SHARE THIS ARTICLE
image: flickr.com
image: flickr.com

Bulan ini Jepang telah memasuki musim semi yang dihiasi dengan mekarnya bunga sakura. Tentunya tradisi tahunan hanami, yaitu melihat bunga sakura yang mekar, selalu dilakukan sebagian besar orang Jepang dengan duduk dan berpesta di bawah naungan pohon sakura. Tapi ternyata tidak semua pesta hanami membuat orang Jepang bersuka cita. Ada juga saat-saat di mana mereka merasa kecewa atau terganggu baik oleh orang-orang ataupun situasi di sekitarnya. Goo Ranking melalui Research Plus kembali melakukan survei terhadap sekitar 500 orang untuk mengetahui apa saja sih yang menjadi kekecewaan utama yang terjadi pada pesta hanami. Tahun yang lalu pun Goo Ranking pernah mengadakan survei serupa. Berikut adalah hasil untuk tahun ini dikutip dari whatjapanthinks.com.

Apa saja yang menjadi kekecewaan utama yang terjadi pada pesta hanami?

1. Tidak ada yang benar-benar melihat bunga sakura – 192 suara
2. Ada antrian panjang besar menuju toilet – 147 suara
3. Ada sampah yang tersebar di seluruh tempat – 127 suara
4. Merapikan tempat setelah pesta adalah tugas utama – 102 suara
5. Saat menunggu di tempat yang telah dipesan, angin berhembus dan merontokkan semua bunga sakura – 80 suara
6. Cuacanya terlalu dingin untuk minum bir – 70 suara
7. Datang ke lokasi tapi tidak mengenal siapapun – 56 suara
8. Saya benar-benar membutuhkan penghangat saku – 53 suara
9. Di undangan pesta tertulis “Bertemu di taman!”, tapi taman itu terlalu besar dan tidak dapat menemukan teman-teman – 51 suara
10. Saya tidak bisa masuk ke dalam suasana pesta – 48 suara
11. = Saya kehilangan sepatu saya – 42 suara
11. = Ada ambulans yang dipanggil – 42 suara
11. = Saya menyadari ada beberapa orang yang tidak dikenal telah bergabung dengan grup kami – 42 suara
14. Kehabisan kertas tisu toilet – 38 suara
15. = Saya terkena flu karena menunggu begitu lama setelah memesan tempat di pagi hari – 35 suara
15. = Ada seseorang yang mabuk dan melucuti pakaiannya – 35 suara

(Featured image: guide2tokyo.com)

Source : whatjapanthinks.com
COMMENT