Berita Jepang | Japanesestation.com

Saat ini, ada banyak restoran ramen di seluruh Jepang, dan hidangannya pun semakin mudah ditemukan di negara lain. Tetapi setiap tren makanan harus dimulai di suatu tempat, dan untuk ramen Jepang, titik awalnya adalah Rairaiken.

Dibuka pada tahun 1910 di daerah Asakusa, Tokyo, Rairaiken adalah restoran ramen pertama di Jepang. Dikelola oleh pendirinya, Kanichi Ozaki, dan tim juru masak yang direkrut dari Pecinan Yokohama. Rairaiken mencapai kesuksesan dengan cepat, bahkan terkadang mereka bisa melayani 3.000 orang pelanggan dalam satu hari.

Rairaiken
Rairaiken tahun 1914 dan Kanichi Ozaki (soranews24.com)

Rairaiken berdiri di Asakusa selama lebih dari 30 tahun. Pada tahun 1944, dengan Perang Dunia II mendatangkan malapetaka bagi kehidupan warga di Jepang, restoran tersebut ditutup. Namun penutupan tersebut ternyata hanya sementara, karena pada tahun 1954 Rairaiken dibuka kembali di Yaesu, dekat Stasiun Tokyo yang sekarang, dan pada tahun 1965 dipindahkan lagi ke Kanda. Pada tahun 1976, karena tidak ada lagi yang bisa melanjutkan bisnis keluarga, Rairaiken tutup untuk selamanya.

Kanichi ozaki
Kanichi Ozaki, pada usia 55 tahun di paling kiri, putranya/pemilik kedua Rairaiken, Shinichi Ozaki, di sebelah kirinya (soranews24.com)

Tetapi sekarang, setelah 44 tahun berlalu, Rairaiken kembali lagi. Sebagai bagian dari misinya untuk melestarikan dan berbagi sejarah ramen, Museum Ramen Shin Yokohama telah meneliti Rairaiken secara ekstensif, dengan bantuan cucu dari Kanichi, Kunio Takahashi, dan cicitnya, Yusaku Takahashi.

museum
Museum Ramen Shin Yokohama membangun kembali lantai pertama dari bangunan asli Rairaiken (soranews24.com)

Melalui upaya mereka, termasuk pengalaman langsung Kunio dalam menyantap ramen di lokasi asli Rairaiken dulu, museum dapat menemukan bahan yang digunakan Kanichi untuk mie dan topping-nya, bahkan jenis tepung yang digunakan untuk membuat mie dari sejak Rairaiken pertama kali dibuka. Mereka juga mengetahui proses membuat mie dan menyiapkan hidangannya. Dilengkapi dengan semua informasi ini, restoran Rairaiken akan dibuka kembali di dalam museum ramen, yang terletak di Yokohama, sekitar 25 menit dari Tokyo.

ramen
Tampilan ramen Rairaiken 2020 (soranews24.com)

Sedangkan untuk kaldu, penelitian museum menunjukkan bahwa meskipun Rairaiken menggunakan kaldu berbasis kedelai, resep pastinya secara teratur disesuaikan, tergantung pada jenis bahan berkualitas apa yang dapat diperoleh. Namun, para peneliti menggunakan semua informasi yang mereka miliki untuk membuat apa yang mereka, dan keturunan Kanichi, yakini sebagai penyajian modern yang lezat dari kaldu Rairaiken.

Interior Museum Ramen Shin Yokohama
Interior Museum Ramen Shin Yokohama (soranesw24.com)

Masih belum jelas apakah Rairaiken baru ini akan dibuka hanya dalam waktu yang terbatas, atau apakah akan dibuka secara tetap. Tetapi yang jelas, Rairaiken akan dibuka kembali di dalam Museum Ramen Shin Yokohama dan mulai melayani pelanggan pada musim gugur ini.