Share on

Sama seperti uang kertas di Indonesia, Jepang juga memiliki uang kertas bergambar tokoh-tokoh penting. Mungkin, kamu berpikiran kalau wajah yang tercetak dalam mata uang yen tersebut merupakan anggota keluarga kekaisaran atau politikus. Namun kenyatannya, Jepang belum pernah merilis uang dengan wajah anggota keluarga kekaisaran di uang kertas mereka sejak tahun 1969. Malah, para tokoh-tokoh yang tercetak di uang kertas ini biasanya adalah penulis, pendidik, dan para dokter, para pionir seni dan pengetahuan Jepang.  

Jepang mengganti uangnya setiap 2 dekade, karena itu uang yang tersebar sekarang akan diganti dengan desain baru pada 2024 nanti, tentunya dengan wajah tokoh-tokoh Jepang lain. Nah, mari kita berkenalan dengan tokoh-tokoh Jepang yang ada pada uang kertas zaman sekarang dan uang baru yang akan dirilis 4 tahun dari sekarang!

Uang kertas 1.000 yen yang sekarang (sejak 2004)

Uang kertas 1.000 yen yang sekarang (wikipedia.org)
Uang kertas 1.000 yen yang sekarang (wikipedia.org)

Dalam uang ini, ada gambar Hideyo Noguchi, seorang ahli bakteriologi yang berjasa dalam berbagai vaksin, seperti rabies, polio dan sifilis. Semasa hidupnya, Noguchi bercita-cita ingin menjadi seorang dokter, namun bekas luka bakar pada tangan kirinya mengakibatkan tidak ada rumah sakit yang mau menerimanya. Akhirnya, ia memutuskan untuk pergi ke Amerika dan akhirnya bekerja sebagai asisten peneliti yang mempelajari racun ular.

Meski dianggap sebagai salah satu figur menonjol dalam peneitian kesehatan selama hidupnya, reputasi Noguchi berada di bawah pengawasan, setidaknya setelah satu tahun sejak kematiannya. Beberapa hasil temuannya dianggap tidak akurat atau tidak dapat direproduksi. Tak hanya itu, metode eksperimennya juga mendapat kecaman tidak etis. Jadi, ke depannya, tokoh dalam uang kertas 1.000 yen ini akan diganti dengan ahli bakteriologi lain. Siapakah dia?

Uang kertas 1,000 yen baru (untuk tahun 2024)

Uang kertas 1,000 yen baru  (imf.org)
Uang kertas 1,000 yen baru (imf.org)

Uang 1000 yen baru nanti akan dihiasi dengan potret Shibasaburo Kitasato, seorang peneliti ternama asal Kyushu. Pria kelahiran tahun 1852 ini bekerja sebagai seorang profesor di University of Tokyo setelah mendapat gelarnya di bidang kesehatan pada tahun 1883 sebelum akhirnya pergi menuju Berlin untuk mempelajari bakteriologi dengan Robert Koch, ahli bakteriologi asal Jerman yang dikaguminya.

Pada tahun 1889, Kitasato menjadi orang pertama di dunia yang mempelajari tetanus murni dan bekerja dengan ahli fisiologi Jerman Emil von Behring untuk menghasilkan sebuah serum untuk penyakit ini, bersama dengan antitoksin untuk difteri dan antraks. Atas termuannya, baik Kitasato dan von Behring mnjadi nominator untuk Nobel Prize in Medicine pertama pada tahun 1901. Sayangnya, hadiah dan gelar tersebut hanya dimenangkan oleh von Behring.