Share on

Jika pembaca JS pernah menonton drama atau anime dengan adegan anak-anak SD berangkat ke sekolah, pasti pernah melihat tas berbentuk unik  berbahan dasar kulit di punggung mereka kan? Nah, nama tas itu adalah randoseru, tas yang awalnya hanya digunakan oleh siswa sekolah dasar di Jepang. Meski sekarang sih, sudah banyak orang yang menggunakannya sebagai tas untuk hang out. Nah, kira-kira tas unik ini menyimpan sejarah seperti apa ya? Gak mungkin kan muncul begitu saja? Biar gak bingung, yuk, kita telusuri asal-usul randoseru!

Advertise With Us

Apa Itu Randoseru?

asal-usul randoseru japanesestation.com
Anak SD mengenakan randoseru (wikimedia.org)

Buat yang belum tahu atau belum pernah melihatnya, randoseru (ランドセル) adalah sebuah backpack yang terbuat  dari kulit atau kulit imitasi yang biasanya digunakan oleh anak-anak SD di Jepang. Awalnya, tas ikonik ini diberikan kepada seorang anak saat ia memulai hari pertamanya di sekolah dasar dan terus memakai tas yang sama hingga mereka duduk di kelas 6 nanti.

Desain

asal-usul randoseru japanesestation.com
Randoseru (nhk.or.jp)

Di sekolah konservatif, desain, warna, dan brand randoseru harus disamaratakan dengan merah sebagai warna tradisional untuk anak perempuan dan hitam bagi anak laki-laki.  Warna-warna lain seperti pink, coklat, dark blue, hijau, biru, dan two-tone juga telah ada sejak tahun 1960-an meski tingkat penjualannya sangat butuk karena mentalitas di mana tradisi yang sejak awal adalah yang harus diikuti. Meskipun begitu, kebiasaan tersebut mulai menghilang pada awal ahun 2000-an dan meningkatnya variasi warna randoseru menjadi daya tarik bagi orang tua yang ingin tetap mempertahankan tradisi di tengah zaman modern di mana anak-anak tidak lagi harus mengenakan seragam dan randoseru.  

Ukuran randoseru normal sendiri biasanya berkisar antara 30 cm untuk panjangnya, dan 23 cm untuk lebarnya dengan kedalaman sekitar 18 cm. Di luarnya, tentu dilapisi material semacam kulit. Dalam keadaan kosong, beratnya sekitar 1,2 kilograms. Namun, karena banyak yang meminta randoseru dengan berat lebih ringan tapi tetap kuat, pada tahun 2004, sekitar 70% randoseru dibuat dari kulit imitasi Clarino. Ransel ini pun didesain dengan kulit keras di dalam dan dibagi ke dalam beberapa kompartemen di dalamnya. Tas ini lalu ditutup dengan sebuah penutup seukuran tas dengan sebuah klip di bawahnya. Biasanya, produsen randoseru juga menawarkan randoseru dalam 2 ukuran, dengan ukuran lebih besar dapat memuat clearfile seukuran  A4.

Asal-usul Randoseru

asal-usul randoseru japanesestation.com
Ransel, backpack asal Jerman, nenek moyang randoseru (wikimedia.org)

Setelah mengetahui tentang apa itu dan desain randoseru, mari masuk ke asal-usulnya!

Nah, dilansir dari NHK, Asosiasi Randoseru mengatakan kalau tradisi menggunakan randoseru sebagai tas sekolah Jepang dimulai di sebuah insitut pendidikan di Tokyo yang disebut Gakushuin pada tahun 1877 silam.

Institut tersebut didirikan dengan tujuan menyamaratakan kedudukan dan berusaha membuat semua murid bisa berdiri sendiri tanpa adanya keuntungan dari keluarga mereka. Karena itu, pada tahun 1885, sekolah ini melarang murid-muridnya datang ke sekolah dengan kereta kuda atau datang dengan anggota keluarga mereka membawakan tas.

Nah, untuk memudahkan para siswa membawa barang-barang yang dibutuhkan ke sekolah, Gakushuin memperkenalkan sebuah knapsack bergaya militer. Tidak seperti kebanayakan tas saat itu, tas tersebut dipakai di punggung sang pemilik, membuat tangan bebas. Tak lama setelah itu, tas ini dikenal dengan nama “randoseru”, diambil dari bahasa Belanda untuk backpack, “ransel.”

Dua tahun kemudian, pada 1887, Perdana Menteri Hirobumi Ito menghadiahkan sebuah randoseru kepada Pangeran Yoshihito, Kaisar Taisho yang mulai bersekolah di  Gakushuin. Hal inilah yang dipercaya menjadi momen di mana randoseru menjadi elemen wajib dari seragam sekolah.

Satu dekade kemudian, Gakushuin mulai menerapakan ukuran dan bentuk standar untuk randoseru. Hingga kini, desainnya tidak banyak berubah, meski ada sedikit modifikasi dalam ukuran, warna, serta bentuknya yang terkadang dibuat lebih modern.

Masa Depan  Randoseru

asal-usul randoseru japanesestation.com
Berbagai variasi randoseru (nhk.or.jp)

Hingga lebih dari 100 tahun setelah diperkenalkan, popularitas randoseru seolah tak pernah surut. Meskipun begitu, Professor Takeshi Shirado dari Taisho University, seorang ahli dalam kultur anak, mengatakan bahwa meningkatnya variasi dan jenjang harga meindikasikan bahwa sebenarnya randoseru telah berubah mengikuti perkembangan masa.

“Ada berbagai tipe randoseru sekarang ini,” ujarnya

"Beberapa memiliki harga yang murah namun tetap fashionable, ada juga yang lebih mengutamakan fungsinya. Menurut saya, itu sah-sah saja, dan kita akan melihat bagaimana anak-anak memilih tas yang cocok dengan kebutuhan dan selera mereka masing-masing,” tambahnya.

Nah, itulah asal-usul dan perkiraan nasib randoseru menurut ahli di masa yag akan datang! Apakah kamu tertarik dengan tas ikonik ini?

Sumber:

NHK

Wikipedia