi Pada Kontruksi Di Kota Tama, Tokyo
Source : https://english.kyodonews.net/news/2018/07/8ac4b767a538-fire-breaks-out-at-tokyo-construction-site-people-possibly-trapped.html

Pemadam kebakaran, yang menerima panggilan darurat sekitar pukul 1:50, mengatakan sekitar 5.000 meter persegi dari 17.500 meter persegi dari total luas lantai bangunan rusak. Api dapat hampir dipadamkan sekitar enam jam kemudian.

Pembangunan gedung tersebut dimulai pada Oktober 2016 dan dijadwalkan untuk selesai September ini, menurut Hazama Ando Corp, manajer umum proyek.

Pekerja yang melarikan diri dari tempat kejadian tersebut mengingat betapa takutnya mereka setelah dilanda asap hitam. Seorang pria berusia 20 tahun yang bekerja di lantai 2 gedung tersebut mengatakan bahwa dia mengetahui tentang kebakaran setelah ada panggilan dari atasannya. Dia berlari tanpa tahu persis dimana jalan keluarnya.

"Saya menemukan banyak jalan buntu. Saya senang bahwa saya selamat," katanya.

Seorang insinyur listrik berusia 26 tahun yang melarikan diri dari bawah tanah mengatakan, dia menuju ke arah suara-suara ketika asap menghalangi pandangannya. Pekerja lain, juga berusia 26 tahun mengatakan dia melihat banyak orang berteriak, “Tolong!” dari arah scaffolding di sekitar gedung.

Di Tokyo, sekitar 100 hingga 200 kebakaran terjadi di lokasi konstruksi setiap tahun. Pekerjaan pengelasan atau pemotongan logam, puntung rokok dan pembakaran seringkali menjadi penyebab kebakaran, menurut departemen pemadam kebakaran.

Dalam kebakaran pada hari Kamis tersebut, para pekerja menggunakan obor gas asetilena untuk memotong rangka baja, kata polisi, menambahkan bahwa percikan api yang diciptakan selama pekerjaan itu tampaknya membakar bahan uretan di dekatnya. Uretan sering digunakan sebagai bahan insulasi di rumah dan gedung.

(Featured image : Japan Today)