Share on

Tato adalah salah satu cara untuk mengekspresikan diri dan apresiasi seni dengan media tubuh. Tetapi, bagaimana rasanya memiliki tato di Jepang? Apakah tato diterima secara luas atau dijauhi? Berikut ini adalah fakta-fakta tentang tato di Jepang yang perlu kamu ketahui!

Advertise With Us

1. Irezumi (入れ墨), Horimono (彫り物), Shisei (刺青), dan Tato (タトゥー)

Umumnya semua kata ini berarti tato, tetapi masing masing memiliki corak dan makna yang berbeda. Di media publik, seperti berita di TV atau di majalah, ‘irezumi’ lebih tepat digunakan untuk menyebutkan tato.

2. Kanji Irezumi (刺青) Juga Bisa Dibaca Sebagai Shisei

Novel Shisei
Novel Shisei karya Junichirou Tanizaki (tsunagujapan.com)

Junichirou Tanizaki adalah seorang novelis Jepang yang merupakan salah satu pelopor awal gerakan estetika. Dalam novel "Shisei", seorang seniman tato di Jepang membuat tato laba-laba betina pada seorang wanita dengan kulit paling sempurna yang pernah dilihatnya. Novel ini menjadi sangat populer sehingga karakter Cina shisei (刺青) dibaca sebagai Irezumi, yang berarti tato.

3. Perbedaan Tato Barat dan Jepang

Youbori
Youbori, tato gaya Barat (tsunagujapan.com)

Desain tato Jepang disebut wabori (和彫り), yang berasal dari mitologi Buddha atau Cina dan Jepang. Desain ini mencakup Bishamonten (毘沙門天), dewa dari mitologi India kuno, dan disebut Kubera dalam agama Hindu, dikatakan membawa perlindungan dari agama Buddha, keberuntungan, kesuksesan, kekayaan, kesuksesan dalam bisnis, dan kebijaksanaan. Ada juga Kirin (麒麟), hewan mitologi Tiongkok yang dikatakan hanya muncul di hadapan orang-orang suci, melambangkan keberuntungan. Dan masih banyak lagi.

Sedangkan desain tato barat seperti gambar tengkorak, malaikat, salib, kupu-kupu, bunga, dan sebagainya disebut youbori (洋彫り). Perbedaan terletak pada desainnya, bukan pada teknik membuat tato.

4. Pada Zaman Edo, Penjahat Dihukum Dengan Tato

Pada zaman Edo, penjahat ditato di tubuh mereka untuk menunjukkan apa yang telah mereka lakukan kepada orang lain. Saat itu, populasi penduduk mulai meningkat di kota-kota, dan pemerintah mulai menggunakan tato untuk membedakan para penjahat.

5. Yuujyo (遊女) Menggunakan Tato untuk Menunjukkan Pengabdian Mereka Kepada Pelanggan

Tato di Jepang
Tato di Jepang (tsunagujapan.com)

Yuujyo adalah pekerja seks di zaman Edo. Mereka menggunakan tato untuk menunjukkan pengabdian romantis mereka kepada pelanggan tetap mereka. Tato ini, disebut irezumiko (入 墨子), diawali dengan nama pelanggan, dan diakhiri dengan inochi (命), yang berarti hidup. Secara total, tato itu berarti "Saya mengabdikan hidup saya untuk (nama pelanggan)".

6. Pada Zaman Edo, Pendeta Buddha Membuat Tato Sutra atau Desain Religius

Dengan menato tubuh mereka, pendeta Buddha menunjukkan pengabdian mereka dan juga menerima perlindungan spiritual dari para dewa Buddha. Dalam kisah kuno, Miminashi Houichi (耳なし芳一), seorang pendeta Buddha, bertemu dengan roh jahat dan mencoba untuk melawannya dengan menulis tato sutra di seluruh tubuhnya. Tetapi karena ia tidak menuliskannya di telinganya, roh itu mengambil telinganya.

7. Tato Menjadi Ilegal di Zaman Meiji

Tato di Jepang menjadi ilegal saat memasuki zaman Meiji. Undang-undang ini dimulai pada tahun 1872, dan berlaku hingga tahun 1948.

8. Tato Hajichi (ハジチ) di Kerajaan Ryukyu (琉球王国)

Tato Hajichi
Tato Hajichi (tsunagujapan.com)

Kerajaan Ryukyu adalah bagian dari tanah yang sekarang disebut Okinawa. Di sana, berkembang budaya yang sangat berbeda, dan Hajichi adalah bagian dari budaya itu. Tato ini hanya dilakukan untuk wanita di tangan mereka, untuk perlindungan terhadap hal-hal jahat.

9. Tato Suku Ainu

Suku Ainu
Wanita suku Ainu menato mulut mereka (tsunagujapan.com)

Ainu adalah suku aboriginal yang tinggal di beberapa daerah yang sekarang disebut Hokkaido. Wanita dewasa dari suku Ainu membuat tato di sekitar mulut dan tangan mereka, dan budaya ini masih dipraktekkan sampai sekarang dalam ritual Ainu.

10. Saat ini, Tato Dikenali oleh Masyarakat Jepang dalam 2 Kategori, Fashion dan Yakuza

Tato di Jepang
tato di Jepang (tsunagujapan.com)

Tato mode pada dasarnya adalah tato desain Barat yang dianggap sebagai cara untuk mengekspresikan diri, bentuk seni menggunakan tubuh, mode, dan sebagainya. Namun budaya tato lain yang mengakar kuat di Jepang saat ini adalah mafia Jepang, Yakuza.

11. Tato Yakuza Berarti Loyalitas kepada Organisasi

Membuat tato menuntut kesabaran, waktu, uang, dan melibatkan banyak rasa sakit. Dengan menjalani proses ini berarti orang tersebut menunjukkan kesetiaan dan pengabdiannya kepada organisasi Yakuza tersebut, dan menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka telah menjadi anggota.

12. Stigma Masyarakat Jepang

Wabori
Wabori, tato gaya Jepang (tsunagujapan.com)

Jika kamu memiliki tato, terlepas dari apakah kamu bagian dari Yakuza ataupun bukan, meskipun itu hanya tato kupu-kupu kecil, kamu akan mengalami kesulitan dalam hidup di Jepang. Akan lebih sulit untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan terkenal, penegak hukum, pekerjaan pemerintah, dan sebagainya. Beberapa perusahaan menyatakan dalam aplikasi mereka untuk tidak melamar jika kamu memiliki tato.

13. Banyak Pemandian Umum yang Melarang Orang Bertato

Onsen
Banyak onsen di Jepang melarang orang bertato untuk masuk (tsunagujapan.com)

Sekali lagi, stigma lain dari Yakuza tercermin dalam masyarakat Jepang. Jika orang yang bertato menggunakan pemandian umum, mereka dapat dikenai biaya hukum atas penyerbuan gedung. Namun, ada juga beberapa tempat pemandian yang ramah untuk orang bertato.

14. Kamu Bisa Ditangkap Jika Menato Anak di Bawah Umur

Tato di Jepang
Tato di Jepang (tsunagujapan.com)

Usia dewasa di Jepang adalah 20 tahun. Di bawah undang-undang Anti Kejahatan Terorganisir, merupakan pelanggaran hukum bagi anggota kelompok terorganisir atau seseorang yang memaksa anak di bawah umur untuk ditato.