Share on

Teman-teman JS yang sempat memainkan game “moefikasi” dari para penulis Jepang, Bungou to Alchemist, pasti gak asing kan dengan nama Koizumi Yakumo alias Lafcadio Hearn? Ya, penulis yang menjadi salah satu karakter dalam game tersebut ternyata punya nama yang cukup besar di mata dunia lho, ia dikenal sebagai pria asal Eropa yang memperkenalkan cerita hantu Jepang di mata dunia! Nah, mau berkenalan lebih dekat dengan Lafcadio Hearn? Simak ulasannya!

Advertise With Us

Lafcadio Hearn alias Koizumi Yakumo adalah seorang sastrawan kelahiran Lefkada, Yunani yang dkenal karena buku-bukunya yang menceritakan tentang kultur Jepang, terutama buku-bukunya yang menceritakan tentang legenda dan cerita hantu Jepang, seperti  Kwaidan: Stories and Studies of Strange Things, membuatnya tak dapat dipisahkan dari dunia sastra Jepang.

cerita hantu Jepang Lafcadio Hearn japanesestation.com
Lafcadio Hearn (wikipedia.org)

Nah, mengapa sastrawan kelahiran 28 Juni 1950 ini bisa menulis tentang hantu Jepang? Begini ceritanya.

Lafcadio Hearn ternyata memiliki masa lalu yang sedikit kelam. Ia sempat diabaikan oleh keluarganya mulai dari ibu, ayah, hingga bibinya, Masalah belum berakhir bagi Hearn muda, saat berumur 16 tahun, ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan mata kirinya terluka dan buta (karena itulah dalam game Bungou to Alchemist, mata kiri Hearn ditutup dengan eyepatch, seperti gambar di bawah), membuatnya tidak percaya diri dan selalu enggan memperlihatkan mata kirinya.

cerita hantu Jepang Lafcadio Hearn japanesestation.com
Koizumi Yakumo / Lafcadio Hearn dalam game Bungou to Alchemist (bungo.fandom.com)

Namun setelah menginjak usia 19 tahun, nasib Hearn mulai berubah. Hearn pindah ke Cincinnati, Ohio. Karena kemampuannya yang luar biasa dalam dunia tulis-menulis, ia direkrut sebagai seorang reporter oleh Cincinnati Daily Enquirer dan bekerja di sana mulai dari tahun 1872 hingga 1875.

Di sinilah kehidupannya mulai membaik, Hearn mulai dikenal publik sebagai reporter yang berbakat dan kritis dalam menyelidiki suatu kasus kriminal lokal. Bahkan, The Library of America memilih salah satu tulisannya “Gibbeted,” untuk dimasukkan ke dalam sebuah retrospektif dua abad tentang “American True Crime” yang diterbitkan pada tahun 2008.

Pada tahun 1877, Hearn kembali pindah. Kali ini, ia menuju New Orleans dan kembali bekerja sebagai reporter untuk Daily City Item dan Times Democrat. Ia juga sempat menulis untuk  Harper’s Weekly dan Scribner’s Magazine yang membuat reputasi New Orleans meningkat.

Nah, setelah menghabiskan hampir satu dekade di New Orleans, pada tahun 1890, Lafcadio Hearn kembali pindah ke tempat ia menghabiskan sisa hidupnya, Jepang. Awalnya perjalanan ini dilakukannya dalam rangka menyelesaikan tugas dari majalah yang mempekerjakannya, namun, ia tak pernah kembali ke New Orleans. Ya, di Jepang lah ia menemukan “rumah” dan inspirasi terbesarnya hingga bisa menjadi penulis terkenal seperti sekarang.

Saat Jepang berada di dalam kekuasaan Kaisar Meiji, Hearn mulai jatuh cinta dengan sejarah negeri sakura itu. Hal inilah yang membuatnya bisa menulis 14 buku yang menceritakan tentang kultur dan legenda Jepang, terutama cerita-cerita hantu Jepang yang dikenal sebagai kwaidan atau kaidan.

cerita hantu Jepang Lafcadio Hearn japanesestation.com
Kwaidan versi terjemahan bahasa Inggris (bookdepository.com)

Hearn juga menikah dengan seorang wanita dari keluarga samurai bernama Koizumi Setsu pada tahun 1896, setelah mendapatkan pekerjaan sebagai pengajar di Universitas Waseda. Ia pun mengubah namanya menjadi Koizumi Yakumo.

Sayangnya, perjalanan tulis menulis Koizumi Yakumo harus berakhir di umurnya yang ke-54 akibat serangan jantung, tidak lama setelah ia menyelesaikan buku kumpulan cerita hantu Jepangnya yang terkenal, Kwaidan. Ia dikuburkan di sebuah pemakaman di Toshima, Tokyo.

cerita hantu Jepang Lafcadio Hearn japanesestation.com
Lafcadio Hearn Memorial Museum (wikipedia.org)

Selepas kematiannya, rumah Koizumi Yakumo di Matsue, Prefektur Shimane, dibuat menjadi sebuah museum yang dinamakan Lafcadio Hearn Memorial Museum. Tak hanya itu, sebuah taman untuk mengenang Lafcadio Hearn dibangun pada tahun 1993 di dekat saat-saat terakhir dalam hidupnya. Taman ini memiliki sebuah patung yang didonasikan oleh Pemerintah Yunani serta beberapa bagian yang membuatnya terlihat seperti kuil kuno di Yunani lho!

cerita hantu Jepang Lafcadio Hearn japanesestation.com
Taman untuk mengenang Lafcadio Hearn (greece.greekreporter.com)

Hingga kini, karya terkenalnya, Kwaidan: Stories and Studies of Strange Things yang berisi kisah-kisah hantu Jepang masih sering jadi bahan pembicaraan banyak orang di seluruh dunia. Apalagi, versi terjemahan bahasa Inggrisnya juga bisa kamu temukan dengan mudah di toko buku impor seperti Book Depository.

Nah, itulah sekilas tentang kisah kehidupan Koizumi Yakumo alias Lafcadio Hearn, orang Eropa yang mengenalkan ceerita hantu Jepang ke seluruh dunia!

Sumber:

Wikipedia: Lafcadio Hearn

Britannica

The NewYorker

Greece Greek Reporter