Share on

Yamauba atau dikenal juga dengan Yamamba merupakan salah satu yokai terkenal di Jepang yang memiliki wujud wanita tua dan hidup di pegunungan. Kata Yamauba (山姥) sendiri memang memiliki arti ‘nenek gunung’.

Dalam cerita rakyat, yokai ini digambarkan sebagai penyihir jahat yang suka menculik gadis-gadis desa, memakan hewan ternak, dan anak kecil. Yokai ini juga senang menyiksa siapapun yang memasuki daerah kekuasaannya.

Secara umum Yamauba dilukiskan memiliki tubuh yang tinggi, mulut lebar, dan memiliki rambut panjang. Namun mereka juga terkadang muncul dalam wujud nenek biasa yang terlihat baik tanpa memperlihatkan jati dirinya. Selain muncul dalam cerita rakyat, yokai ini juga menjadi tokoh utama dalam pertunjukan Noh (Yamamba).

Yamauba, Nenek Sihir Pemangsa Manusia
Yamauba / Yamamba (Original illustration by Shinonome Kijin)

Yamauba tinggal sendirian dalam sebuah gubuk di pegunungan, dan terkadang menawarkan tempat singgah, makanan, dan tempat untuk menginap bagi para pelancong yang kelelahan. Namun pada malam hari ketika para tamunya sudah terlelap, ia berubah ke wujud aslinya yang menyeramkan dan menangkap tamunya untuk dimangsa. Cerita tentang Yamauba ini tersebar dari para pelancong yang beruntung selamat dari yokai ini, dan sering diceritakan untuk menakut-nakuti anak yang nakal.

Menurut cerita, Yamauba terbentuk ketika seorang gadis muda dituduh atas kejahatan yang kemudian kabur dan hidup dalam kesendirian, dan berubah menjadi tua seiring dengan berjalannya waktu.

Dalam beberapa kasus lain, awal mulanya adalah dari salah satu kebiasaan di sebuah desa yang mengalami kelaparan dan kesulitan ekonomi. Ketika semakin sulit untuk memberi makan pada anggota keluarganya, para penduduk diharuskan membuat keputusan sulit, yaitu menyingkirkan salah satu anggota keluarganya agar yang lainnya dapat bertahan hidup.

Sering kali yang terpilih adalah bayi yang baru lahir, atau orang yang sudah tua. Beberapa keluarga bahkan meninggalkan ibunya yang sudah pikun di hutan. Para wanita tua yang ditinggalkan ini, karena marah dan putus asa kemudian berubah menjadi yokai yang suka memangsa manusia.

  Featured image: Bakemono no e Source: yokai